Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Alasan Server Judi Online Mulai Bergeser dari Kamboja ke Indonesia

M Nurhadi

Senin, 11 Mei 2026 | 07:25 WIB
Alasan Server Judi Online Mulai Bergeser dari Kamboja ke Indonesia
Personel kepolisian menggiring sejumlah tersangka kasus perjudian daring di Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta, Minggu (10/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz]
baca 10 detik
  • Sindikat judi daring internasional mulai memindahkan pusat operasional mereka dari kawasan Indochina ke wilayah Indonesia sejak Mei 2026.
  • Pengetatan regulasi di negara tetangga menyebabkan para pelaku kejahatan mencari lokasi baru dengan menyewa gedung perkantoran di Indonesia.
  • Polri telah mengungkap pergeseran tersebut melalui penangkapan ratusan warga negara asing di Jakarta serta berbagai kota besar lainnya.

Suara.com - Indonesia, yang selama ini sering dianggap sebagai pasar besar bagi perjudian daring, kini justru mulai dilirik sebagai markas operasional atau pusat peladen (server) utama.

Fenomena perpindahan basis operasi ini terungkap setelah serangkaian penggerebekan besar yang dilakukan oleh aparat kepolisian di berbagai kota besar tanah air.

Sekretaris National Central Bureau (NCB) Hubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, secara gamblang memaparkan adanya tren pergeseran lokasi operasional sindikat judi online (judol) dan penipuan daring (online scam).

Kelompok kriminal yang sebelumnya menjadikan kawasan Indochina—seperti Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam—sebagai "zona aman", kini mulai memindahkan infrastruktur digital mereka ke Indonesia.

Alasan utama di balik migrasi besar-besaran ini bukanlah tanpa sebab. Pengetatan regulasi dan operasi keamanan yang agresif di negara-negara tetangga menjadi faktor pendorong utama (push factor).

Wilayah-wilayah yang selama ini dikenal sebagai "sarang" server judi dunia seperti Sihanoukville dan Poipet di Kamboja, serta Myawaddy dan Mae Sot di kawasan perbatasan Myanmar, kini tidak lagi sekondusif dahulu bagi para sindikat.

Aparat berwenang di negara-negara tersebut mulai melakukan penindakan besar-besaran untuk membersihkan wilayah mereka dari aktivitas ilegal yang mencoreng citra internasional. Brigjen Untung Widyatmoko menjelaskan situasi ini dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada Sabtu (9/5/2026).

“Rekan-rekan tahu Sihanoukville, Mae Sot, Poipet, rekan-rekan tahu Myawaddy, rekan-rekan tahu Bavet, rekan-rekan tahu poipet, di sanalah tempat server-server yang tadinya berada dan sekarang ditertibkan dan mulai digeser ke wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Penertiban ini mencakup berbagai jenis kejahatan transnasional berbasis digital, mulai dari love scam, penipuan investasi, hingga perjudian terorganisir.

baca juga

Ketika ruang gerak di Indochina semakin sempit, para operator mencari celah di negara lain yang dianggap memiliki infrastruktur internet mumpuni namun mungkin belum sewaspada negara-negara yang sudah lama bertarung dengan isu ini.

Indonesia Sebagai Target "Kamuflase" Baru

Perpindahan ini terdeteksi melalui pengungkapan kasus jaringan internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, serta wilayah strategis lainnya seperti Batam, Kepulauan Riau.

Pola yang digunakan para sindikat adalah dengan menyewa gedung-gedung komersial atau perkantoran yang dari luar tampak normal guna menutupi aktivitas kriminal di dalamnya.

Brigjen Untung menekankan bahwa fenomena ini sudah masuk dalam radar prediksi kepolisian.

“Perkembangan hari ini menunjukkan bahwa pola pergeseran tindak pidana transnasional sudah mulai beralih ke Indonesia sebagaimana yang saya sampaikan kemarin saat kami di Batam mengungkap hal yang sama bahwa pasca ditertibkannya pola-pola operasi daring baik itu scamming, yang terdiri atas love scam, investasi online termasuk perjudian online,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa Polri telah melakukan langkah proaktif di berbagai titik strategis. “Setelah ditertibkan mulai terjadi pergeseran ke Indonesia dan itu tentunya sudah kami antisipasi dan kami prediksi. Sebagai yang kita ketahui sudah dilakukan berbagai upaya penangkapan dan pengungkapan mulai dari Surabaya, Denpasar, Surakarta, Yogyakarta, Batam, Sukabumi dan Bogor,” jelas Untung.

Salah satu bukti nyata dari eksodus ini adalah penangkapan 321 warga negara asing (WNA) di sebuah kantor di kawasan Hayam Wuruk. Gedung tersebut digunakan untuk mengelola sekitar 75 situs judi online.

Banyaknya jumlah personel asing yang dikerahkan menunjukkan betapa seriusnya sindikat ini membangun basis baru di Jakarta.

Mengenai lokasi penggerebekan tersebut, Untung berkomentar: “Dan hari ini 321 WNA ada di Jakarta, ada di Hayam Wuruk. Jika rekan-rekan melihat, situasi tempat ini, situasi gedung ini memang dari luar sangat tidak diduga bahwa di dalamnya terdapat aktivitas tindak pidana dalam hal ini adalah gambling online.”

Negara-negara yang sebelumnya menjadi pusat server di Asia Tenggara kini dipetakan sebagai sumber risiko. Individu yang masuk dari wilayah tersebut akan dipantau lebih ketat jika memiliki indikasi keterlibatan dalam sindikat transnasional.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bapak Dirjen Imigrasi bagaimana untuk negara-negara yang kita indikasikan sebagai subject of interest atau SOI, dapat kita antisipasi. Terutama negara yang sudah disebutkan Pak Dirtipiddum tadi, di mana warga dari negara tersebut diindikasikan memiliki jejak digital untuk melakukan kejahatan transnational crime secara digital,” pungkas Untung.

Hingga saat ini, proses hukum terhadap ratusan tersangka masih berjalan intensif. Barang bukti yang disita, mulai dari perangkat komputer canggih, ribuan ponsel, hingga mata uang asing, menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tengah menghadapi serangan senyap dari industri perjudian global yang mencoba mencari tempat bernaung baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Markas Judol Internasional di Jakarta Digerebek, 320 WNA Diamankan

Markas Judol Internasional di Jakarta Digerebek, 320 WNA Diamankan

Foto | Senin, 11 Mei 2026 | 06:00 WIB

Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!

Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 20:01 WIB

Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan

Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 20:05 WIB

Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi

Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:13 WIB

Markas Judi Online Jaringan Internasional Terendus, Brimob Bersenjata Kepung Hayam Wuruk Semalam

Markas Judi Online Jaringan Internasional Terendus, Brimob Bersenjata Kepung Hayam Wuruk Semalam

Video | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:00 WIB

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:02 WIB

Terkini

PSSI Pasang Badan, Minta Fans Tak Hujat Pemain Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026

PSSI Pasang Badan, Minta Fans Tak Hujat Pemain Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Anak 14 Tahun Pelaku Penembakan Sekolah Thailand 2 Tahun Belajar Pakai Pistol

Anak 14 Tahun Pelaku Penembakan Sekolah Thailand 2 Tahun Belajar Pakai Pistol

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:18 WIB

Siapa Mazaki Ahmad? Intip Profil dan Pekerjaan Suami Dea Annisa

Siapa Mazaki Ahmad? Intip Profil dan Pekerjaan Suami Dea Annisa

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:15 WIB

Mingyu, Seungkwan, dan Dino SEVENTEEN Umumkan Tanggal Resmi Wajib Militer

Mingyu, Seungkwan, dan Dino SEVENTEEN Umumkan Tanggal Resmi Wajib Militer

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:15 WIB

Harga Emas Antam Masih Tinggi, Hari Ini Tembus Rp2,69 Juta/Gram

Harga Emas Antam Masih Tinggi, Hari Ini Tembus Rp2,69 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:06 WIB

Hasil MotoGP Inggris 2026: Kejutan dari Raul Fernandez yang Lama Menghilang

Hasil MotoGP Inggris 2026: Kejutan dari Raul Fernandez yang Lama Menghilang

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:06 WIB

Mengulik Desa Les: Saat Tradisi Gerakkan Ekonomi, Anak Muda Siap Warisi?

Mengulik Desa Les: Saat Tradisi Gerakkan Ekonomi, Anak Muda Siap Warisi?

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:03 WIB

Pengusaha Sektor Horeka Disarankan Pakai LPG Nonsubsidi, Ini Alasannya

Pengusaha Sektor Horeka Disarankan Pakai LPG Nonsubsidi, Ini Alasannya

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Review Sterling Point: Refleksi Kehidupan dan Romansa Remaja Masa Kini

Review Sterling Point: Refleksi Kehidupan dan Romansa Remaja Masa Kini

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:00 WIB

17 Agustus Zodiak Apa? Kenali Karakteristik Sang "Singa" yang Lahir di Hari Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus Zodiak Apa? Kenali Karakteristik Sang "Singa" yang Lahir di Hari Kemerdekaan Indonesia

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:42 WIB

×