Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 12 Mei 2026 | 18:05 WIB
Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik
Harga Elektronik seperti AC dan TV mulai naik karena pelemahan rupiah. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
baca 10 detik
  • Pelemahan rupiah hingga Rp 17.500 per dolar AS memicu kenaikan harga perangkat elektronik di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
  • Harga televisi dan pendingin ruangan melonjak sebesar dua hingga lima persen akibat tingginya biaya impor komponen global.
  • Kenaikan harga mendadak dari distributor menyebabkan penurunan minat beli masyarakat yang terkejut dengan perubahan nilai jual tersebut.

Suara.com - Pelemahan rupiah yang menyentuh level Rp 17.500 per dolar AS langsung berdampak pada harga-harga elektronik. Pedagang mengaku harga sejumlah barang seperti TV dan AC naik mendadak.

Pedagang elektronik di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Agung mengaku kenaikan harga sudah terjadi pada berbagai merek, terutama untuk produk TV dan AC yang dinilai paling cepat terdampak.

"Sudah ada. Dari 2 persen sampai 5 persen lah," kata Agung saat ditemui Suara.com, Selasa (12/5/2026).

Menurut dia, lonjakan harga terjadi hampir merata dan tidak hanya menimpa merek tertentu. "Paling signifikan TV sama AC," ujarnya.

Harga Elektronik seperti AC dan TV mulai melonjak setelah pelemahan rupiah. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
Harga Elektronik seperti AC dan TV mulai melonjak setelah pelemahan rupiah. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].

Agung menyebut kenaikan harga datang mendadak dari distributor tanpa banyak pemberitahuan sebelumnya, sehingga pedagang ritel langsung menyesuaikan harga jual ke konsumen. "Ya, mendadak saja sih. Nggak dikasih tahu jadi ya dijual apa adanya," katanya.

Kondisi ini terjadi di tengah pelemahan rupiah yang menekan biaya impor barang jadi maupun komponen elektronik, mengingat sebagian besar produk elektronik masih bergantung pada bahan baku, suku cadang, atau distribusi global berbasis dolar AS.

Dampaknya, bukan hanya harga naik, tetapi juga minat beli masyarakat mulai tertekan. "Pengaruh juga sih. Lebih sedikit yang beli," ucap Agung.

Menurut Agung, banyak pelanggan yang datang dengan ekspektasi harga lama, lalu terkejut saat mengetahui ada kenaikan.

"Karena kemarin murah kan. Pas sekarang naik ya kan kaget orang," jelasnya.

baca juga

Tak hanya produk impor, ia juga menyebut barang elektronik yang dianggap lokal tetap ikut terdampak karena rantai pasok dan komponen masih berkaitan dengan kurs dolar.

"Kalau yang lokal ikut naik juga. Sama," ujar dia.

Meski begitu, Agung menilai harga elektronik masih bisa turun jika nilai tukar membaik, walau penurunannya biasanya tidak terjadi drastis.

"Ada (kemungkinan harga turun jika rupiah menguat), tapi turunnya dia enggak langsung drastis gitu. Bertahap," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Cetak Rekor Terlemah, IHSG Ditutup Merah Lagi

Rupiah Cetak Rekor Terlemah, IHSG Ditutup Merah Lagi

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:07 WIB

Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI

Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:06 WIB

Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini

Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:54 WIB

Terkini

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:00 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB