Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.905,620
LQ45 668,634
Srikehati 330,295
JII 446,889
USD/IDR 17.410

Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 12 Mei 2026 | 18:05 WIB
Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik
Harga Elektronik seperti AC dan TV mulai naik karena pelemahan rupiah. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
  • Pelemahan rupiah hingga Rp 17.500 per dolar AS memicu kenaikan harga perangkat elektronik di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
  • Harga televisi dan pendingin ruangan melonjak sebesar dua hingga lima persen akibat tingginya biaya impor komponen global.
  • Kenaikan harga mendadak dari distributor menyebabkan penurunan minat beli masyarakat yang terkejut dengan perubahan nilai jual tersebut.

Suara.com - Pelemahan rupiah yang menyentuh level Rp 17.500 per dolar AS langsung berdampak pada harga-harga elektronik. Pedagang mengaku harga sejumlah barang seperti TV dan AC naik mendadak.

Pedagang elektronik di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Agung mengaku kenaikan harga sudah terjadi pada berbagai merek, terutama untuk produk TV dan AC yang dinilai paling cepat terdampak.

"Sudah ada. Dari 2 persen sampai 5 persen lah," kata Agung saat ditemui Suara.com, Selasa (12/5/2026).

Menurut dia, lonjakan harga terjadi hampir merata dan tidak hanya menimpa merek tertentu. "Paling signifikan TV sama AC," ujarnya.

Harga Elektronik seperti AC dan TV mulai melonjak setelah pelemahan rupiah. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
Harga Elektronik seperti AC dan TV mulai melonjak setelah pelemahan rupiah. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].

Agung menyebut kenaikan harga datang mendadak dari distributor tanpa banyak pemberitahuan sebelumnya, sehingga pedagang ritel langsung menyesuaikan harga jual ke konsumen. "Ya, mendadak saja sih. Nggak dikasih tahu jadi ya dijual apa adanya," katanya.

Kondisi ini terjadi di tengah pelemahan rupiah yang menekan biaya impor barang jadi maupun komponen elektronik, mengingat sebagian besar produk elektronik masih bergantung pada bahan baku, suku cadang, atau distribusi global berbasis dolar AS.

Dampaknya, bukan hanya harga naik, tetapi juga minat beli masyarakat mulai tertekan. "Pengaruh juga sih. Lebih sedikit yang beli," ucap Agung.

Menurut Agung, banyak pelanggan yang datang dengan ekspektasi harga lama, lalu terkejut saat mengetahui ada kenaikan.

"Karena kemarin murah kan. Pas sekarang naik ya kan kaget orang," jelasnya.

Tak hanya produk impor, ia juga menyebut barang elektronik yang dianggap lokal tetap ikut terdampak karena rantai pasok dan komponen masih berkaitan dengan kurs dolar.

"Kalau yang lokal ikut naik juga. Sama," ujar dia.

Meski begitu, Agung menilai harga elektronik masih bisa turun jika nilai tukar membaik, walau penurunannya biasanya tidak terjadi drastis.

"Ada (kemungkinan harga turun jika rupiah menguat), tapi turunnya dia enggak langsung drastis gitu. Bertahap," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Cetak Rekor Terlemah, IHSG Ditutup Merah Lagi

Rupiah Cetak Rekor Terlemah, IHSG Ditutup Merah Lagi

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:07 WIB

Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI

Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:06 WIB

Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini

Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:54 WIB

Terkini

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB

RI Bakal Punya Pusat Riset Timah di Bangka

RI Bakal Punya Pusat Riset Timah di Bangka

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:25 WIB

Pegadaian Semarang Luncurkan BCC 2026 di UNNES, Lebih dari 1.000 Mahasiswa Hadir

Pegadaian Semarang Luncurkan BCC 2026 di UNNES, Lebih dari 1.000 Mahasiswa Hadir

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:58 WIB

Rupiah Cetak Rekor Terlemah, IHSG Ditutup Merah Lagi

Rupiah Cetak Rekor Terlemah, IHSG Ditutup Merah Lagi

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:07 WIB

Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI

Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:06 WIB

Jelang Rebalancing MSCI, Emiten Sinarmas DSSA Ditinggal Kabur Investor Asing

Jelang Rebalancing MSCI, Emiten Sinarmas DSSA Ditinggal Kabur Investor Asing

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:39 WIB

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:36 WIB

BRI Multiguna Karya Mempermudah Berbagai Rencana Untuk Segala Kebutuhan

BRI Multiguna Karya Mempermudah Berbagai Rencana Untuk Segala Kebutuhan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:29 WIB

Purbaya Ancam Potong Anggaran Kementerian dan TKD Pemda Jika Hambat Proyek Investasi

Purbaya Ancam Potong Anggaran Kementerian dan TKD Pemda Jika Hambat Proyek Investasi

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:24 WIB

Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini

Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:54 WIB