Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.905,620
LQ45 668,634
Srikehati 330,295
JII 446,889
USD/IDR 17.410

RI Bakal Punya Pusat Riset Timah di Bangka

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 12 Mei 2026 | 18:25 WIB
RI Bakal Punya Pusat Riset Timah di Bangka
Ilustrasi Tambang Bijih Timah. [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc]
  • PT Arsari Tambang akan membangun pusat riset timah dan logam tanah jarang pertama di Bangka untuk memperkuat hilirisasi mineral.
  • Pusat riset tersebut bertujuan mengembangkan teknologi pengolahan logam tanah jarang guna mendukung industri transisi energi dan sektor teknologi tinggi.
  • Perusahaan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat inovasi dan meningkatkan nilai tambah industri timah di dalam negeri.

Suara.com - PT Arsari Tambang berencana membangun pusat riset timah pertama di Indonesia yang berlokasi di Bangka. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat hilirisasi mineral sekaligus meningkatkan penguasaan teknologi logam tanah jarang atau rare earth elements (REE) di dalam negeri.

Direktur Utama PT Arsari Tambang, Aryo PS Djojohadikusumo mengatakan keberadaan pusat riset timah menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya kebutuhan teknologi global berbasis mineral strategis.

"Bayangin, industri timah Indonesia sudah ada selama 150 tahun dan kita tidak punya pusat riset timah," ujar Aryo di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Menurut dia, pusat riset tersebut nantinya akan menjadi basis pengembangan teknologi timah dan pengolahan logam tanah jarang yang selama ini masih terbatas di Indonesia.

Presiden Direktur Arsari Tambang, Aryo Djojohadikusumo. [ist].
Presiden Direktur Arsari Tambang, Aryo Djojohadikusumo. [ist].

Aryo menjelaskan, logam tanah jarang merupakan produk sampingan timah yang memiliki nilai strategis tinggi untuk mendukung industri masa depan, terutama transisi energi dan teknologi tinggi global.

Beberapa unsur logam tanah jarang yang dinilai potensial antara lain neodymium (NdPr) dan dysprosium yang banyak digunakan dalam perangkat teknologi hingga industri energi.

"Semoga kita bisa mendapatkan manfaat dari itu. Salah satu hal yang kami lakukan adalah berinvestasi membangun pusat riset timah dan logam tanah jarang di Bangka," katanya.

Ia menilai Indonesia harus mulai menguasai teknologi hilir berbasis timah, termasuk pengembangan solder untuk industri semikonduktor yang membutuhkan formulasi campuran logam atau alloy dengan standar tinggi.

Menurut Aryo, pengembangan teknologi tersebut tidak bisa hanya bergantung pada pasar luar negeri. Ia menegaskan penguatan kapasitas riset domestik menjadi kunci agar inovasi dan nilai tambah industri tetap berada di Indonesia.

"Kita perlu menguasainya, dan ini harus dimiliki oleh Indonesia, diteliti di Indonesia, dan dibuat di Indonesia," imbuhnya.

Aryo juga membuka peluang kolaborasi dengan akademisi, perusahaan swasta, hingga perusahaan pelat merah di sektor timah untuk mempercepat pengembangan pusat riset tersebut.

Menurut dia, kerja sama lintas sektor penting untuk membangun ekosistem penelitian mineral nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Pembangunan pusat riset ini menjadi bagian dari agenda hilirisasi Arsari Tambang yang lebih luas. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah membangun pabrik solder di Batam melalui PT Solder Tin Andalan Indonesia guna memperluas rantai nilai industri timah nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sah! Menteri Bahlil Tunda Kenaikan Royalti Tambang Demi Jaga Iklim Investasi

Sah! Menteri Bahlil Tunda Kenaikan Royalti Tambang Demi Jaga Iklim Investasi

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:47 WIB

Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci

Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:07 WIB

Riset UI: Pengguna Pindar Melek Keuangan, Tapi Masih Rentan Terjebak Utang

Riset UI: Pengguna Pindar Melek Keuangan, Tapi Masih Rentan Terjebak Utang

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:55 WIB

Terkini

Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik

Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:05 WIB

Pegadaian Semarang Luncurkan BCC 2026 di UNNES, Lebih dari 1.000 Mahasiswa Hadir

Pegadaian Semarang Luncurkan BCC 2026 di UNNES, Lebih dari 1.000 Mahasiswa Hadir

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:58 WIB

Rupiah Cetak Rekor Terlemah, IHSG Ditutup Merah Lagi

Rupiah Cetak Rekor Terlemah, IHSG Ditutup Merah Lagi

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:07 WIB

Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI

Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:06 WIB

Jelang Rebalancing MSCI, Emiten Sinarmas DSSA Ditinggal Kabur Investor Asing

Jelang Rebalancing MSCI, Emiten Sinarmas DSSA Ditinggal Kabur Investor Asing

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:39 WIB

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:36 WIB

BRI Multiguna Karya Mempermudah Berbagai Rencana Untuk Segala Kebutuhan

BRI Multiguna Karya Mempermudah Berbagai Rencana Untuk Segala Kebutuhan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:29 WIB

Purbaya Ancam Potong Anggaran Kementerian dan TKD Pemda Jika Hambat Proyek Investasi

Purbaya Ancam Potong Anggaran Kementerian dan TKD Pemda Jika Hambat Proyek Investasi

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:24 WIB

Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini

Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:54 WIB

PTFI dan Masyarakat Papua Tengah: 10 Tahun Perubahan, Harapan Baru untuk Ekonomi Berkelanjutan

PTFI dan Masyarakat Papua Tengah: 10 Tahun Perubahan, Harapan Baru untuk Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:53 WIB