Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB
Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan
Ilustrasi energi panas bumi. [Ist]
  •  Panas bumi diposiikan sebagai energi andal untuk memperkuat ketahanan energi dan mencapai target emisi.
  • PGE berhasil mencatat efisiensi energi sebesar 90.502,28 MWh serta menurunkan intensitas emisi operasional secara signifikan sepanjang tahun 2025 lalu.
  • Perusahaan mengelola 15 wilayah kerja dengan kapasitas 1.932 MW serta terus mengembangkan proyek energi bersih dan pusat data hijau.

Suara.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menilai energi panas bumi memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional di tengah upaya transisi menuju energi rendah emisi.

Sebagai sumber energi baru terbarukan, panas bumi dinilai memiliki keunggulan karena mampu menghasilkan listrik secara stabil selama 24 jam tanpa bergantung pada cuaca maupun impor bahan bakar.

Karakteristik tersebut membuat panas bumi menjadi salah satu andalan dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia sekaligus memperkuat bauran energi bersih nasional.

“Sebagai energi baru terbarukan, panas bumi merupakan energi baseload andal yang mampu menghasilkan listrik stabil selama 24 jam tanpa bergantung pada cuaca maupun impor bahan bakar. Karakteristik ini menjadikan panas bumi berperan penting dalam mendukung transisi energi rendah emisi sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional,” demikian keterangan PGE, Rabu (14/5/2026).

Ilustrasi: Energi panas bumi. (Shutterstock)
Ilustrasi: Energi panas bumi. (Shutterstock)

Untuk memperkuat peran tersebut, PGE terus menjalankan berbagai inisiatif efisiensi energi dan pengurangan emisi di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan.

Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho mengatakan penerapan praktik keberlanjutan menjadi bagian penting dalam memastikan pengembangan panas bumi yang andal dan efisien.

“Pengembangan panas bumi tidak hanya berfokus pada penyediaan energi bersih. PGE juga memastikan seluruh operasional dijalankan secara bertanggung jawab, efisien, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar. Karena itu, penguatan praktik ESG dan implementasi operasi berkelanjutan akan terus menjadi prioritas Perseroan ke depan,” terang Andi Joko Nugroho.

Berdasarkan Laporan Keberlanjutan 2025, PGE mencatat penghematan energi sebesar 90.502,28 MWh sepanjang tahun lalu. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 40.058,77 MWh.

Efisiensi tersebut ditopang oleh berbagai optimalisasi operasional di sejumlah wilayah kerja panas bumi, termasuk debottlenecking jalur produksi di Area Ulubelu hingga optimalisasi operasional vacuum pump pada sistem pembangkit.

Selain itu, PGE juga mencatat rasio intensitas energi sebesar 0,037 MWh/MWh pada 2025 atau turun 10,10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penggunaan energi terbarukan dalam operasional perusahaan juga tetap tinggi mencapai 94,36 persen.

Di sisi pengelolaan emisi, intensitas emisi PGE tercatat sebesar 41,12 g CO2e/kWh atau masih jauh di bawah ambang batas EU Taxonomy dan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia sebesar 100 g CO2e/kWh.

Operasional panas bumi PGE bahkan disebut telah berkontribusi terhadap penghindaran emisi lebih dari 4,29 juta ton CO2e sepanjang 2025.

Tak hanya fokus pada penyediaan listrik, PGE juga mulai mengembangkan pemanfaatan energi bersih untuk sektor lain melalui proyek green hydrogen berbasis panas bumi hingga pengembangan green data center.

Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 1.932 MW. Jumlah tersebut berkontribusi sekitar 70 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Karbon Global Jadi Ladang Cuan Baru dari Bisnis Energi Surya

Pasar Karbon Global Jadi Ladang Cuan Baru dari Bisnis Energi Surya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:10 WIB

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:23 WIB

Dorong Energi Terbarukan, Emiten HGII Raup Laba Rp17,96 Miliar di Kuartal I 2026

Dorong Energi Terbarukan, Emiten HGII Raup Laba Rp17,96 Miliar di Kuartal I 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:03 WIB

Terkini

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB

BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang

BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:33 WIB

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:00 WIB

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:33 WIB

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:23 WIB

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:15 WIB

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:02 WIB

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:51 WIB

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:39 WIB

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:24 WIB