-
Pilihan instrumen investasi saat Rupiah melemah membantu mengamankan keuangan masyarakat.
-
Emas dan obligasi ritel menjadi opsi investasi saat Rupiah melemah.
-
Akun multivals mempermudah pengelolaan investasi saat Rupiah melemah bagi pengusaha.
Suara.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah di era Presiden Prabowo Subianto ini tengah menjadi sorotan tajam.
Sebab, sekarang ini nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat melemah sampai level Rp17.600 per USD.
Kondisi ini tentu memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, meskipun Presiden RI Prabowo Subianto justru menanggapi fenomena ini dengan santai.
Menurutnya, masyarakat di pedesaan tidak akan merasakan dampak langsung dari jebloknya nilai tukar ini.
Namun, bagi Anda yang tinggal di perkotaan atau memiliki bisnis, tentu perlu putar otak agar keuangan tidak ikut karam.
Lantas, investasi apa yang masih menjanjikan saat Rupiah loyo? Dan bagaimana strategi bisnis agar tetap bertahan? Simak ulasannya berikut ini.
![Nilai tukar rupiah menguat 0,30 persen ke level Rp17.475 terhadap dolar AS pada penutupan Rabu sore, 13 Mei 2026. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/13/60419-nilai-tukar-rupiah.jpg)
3 Investasi Cuan Saat Rupiah Melemah
Jangan panik dulu dilansir dari laman DBS, melemahnya Rupiah justru bisa jadi peluang jika Anda melirik instrumen investasi yang tepat:
1. Menabung Dolar (Valas)
Menabung Dolar adalah cara klasik tapi tetap ampuh.
Logikanya, beli Dolar saat Rupiah sedang menguat (harga murah) dan jual kembali saat Rupiah melemah (harga tinggi). Selisih kurs inilah yang jadi keuntungan Anda.
2. Emas
Berdasarkan pola pasar, saat Rupiah melemah, harga emas cenderung mengalami penyesuaian atau menurun.
Inilah momen yang pas buat membeli emas. Namun ingat, emas adalah investasi jangka panjang.
Anda baru akan memanen untung maksimal saat Rupiah kembali menguat di masa depan.
3. Obligasi Ritel (ORI)