- Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0,51 persen ke level 6.338 pada awal perdagangan Rabu, 20 Mei 2026.
- Penurunan dipicu kekhawatiran pasar terhadap wacana pembentukan badan khusus pengelola ekspor komoditas strategis oleh pemerintah Indonesia.
- Sentimen negatif diperkuat oleh pelemahan bursa Amerika Serikat serta penantian hasil rapat dewan gubernur Bank Indonesia.
Selain sentimen domestik, pelaku pasar juga mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diproyeksikan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen.
Pasar juga menanti pidato Presiden Prabowo Subianto terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 yang dinilai berpotensi memengaruhi sentimen pasar jangka pendek.
Sementara itu, dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street kompak ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,65 persen ke level 49.363,88. Kemudian S&P 500 melemah 0,67 persen menjadi 7.353,61 dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,84 persen ke posisi 25.870,71.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa merekomendasikan sejumlah saham pilihan atau stock pick yakni Telkom Indonesia dengan kode TLKM, Mayora Indah atau MYOR, serta Solusi Tunas Pratama dengan kode SUPA.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.