- Harga komoditas pangan nasional di pasar tradisional bervariasi pada Rabu, 20 Mei 2026, berdasarkan data situs bi.go.id.
- Komoditas cabai, bawang, dan daging sapi mengalami lonjakan harga yang signifikan di berbagai wilayah seluruh Indonesia.
- Daging ayam, telur ayam ras, serta beras kualitas premium mencatatkan penurunan harga dibandingkan kelompok pangan lainnya.
Suara.com - Harga sejumlah komoditas pangan nasional di pasar tradisional kembali bergerak bervariasi pada Rabu (20/5/2026). Kenaikan cukup tajam terjadi pada komoditas cabai dan bawang, sementara beberapa bahan pangan lain seperti daging ayam dan telur ayam ras justru mengalami penurunan.
Berdasarkan data rata-rata harga pangan nasional seluruh provinsi di pasar tradisional yang tercantum pada situs web bi.go.id/hargapangan pukul 10.18 WIB, bawang merah ukuran sedang menjadi salah satu komoditas yang mencatat lonjakan tertinggi. Harganya naik 9,69 persen atau bertambah Rp4.600 menjadi Rp52.050 per kilogram.
Tak hanya bawang merah, bawang putih ukuran sedang juga ikut terkerek. Komoditas ini mengalami kenaikan 3,56 persen atau sekitar Rp1.400 menjadi Rp40.700 per kilogram.
Sementara itu, kelompok cabai masih menjadi komoditas dengan tekanan harga paling tinggi. Cabai rawit merah tercatat berada di level Rp73.900 per kilogram setelah melonjak 7,88 persen atau naik Rp5.400.
Kenaikan juga terjadi pada cabai merah besar yang kini dijual rata-rata Rp56.850 per kilogram atau naik 2,71 persen. Sedangkan cabai merah keriting naik 2,49 persen menjadi Rp53.550 per kilogram.
Di sisi lain, cabai rawit hijau mencatat lonjakan paling tinggi dibanding komoditas cabai lain. Harganya naik 14,92 persen atau bertambah Rp7.600 menjadi Rp58.550 per kilogram.
Komoditas beras juga mengalami pergerakan harga meski relatif lebih terbatas. Beras kualitas bawah I naik 3,08 persen menjadi Rp15.050 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II naik 1,03 persen ke level Rp14.750 per kilogram.
Untuk kelompok beras kualitas menengah, pergerakannya cenderung stabil. Beras kualitas medium I bertahan di kisaran Rp16.000 per kilogram dengan penurunan tipis 0,31 persen, sedangkan beras kualitas medium II berada di level yang sama setelah naik tipis 0,31 persen.
Adapun beras kualitas premium justru mengalami koreksi harga. Beras kualitas super I turun 1,15 persen menjadi Rp17.150 per kilogram, sementara beras kualitas super II melemah 0,59 persen ke posisi Rp16.750 per kilogram.
Di kelompok protein hewani, daging sapi kualitas I tercatat naik 1,66 persen menjadi Rp149.850 per kilogram. Sementara daging sapi kualitas II meningkat 2,91 persen ke level Rp143.050 per kilogram.
Berbeda dengan daging sapi, harga daging ayam ras segar justru menurun. Komoditas ini turun 3,73 persen atau berkurang Rp1.450 menjadi Rp37.450 per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada telur ayam ras segar yang terkoreksi 0,8 persen menjadi Rp30.850 per kilogram. Gula pasir kualitas premium ikut turun tipis 0,74 persen menjadi Rp20.050 per kilogram.
Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah naik tipis 0,49 persen menjadi Rp20.700 per kilogram. Sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II juga meningkat 0,43 persen menjadi Rp23.150 per kilogram.