Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.370,679
LQ45 634,821
Srikehati 316,336
JII 410,153
USD/IDR 17.714

Harga BBM Naik, SiCepat Pilih Tahan Ongkir Ketimbang Bebani Konsumen

Liberty Jemadu | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 20 Mei 2026 | 14:03 WIB
Harga BBM Naik, SiCepat Pilih Tahan Ongkir Ketimbang Bebani Konsumen
Commercial and External Affairs Director PT SiCepat Ekspres, Imam Sedayu Pusponegoro. [Suara.com/Novi Suci]
  • SiCepat Ekspres memutuskan tidak menaikkan tarif pengiriman kepada konsumen meski industri logistik nasional sedang tertekan kenaikan harga BBM.
  • Perusahaan memilih melakukan efisiensi operasional dan inovasi moda transportasi untuk menekan biaya akibat kenaikan harga avtur yang signifikan.
  • Strategi pengalihan pengiriman dari moda udara ke jalur laut dilakukan guna menjaga biaya tetap efisien tanpa membebani pelanggan.

Suara.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan terjadi mulai memberi tekanan terhadap industri logistik nasional. Namun di tengah situasi tersebut, jasa logistik SiCepat mengaku belum berencana menaikkan tarif pengiriman atau ongkos kirim kepada konsumen.

Commercial and External Affairs Director PT SiCepat Ekspres, Imam Sedayu Pusponegoro mengatakan kenaikan biaya energi memang berdampak terhadap sektor logistik, terutama transportasi udara yang sangat bergantung pada avtur.

"Ada dampaknya. Terutama yang udara, sudah jelas ya, avtur naik, ada fuel surcharge kemarin muncul," kata Imam dalam program Executive Talk Suara.com, Rabu (20/5/2026).

Meski demikian, menurut dia, kenaikan tarif kepada konsumen bukan menjadi pilihan utama yang diambil perusahaan. SiCepat mengaku lebih mengutamakan langkah efisiensi dan inovasi operasional sebelum memutuskan menyesuaikan harga layanan.

"Nah, sebenarnya kalau kenaikan harga ke konsumen itu jalan terakhir yang kita tempuh," ujarnya.

Imam menjelaskan salah satu strategi yang dilakukan perusahaan yakni mengalihkan sebagian pengiriman dari moda udara ke jalur laut. Langkah tersebut ditempuh untuk menekan lonjakan biaya akibat kenaikan avtur.

Commercial and External Affairs Director PT SiCepat Ekspres, Imam Sedayu Pusponegoro. [Suara.com/Novi Suci]
Commercial and External Affairs Director PT SiCepat Ekspres, Imam Sedayu Pusponegoro. [Suara.com/Novi Suci]

"Ketika avtur naik, kita coba moda yang lainnya, sea freight. Lalu kemudian bagaimana sea freight ini lead time-nya bisa lebih cepat, frekuensinya bisa lebih sering sehingga customer experience-nya itu masih meet expectations," ucapnya.

Menurut dia, penggunaan kapal roro dan kontainer menjadi alternatif agar biaya logistik tetap lebih efisien tanpa harus langsung membebankan tambahan biaya kepada pelanggan.

Imam mengatakan meski waktu pengiriman melalui laut sedikit lebih panjang dibanding jalur udara, perusahaan berupaya menjaga ekspektasi pelanggan tetap terpenuhi.

"Kalau yang di laut, cost-nya bisa lebih efisien tapi lead time masih bisa kita jaga. Ekspektasi customer masih bisa kita akomodasi," katanya.

Dia mengungkapkan dampak kenaikan BBM juga berbeda di tiap moda transportasi. Untuk angkutan darat, pengaruhnya disebut belum terlalu signifikan karena sebagian armada roda dua masih menggunakan BBM bersubsidi.

"Tapi di land freight atau di darat mungkin hanya beberapa area di ujung atau pelosok wilayah yang mungkin sangat terbatas BBM bersubsidinya. Tapi di Jawa, di perkotaan itu masih aman sejauh ini," tutur Imam.

Karena itu, hingga saat ini SiCepat masih memilih menahan tarif pengiriman meski tekanan biaya operasional mulai meningkat.

"Sampai detik ini dari kami dari SiCepat, kita belum menaikkan harga," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Anjlok, Bahlil: Doain BBM Subsidi Tak Naik Harga

Rupiah Anjlok, Bahlil: Doain BBM Subsidi Tak Naik Harga

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:49 WIB

Mengapa Biaya Logistik di Indonesia Mahal? Ternyata Ini Akar Masalahnya

Mengapa Biaya Logistik di Indonesia Mahal? Ternyata Ini Akar Masalahnya

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:48 WIB

SiCepat Ekspres Perkuat Rantai Pasok Industri Halal Nasional

SiCepat Ekspres Perkuat Rantai Pasok Industri Halal Nasional

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 16:15 WIB

SiCepat Ekspres Tunjuk Bos Baru, Targetkan Pendapatan Naik 25 Persen Tahun Ini

SiCepat Ekspres Tunjuk Bos Baru, Targetkan Pendapatan Naik 25 Persen Tahun Ini

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 08:06 WIB

Ekspedisi Libur Tahun Baru 2025? Cek Jadwal JNE, SiCepat, Tiki, Pos Indonesia

Ekspedisi Libur Tahun Baru 2025? Cek Jadwal JNE, SiCepat, Tiki, Pos Indonesia

Lifestyle | Minggu, 29 Desember 2024 | 19:47 WIB

Terkini

Prabowo Tanya ke Bos Parpol Hingga Ormas, Kenapa Penduduk Miskin RI Bertambah?

Prabowo Tanya ke Bos Parpol Hingga Ormas, Kenapa Penduduk Miskin RI Bertambah?

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:31 WIB

Prabowo Bentuk Danantara Sumber Daya Indonesia, Ekspor Sawit-Cs Wajib Lewat Sini

Prabowo Bentuk Danantara Sumber Daya Indonesia, Ekspor Sawit-Cs Wajib Lewat Sini

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:20 WIB

PT Pegadaian Perkuat Dominasi sebagai Bank Emas Indonesia Dukung Agenda Asta Cita Pemerintah

PT Pegadaian Perkuat Dominasi sebagai Bank Emas Indonesia Dukung Agenda Asta Cita Pemerintah

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:16 WIB

CORE: Proyeksi Inflasi 2027 dalam Pidato Prabowo Masih Wajar

CORE: Proyeksi Inflasi 2027 dalam Pidato Prabowo Masih Wajar

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:06 WIB

Rupiah Lemah, Purbaya Akui 'Terpaksa' Turun Tangan lewat Pasar Obligasi

Rupiah Lemah, Purbaya Akui 'Terpaksa' Turun Tangan lewat Pasar Obligasi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:48 WIB

BUMN Jadi Eksportir Tunggal Tiga Komoditas Ini, Nikel Tidak Termasuk

BUMN Jadi Eksportir Tunggal Tiga Komoditas Ini, Nikel Tidak Termasuk

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:39 WIB

Prabowo Jelaskan Tujuan Pembentukan Badan Khusus Ekspor

Prabowo Jelaskan Tujuan Pembentukan Badan Khusus Ekspor

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:04 WIB

IHSG Anjlok 1,49 Persen usai Pidato Prabowo Bahas Ekonomi Indonesia

IHSG Anjlok 1,49 Persen usai Pidato Prabowo Bahas Ekonomi Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:59 WIB

Prabowo Merasa Yakin Ekonomi RI Tumbuh Hingga 6,5% di 2027

Prabowo Merasa Yakin Ekonomi RI Tumbuh Hingga 6,5% di 2027

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Buktikan Daya Beli Masyarakat Masih Tinggi, Penjualan Mobil-Motor Naik di April 2026

Purbaya Buktikan Daya Beli Masyarakat Masih Tinggi, Penjualan Mobil-Motor Naik di April 2026

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:33 WIB