Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Gangguan Listrik Sumatra Jadi Momentum Perkuat Infrastruktur PLN

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 25 Mei 2026 | 14:37 WIB
Gangguan Listrik Sumatra Jadi Momentum Perkuat Infrastruktur PLN
Ilustrasi pemeliharaan listrik. (Dok: PLN)
  • Gangguan jaringan transmisi 275 kV di Muara Bungo, Jambi, pada 22 Mei 2026 menyebabkan pemadaman listrik di wilayah Sumatra.
  • PLN segera melakukan pemulihan infrastruktur secara bertahap untuk memastikan sistem kelistrikan kembali normal bagi seluruh masyarakat terdampak.
  • Ketua FKBI mendorong penguatan infrastruktur nasional guna meningkatkan keandalan sistem agar gangguan serupa dapat diminimalkan di masa depan.

Suara.com - Gangguan listrik yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat keandalan infrastruktur ketenagalistrikan nasional.

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, mengatakan proses pemulihan yang dilakukan PLN dinilai sudah mengedepankan kepentingan kosumen.

Tulus menilai peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya sistem kelistrikan nasional yang semakin tangguh menghadapi potensi gangguan di masa mendatang.

Menurut dia, penguatan infrastruktur menjadi langkah penting untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap masyarakat dan layanan publik.

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi. (Foto dok. pribadi)
Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi. (Foto dok. pribadi)

"Hal paling penting sekarang adalah memastikan sistem kelistrikan semakin kuat dan andal sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan," ujar Tulus dalam keterangannya, seperti dikutip, Senin (25/4/2026).

Sebelumnya, PLN menjelaskan bahwa gangguan kelistrikan pada Jumat (22/5/2026) dipicu gangguan pada jaringan transmisi 275 kV di Muara Bungo, Jambi. Gangguan tersebut berdampak pada sistem interkoneksi kelistrikan Sumatra.

Tulus mengatakan, dalam gangguan sistem kelistrikan berskala besar, proses pemulihan memang membutuhkan tahapan agar keseimbangan sistem tetap terjaga.

"Dalam gangguan sistem kelistrikan berskala besar, proses recovery memang tidak bisa dilakukan sekaligus karena harus menjaga keseimbangan sistem kelistrikan secara bertahap," katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat manajemen dan petugas lapangan PLN dalam melakukan pemulihan pasokan listrik di wilayah terdampak. Menurut dia, respons cepat menjadi faktor penting agar masyarakat bisa kembali menikmati layanan listrik secara normal.

"Yang terpenting pascakejadian, manajemen dan tim lapangan PLN langsung bergerak melakukan pemulihan infrastruktur kelistrikan sehingga masyarakat bisa kembali menikmati layanan listrik," bebernya.

Lebih lanjut, Tulus menilai gangguan sistem kelistrikan berskala besar memang memiliki dampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Karena itu, proses pemulihan pasokan listrik harus menjadi prioritas utama.

"Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah memastikan layanan listrik dapat kembali normal secara bertahap dan aman bagi masyarakat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam

Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:24 WIB

Listrik Sumatra Kembali Normal, Penyelidikan Polri dan PLN Ungkap Temuan Baru

Listrik Sumatra Kembali Normal, Penyelidikan Polri dan PLN Ungkap Temuan Baru

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 12:27 WIB

Waspada! Pemerintah Mulai Sidak SPKLU, Isi Daya Mobil Listrik Bisa Tak Sesuai Bayaran?

Waspada! Pemerintah Mulai Sidak SPKLU, Isi Daya Mobil Listrik Bisa Tak Sesuai Bayaran?

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 11:48 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB