Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Rezim Prabowo Semakin Bergerak ke Arah Sosialisme

Bernadette Sariyem

Senin, 25 Mei 2026 | 15:22 WIB
Rezim Prabowo Semakin Bergerak ke Arah Sosialisme
ILUSTRASI - Presiden Prabowo Subianto bersama dengan Presiden Xi Jinping, Sabtu (09/11/2024). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)
baca 10 detik
  • Rektor Universitas Paramadina, Didik J Rachbini, menilai Presiden Prabowo sedang menerapkan kebijakan ekonomi model sosialisme pasar.
  • Kebijakan ini mengedepankan peran negara yang kuat untuk mengimplementasikan ekonomi konstitusi demi mengurangi kesenjangan sosial masyarakat.
  • Pergeseran arah ekonomi tersebut dipengaruhi pemikiran Soemitro Djojohadikusumo untuk meminimalisir praktik konglomerasi yang tidak berkeadilan sosial.

Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto dinilai tengah membangun arah kebijakan ekonomi sosial ke model Sosialimes pasar. 

Penilaian itu dilontarkan Rektor Universitas Paramadina, Didik J Rachbini, dalam diskusi bertema “Menakar Akurasi Laporan The Economist: Apakah Indonesia Menuju Jurang?” di Jakarta, Jumat (22/5) pekan lalu.

Didik mengatakan, gaya kepemimpinan ekonomi Prabowo kini mulai meninggalkan pendekatan pasar bebas atau free market murni, dan beralih ke arah sosialisme dengan peran negara yang semakin dominan.

Langkah ini dipandang sebagai upaya konkret untuk mengimplementasikan 'Ekonomi Konstitusi' yang selama ini digaungkan Prabowo.

Didik J Rachbini menilai, pergeseran ini berpotensi menimbulkan riak di tingkat global, terutama bagi lembaga dan media ekonomi yang menganut paham liberalisme. 

“Presiden Prabowo switch ke Sosialisme, sehingga negara menjadi kuat. Jadi, majalah The Economist yang mengkritiknya itu kan beraliran free market. Tentu terjadi benturan," kata Profesor Didik, dikutip hari Senin (25/5/2026).

Kritik tajam Prabowo terhadap praktik konglomerasi yang dianggap tidak berpihak pada keadilan sosial, menjadi sinyal kuat adanya perubahan haluan ini.

Didik menekankan, penguatan peran negara diperlukan untuk memastikan kekayaan nasional tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak, sebuah gagasan yang sejalan dengan kritik-kritik Prabowo dalam bukunya, Paradoks Indonesia.

Ayah Prabowo Subianto, Soemitro Djojohadikoesoemo (Kementerian Keuangan)
Ayah Prabowo Subianto, Soemitro Djojohadikoesoemo (Kementerian Keuangan)

Warisan Pemikiran Soemitro Djojohadikusumo

baca juga

Analisis Didik Rachbini juga menyentuh aspek historis dan personal dari sosok Prabowo Subianto. Ia meyakini, arah kebijakan ekonomi saat ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh besar sang ayah, Prof Soemitro Djojohadikusumo, yang merupakan begawan ekonomi Indonesia.

Soemitro dikenal luas sebagai arsitek ekonomi yang memiliki pendekatan "sosialisme pasar".

"Bisa dikatakan, ideologi pemerintahan Prabowo adalah Sosialisme Pasar," kata dia.

Pendekatan ini mencoba menggabungkan kekuatan mekanisme pasar, dengan intervensi negara yang tegas pada sektor-sektor strategis.

Menurut Didik, hal ini merupakan cerminan dari nasionalisme konstitusional yang dianut oleh Soemitro sejak era awal kemerdekaan.

"Prabowo pasti dipengaruhi pemikiran ayahnya. Ideologi Soemitro memang sangat sulit dipisahkan dari corak nasionalismenya. Terutama menilai ekonomi Pancasila sesuai pembukaan UUD 45 adalah realisasi nilai-nilainya secara normatif."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mencetak 3 Presiden dan 3 Wapres, Rahasia di Balik Museum Seskoad yang Diresmikan Prabowo

Mencetak 3 Presiden dan 3 Wapres, Rahasia di Balik Museum Seskoad yang Diresmikan Prabowo

News | Senin, 25 Mei 2026 | 14:45 WIB

Polymarket Diblokir: Saat "Gercep" Komdigi Hanya Berlaku Jika Mengusik Penguasa?

Polymarket Diblokir: Saat "Gercep" Komdigi Hanya Berlaku Jika Mengusik Penguasa?

Your Say | Senin, 25 Mei 2026 | 10:54 WIB

Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z

Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:17 WIB

Jeritan Orang Desa Saat Dolar Tembus Rp17.600, dari Dapur, Pasar, hingga Industri Tahu

Jeritan Orang Desa Saat Dolar Tembus Rp17.600, dari Dapur, Pasar, hingga Industri Tahu

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 08:02 WIB

Jangan Biarkan Uang Menguap, Ini 2 Investasi Aman saat Rupiah Melemah

Jangan Biarkan Uang Menguap, Ini 2 Investasi Aman saat Rupiah Melemah

Your Say | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:30 WIB

Prabowo Izin Ngopi saat Pidato di DPR: Supaya Gak Ngantuk, Gerindra Ada Yang Tidur?

Prabowo Izin Ngopi saat Pidato di DPR: Supaya Gak Ngantuk, Gerindra Ada Yang Tidur?

Video | Jum'at, 22 Mei 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Dorong Konversi Kendaraan Listrik, Mampukah Pangkas Impor Energi?

Prabowo Dorong Konversi Kendaraan Listrik, Mampukah Pangkas Impor Energi?

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

×