Prabowo Dorong Konversi Kendaraan Listrik, Mampukah Pangkas Impor Energi?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:30 WIB
Prabowo Dorong Konversi Kendaraan Listrik, Mampukah Pangkas Impor Energi?
Ilustrasi kendaraan listrik [Foto: ANTARA]

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mempercepat transisi energi melalui konversi massal kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi swasembada energi sekaligus upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM.

Dalam rapat paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026), Prabowo menyampaikan bahwa elektrifikasi sektor transportasi dapat menjadi kunci untuk menghemat devisa negara yang selama ini terserap untuk impor bahan bakar fosil.

"Kita padukan ini dengan konversi motor dan mobil, dari motor dan mobil BBM ke motor listrik, insyaAllah kita akan hilangkan ketergantungan kita kepada impor BBM dan kita akan menghemat devisa kita yang sangat berharga," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, program konversi kendaraan memungkinkan masyarakat tetap memanfaatkan kendaraan yang sudah dimiliki tanpa harus membeli unit baru, sekaligus mendukung target ketahanan energi nasional.

Namun, rencana tersebut mendapat catatan dari Institute for Essential Services Reform (IESR). Direktur Riset dan Inovasi IESR, Raditya Wiranegara, menilai keberhasilan program konversi kendaraan listrik masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dari sisi biaya dan kesiapan industri pendukung.

"Pertama, total biaya konversi saat ini masih cenderung mahal, bahkan jika dibandingkan dengan pembelian kendaraan listrik baru," kata Raditya dalam pernyataan tertulis, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, biaya terbesar berasal dari baterai dan conversion kit yang meliputi motor listrik serta inverter. Komponen-komponen tersebut menyumbang lebih dari separuh total biaya konversi kendaraan.

Selain itu, Raditya menyoroti belum terbentuknya ekosistem konversi kendaraan listrik yang memadai di Indonesia. Jumlah bengkel konversi tersertifikasi masih terbatas, sementara sebagian besar komponen utama masih bergantung pada impor.

"Kedua, ekosistem konversi kendaraan listrik di Indonesia saat ini masih belum terbentuk secara memadai," ujarnya.

Menurut IESR, kondisi tersebut berpotensi menciptakan ketergantungan baru pada rantai pasok luar negeri. Padahal, salah satu tujuan utama elektrifikasi transportasi adalah mengurangi ketergantungan terhadap impor energi dan komponen strategis.

Karena itu, IESR mendorong pemerintah untuk tidak hanya mengejar target jumlah kendaraan yang dikonversi, tetapi juga mempercepat pembangunan industri komponen kendaraan listrik dalam negeri. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari program transisi energi dapat dirasakan secara lebih luas.

Raditya menambahkan, keberhasilan program konversi pada akhirnya ditentukan oleh kelayakan ekonominya bagi masyarakat maupun negara. Ia menilai perlu ada kajian mendalam mengenai efektivitas biaya agar program tersebut benar-benar menjadi solusi dalam mendukung transisi energi nasional.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Mobil Listrik Tetap Murah Meski Ada Kebijakan Baru? Begini Kata BRI Finance

Harga Mobil Listrik Tetap Murah Meski Ada Kebijakan Baru? Begini Kata BRI Finance

Bri | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:46 WIB

Ekonomi Pancasila Prabowo, Kemandirian Bangsa atau Monopoli?

Ekonomi Pancasila Prabowo, Kemandirian Bangsa atau Monopoli?

Liks | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:35 WIB

Prabowo Sedang Gali Kubur Kapitalisme, Tapi Dihalangi 'Musuh dalam Selimut'

Prabowo Sedang Gali Kubur Kapitalisme, Tapi Dihalangi 'Musuh dalam Selimut'

Opini | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:30 WIB

Terkini

Polisi Cuma 'Wait and See', KontraS Cium Aroma Pelimpahan Berkas Terselubung ke Puspom TNI

Polisi Cuma 'Wait and See', KontraS Cium Aroma Pelimpahan Berkas Terselubung ke Puspom TNI

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:25 WIB

Nanik S Deyang Jawab Surat Viral Waldan Minta MBG: Bismillah Kami Segera ke Sumbawa

Nanik S Deyang Jawab Surat Viral Waldan Minta MBG: Bismillah Kami Segera ke Sumbawa

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:15 WIB

Korban Kekerasan dan Pembela HAM Disebut Sulit Dapat Keadilan Lewat Peradilan Militer

Korban Kekerasan dan Pembela HAM Disebut Sulit Dapat Keadilan Lewat Peradilan Militer

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:14 WIB

Jalankan Titah Prabowo, Menkeu Purbaya Putuskan Nasib Dirjen Bea Cukai Minggu Depan!

Jalankan Titah Prabowo, Menkeu Purbaya Putuskan Nasib Dirjen Bea Cukai Minggu Depan!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:47 WIB

Ogah Menyerah, Nurhadi Siap Lawan Balik Lewat Kasasi Usai Vonis 5 Tahun Diperkuat

Ogah Menyerah, Nurhadi Siap Lawan Balik Lewat Kasasi Usai Vonis 5 Tahun Diperkuat

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:41 WIB

Koalisi Ormas Islam Laporkan Hercules Terkait Dugaan Persekusi dan Ancaman Senjata Api

Koalisi Ormas Islam Laporkan Hercules Terkait Dugaan Persekusi dan Ancaman Senjata Api

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:28 WIB

Malaysia Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Juni 2026

Malaysia Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Juni 2026

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:18 WIB

KPK Dalami Penukaran Uang Pejabat Bea Cukai yang Jadi Tersangka Korupsi

KPK Dalami Penukaran Uang Pejabat Bea Cukai yang Jadi Tersangka Korupsi

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:09 WIB

200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online!

200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:32 WIB

WN Australia Pimpin Anak Usaha Danantara, PDIP: Jangan Sampai Bangsa Sendiri Tersingkir

WN Australia Pimpin Anak Usaha Danantara, PDIP: Jangan Sampai Bangsa Sendiri Tersingkir

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:23 WIB