Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat

Muhammad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 25 Mei 2026 | 16:00 WIB
Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat
Sejumlah warga menyeberang sungai melalui jembatan darurat di wilayah Tenge Besi, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh untuk mengambil bantuan. [Khalis Surry/Suara.com].
baca 10 detik
  • Mendagri Tito Karnavian melaporkan 4.922 sekolah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini berangsur pulih.
  • Sebagian siswa di zona merah masih belajar di tenda atau menumpang sekolah lain sambil menunggu proses relokasi.
  • Pemerintah memastikan infrastruktur publik kembali berfungsi dan bersiap memulai tahap rehabilitasi serta rekonstruksi permanen pascabencana di daerah tersebut.

Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan masih ada sejumlah sekolah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang menjalankan kegiatan belajar mengajar di tenda, kelas darurat, hingga menumpang di sekolah lain.

Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah yang harus direlokasi karena masuk zona merah.

Tito menyampakain itu usai Rapat Koordinasi dengan Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Ia menyebut proses pembelajaran di wilayah terdampak bencana tetap berjalan meski sebagian sekolah belum dapat kembali beroperasi secara normal.

Berdasar data, Tito mengungkap, dari total 4.922 sekolah yang terdampak di tiga provinsi tersebut, sekitar 3.800 sekolah telah diperbaiki dan kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

"Proses pembelajaran berjalan, tapi dari 4.922, ada beberapa sekolah yang ada di tenda, dan terutama di daerah merah. Di daerah merah yang dia harus relokasi, ini yang sedang tadi kita bicarakan mengenai kesiapan tempat untuk relokasinya," ungkapnya.

Selain belajar di tenda, sebagian siswa masih harus menumpang di sekolah lain atau menggunakan kelas darurat sambil menunggu proses perbaikan dan relokasi selesai.

"Kemudian juga ada yang menumpang di sekolah yang lain, ya, ada juga yang di kelas darurat. Itu ada beberapa, tapi mayoritas sudah di sekolah masing-masing. Dari 4.922, seingat saya lebih kurang hampir 3.800 itu ada di sekolah masing-masing, sudah diperbaiki," ujarnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian usai Rapat Koordinasi dengan Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026). [Suara.com/Bagaskara]
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian usai Rapat Koordinasi dengan Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026). [Suara.com/Bagaskara]

Meski demikian, Tito menegaskan kondisi pemulihan pascabencana secara umum menunjukkan perkembangan positif.

baca juga

Infrastruktur dasar dan pelayanan publik di wilayah terdampak sebagian besar telah kembali berfungsi. Ia juga menyebut roda pemerintahan daerah yang sebelumnya sempat terganggu kini sudah berjalan normal.

"Pemerintahan kabupaten yang tadinya ada yang tidak jalan, sekarang semua sudah jalan. Kantor desa ada yang masih di Huntara (Hunian Sementara) atau rumah kepala desa, tapi pelayanan operasional sudah berjalan," katanya.

Di sektor infrastruktur, seluruh jalan nasional yang sempat terdampak kini telah kembali terhubung. Pemerintah juga memasang sejumlah jembatan darurat untuk menjaga akses mobilitas warga.

"Jembatan nasional sudah terhubung meskipun sifatnya temporer, ada yang pakai bailey, jembatan perintis, hingga jembatan gantung. Yang masih menjadi perhatian adalah perbaikan jalan provinsi di rute Bireuen-Gayo Lues (Aceh) dan di Tapanuli Utara," jelasnya.

Menurut Tito, pemerintah kini bersiap memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi permanen, termasuk mempercepat relokasi warga dari hunian sementara menuju hunian tetap.

"Update situasi ini menunjukkan kita sudah siap masuk ke tahap pemulihan permanen (rehabilitasi dan rekonstruksi). Fokus kita ke depan adalah memastikan warga tidak terlalu lama di Huntara dan segera memiliki Hunian Tetap (Huntap)," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kucurkan Rp100,1 Triliun untuk Rehab-Rekon Sumatera Pasca Bencana, Mendagri: Target Rampung 2028

Kucurkan Rp100,1 Triliun untuk Rehab-Rekon Sumatera Pasca Bencana, Mendagri: Target Rampung 2028

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:22 WIB

Dasco Pimpin Rakor Tingkat Tinggi, Kebut Pembangunan 39 Ribu Huntap untuk Korban Bencana Sumatera

Dasco Pimpin Rakor Tingkat Tinggi, Kebut Pembangunan 39 Ribu Huntap untuk Korban Bencana Sumatera

News | Senin, 25 Mei 2026 | 13:10 WIB

DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Koordinasi, Fokus Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera

DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Koordinasi, Fokus Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:54 WIB

Terkini

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Dari Pertemanan hingga Aksi Sosial, Perjalanan Anak Muda di Balik Nada Kasih

Dari Pertemanan hingga Aksi Sosial, Perjalanan Anak Muda di Balik Nada Kasih

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Entertainment | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Konser Amal Nada Kasih Kumpulkan Donasi Rp414 Juta untuk Anak yang Membutuhkan Layanan Kesehatan

Konser Amal Nada Kasih Kumpulkan Donasi Rp414 Juta untuk Anak yang Membutuhkan Layanan Kesehatan

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:59 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Tak Merasa Salah! Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf, Anggota DPD: Pecat!

Tak Merasa Salah! Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf, Anggota DPD: Pecat!

Video | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:50 WIB

×