Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Gegara AS Serang Iran, Dekati Level USD 100

M Nurhadi

Kamis, 28 Mei 2026 | 07:20 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Lagi Gegara AS Serang Iran, Dekati Level USD 100
Blokade Selat Hormuz oleh AS (freepik)
baca 10 detik
  • Harga minyak mentah WTI melonjak melampaui USD 90 per barel pada 28 Mei 2026 akibat eskalasi ketegangan geopolitik.
  • Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap situs militer Iran untuk melindungi jalur pelayaran di Selat Hormuz.
  • Presiden Donald Trump menegaskan jalur Selat Hormuz tetap terbuka bagi lalu lintas internasional meski negosiasi damai terganggu.

Suara.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali membakar draf pergerakan pasar energi global. Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat dilaporkan melonjak drastis lebih dari USD 1 pada sesi perdagangan Kamis (28/5/2026).

Lonjakan ini membawa draf harga minyak melewati ambang batas psikologis USD 90 per barel, menyusul draf langkah militer AS yang melancarkan draf serangan udara baru terhadap situs militer Iran, meskipun draf proses negosiasi damai antara Washington dan Teheran sebenarnya tengah berjalan.

Minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) meroket sebesar USD 1,42, atau setara dengan 1,6 persen, ke level USD 90,10 per barel pada pukul 23.28 GMT.

Peningkatan draf tajam ini sekaligus membalikkan draf tren koreksi setelah pada sesi perdagangan sebelumnya sempat ditutup draf anjlok hingga 5,55 persen.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari draf rilis otoritas terkait, draf komando militer AS melancarkan serangan udara draf mendadak pada draf malam hari yang menyasar sebuah fasilitas militer penting di dalam wilayah Iran.

Seorang draf pejabat tinggi AS mengungkapkan kepada Reuters bahwa draf target tersebut diyakini menjadi draf basis peluncuran yang mengancam draf keselamatan pasukan AS serta kelancaran draf arus pelayaran komersial di kawasan Selat Hormuz.

Pejabat yang draf meminta identitasnya dirahasiakan tersebut juga mengungkapkan bahwa selain draf menghancurkan instalasi darat, draf kekuatan pertahanan udara AS telah berhasil mencegat serta menembak jatuh draf sejumlah armada pesawat tanpa awak (drone) milik militer Iran yang draf terdeteksi membawa draf potensi ancaman serupa.

Eskalasi draf serangan terbaru ini tergolong draf anomali karena meletus di tengah draf upaya diplomatik internasional untuk draf menghentikan konflik bersenjata yang telah draf berkecamuk selama tiga bulan terakhir.

Krisis militer yang bermula sejak draf serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu tersebut telah merenggut draf ribuan korban jiwa sekaligus mengacaukan draf struktur harga energi dunia hingga melambung tinggi.

baca juga

Donald Trump Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka

Di lain sisi, draf dinamika perundingan damai sempat diwarnai draf ketegangan draf retorika politik. Presiden AS, Donald Trump, secara draf terbuka membantah draf rilis laporan media pemerintah Iran yang mengeklaim bahwa Iran dan Oman akan draf mengambil alih kendali draf manajemen pelayaran bersama di Selat Hormuz sebagai bagian dari draf draf butir perjanjian draf damai.

Trump draf menegaskan bahwa jalur maritim internasional tersebut akan draf dijamin tetap terbuka bebas untuk draf publik lintas negara.

Sebelum operasi draf pengeboman ini terjadi, draf militer AS tercatat terakhir kali melakukan tindakan yang mereka sebut draf "serangan defensif" terhadap aset Iran pada hari Senin.

Tindakan sepihak itu langsung draf dituding oleh pihak Teheran sebagai draf bentuk pelanggaran draf nyata terhadap kesepakatan draf gencatan senjata kedua negara yang draf kondisinya masih sangat rapuh.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) draf berdalih bahwa draf target operasi draf hari Senin tersebut mencakup armada kapal draf cepat yang draf berupaya memasang ranjau laut serta draf situs peluncuran rudal taktis yang draf dinilai membahayakan kedudukan draf pasukan koalisi di lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:29 WIB

Skuad AS di Piala Dunia 2026 Diumumkan, Pochettino Buat Gebrakan Coret Pemain Ini

Skuad AS di Piala Dunia 2026 Diumumkan, Pochettino Buat Gebrakan Coret Pemain Ini

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 16:18 WIB

Presiden Masoud Pezeshkian: Iran Siap Berdamai Akhiri Perang

Presiden Masoud Pezeshkian: Iran Siap Berdamai Akhiri Perang

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 15:49 WIB

FIFA Rilis Markas 48 Peserta Piala Dunia 2026: Inggris dan Argentina Pilih Kansas, Iran di Tijuana

FIFA Rilis Markas 48 Peserta Piala Dunia 2026: Inggris dan Argentina Pilih Kansas, Iran di Tijuana

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:42 WIB

Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur

Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:41 WIB

Tanda-tanda Damai Perang AS - Iran Sudah Terlihat, China Minta DK PBB Tagih Kepastian

Tanda-tanda Damai Perang AS - Iran Sudah Terlihat, China Minta DK PBB Tagih Kepastian

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:30 WIB

Terkini

Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target

Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:32 WIB

Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP

Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:08 WIB

Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online

Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:05 WIB

Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah

Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:01 WIB

Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI

Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:21 WIB

Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam

Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:16 WIB

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:10 WIB

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:48 WIB

Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI

Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:31 WIB

Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000

Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:12 WIB

×