- Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan 3,2 juta ekor hewan kurban nasional pada Idul Adha 2026 dalam kondisi aman dan surplus.
- Kebutuhan hewan kurban nasional tahun 2026 diperkirakan mencapai 2,4 juta ekor, sehingga terdapat surplus sekitar 800.000 ekor hewan.
- Peningkatan tren pemotongan hewan kurban dan dam haji di dalam negeri memberikan dampak positif bagi ekonomi peternak lokal.
Suara.com - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memastikan ketersediaan hewan kurban nasional pada Idul Adha 2026 dalam kondisi aman bahkan surplus. Pemerintah mencatat total ketersediaan hewan kurban mencapai sekitar 3,2 juta ekor, sementara kebutuhan nasional diperkirakan hanya sekitar 2,4 juta ekor.
Dengan kondisi tersebut, terdapat surplus sekitar 800.000 ekor hewan kurban di seluruh Indonesia.
Menurut Sudaryono, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa sektor peternakan nasional masih mampu bertahan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
“Ini artinya alhamdulillah Allah telah memberikan rahmat-Nya, telah memberikan rezekinya kepada bangsa kita, negara kita. Hari ini di saat kesulitan perang di mana-mana kita dalam keadaan yang baik, itu perlu tentu kita syukuri bersama,” kata Sudaryono dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).
Ia mengatakan tren pelaksanaan kurban masyarakat juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data iSIKHNAS, jumlah pemotongan hewan kurban nasional pada 2025 mencapai 2.268.764 ekor atau naik 11,5 persen dibandingkan 2024 sebanyak 2.033.995 ekor.
Pdlaksanaan kurban di lingkungan Kementerian Pertanian tahun ini juga mencatat jumlah tertinggi sepanjang penyelenggaraan.
Pada 2026, jumlah hewan kurban yang terkumpul di Masjid Nurul Iman mencapai 49 ekor, terdiri atas 41 sapi dan 8 kambing.
Jumlah itu melonjak dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024 hanya tercatat 2 sapi dan 15 kambing, lalu meningkat menjadi 9 sapi dan 10 kambing pada 2025.
“Insyaallah negara kita baik, pertumbuhannya baik dan kita bisa lihat partisipasi dari jumlah kurban di masjid ini saja,” ujar Sudaryono.
Hewan kurban tersebut berasal dari berbagai pihak mulai dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wamentan Sudaryono, pejabat Kementan, mitra kerja, BUMN hingga HKTI yang menyalurkan 15 ekor sapi.
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan total ketersediaan hewan kurban nasional terdiri atas 860 ribu sapi, 34 ribu kerbau, 1,4 juta kambing dan 935 ribu domba.
“Kami melaporkan bahwa ketersediaan hewan kurban secara nasional cukup aman dan terkendali. Total proyeksi ketersediaan sebanyak 3,2 juta ekor, sementara proyeksi kebutuhan nasional kita untuk pengadaan hewan kurban ini sebanyak 2,4 juta ekor sehingga masih ada surplus sekitar 800 ribu ekor,” kata Agung.
Ia menambahkan pemerintah juga menyalurkan lebih dari 1.000 ekor sapi bantuan kemasyarakatan Presiden ke berbagai daerah pada tahun ini.
“Totalnya itu ada 1.000 lebih sapi kurban bantuan kemasyarakatan dari Bapak Presiden dan alhamdulillah setiap tahun ini naik terus. Tahun kemarin 981, sekarang 1.000 lebih karena ini bentuk kepedulian dari Presiden kepada kita semua, khususnya para peternak,” ujarnya.
Selain itu, jumlah dam haji yang disembelih di dalam negeri juga meningkat tajam. Jika tahun lalu sekitar 10 ribu kambing dipotong melalui skema dam haji, tahun ini jumlahnya mencapai 32.690 ekor.
Menurut Agung, peningkatan kebutuhan hewan kurban dan dam haji tersebut memberikan dampak positif terhadap peternak lokal.
“Kalau 200 ribu jemaah haji saja ditambah dengan kebutuhan kurban tadi, maka setiap tahun paling tidak lebih dari 2 juta ekor harus disiapkan dan ini menambah keberkahan bagi teman-teman peternak kita,” kata Agung.