Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Anak Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Dicekek Terus! Nyaris Ulang Krisis 1998

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:43 WIB
Anak Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Dicekek Terus! Nyaris Ulang Krisis 1998
Putra Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap kondisi ekonomi Indonesia sempat berada dalam tekanan berat sepanjang 2023 hingga 2025 akibat kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang dinilai terlalu ketat. Foto Tangkapan Layar YouTube Samuel Christ.
  • Ekonomi RI disebut “dicekek” akibat bunga dan pajak tinggi.
  • Puncak tekanan ekonomi terjadi pada Agustus-September 2025.
  • Disebut ada potensi krisis seperti 1998 tanpa intervensi pemerintah.

Suara.com - Putra Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakni Yudo Sadewa mengungkap kondisi ekonomi Indonesia sempat berada dalam tekanan berat sepanjang 2023 hingga 2025 akibat kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang dinilai terlalu ketat. Ia bahkan menyebut situasi ekonomi nasional kala itu “dicekek terus” hingga nyaris menyerupai krisis besar seperti 1998.

Dalam pernyataannya di sebuah podcast bersama Samuel Christ, ia mengatakan tekanan ekonomi terjadi karena kenaikan suku bunga dan beban pajak yang membuat daya beli masyarakat bawah melemah drastis.

Ekonomi Indonesia tuh sebelumnya udah ancur-ancuran. Karena kesalahan kebijakan fiskal dan moneter. Tahun 2023 sampai 2025 ekonomi benar-benar diteken banget,” ujarnya.

Menurut dia, dampak paling terasa terjadi pada masyarakat kelas bawah yang aktivitas ekonominya melambat akibat tingginya biaya hidup dan mahalnya akses pembiayaan.

“Bunga naik, pajak naik, masyarakat bawah nggak gerak jadinya,” katanya.

Ia menyebut puncak tekanan ekonomi terjadi pada Agustus hingga September 2025. Namun, kondisi mulai menunjukkan tanda pemulihan pada 2026 meski belum sepenuhnya pulih.

“Tahun ini mulai recovery tapi belum pulih. Pulih itu kurang lebih butuh 1-2 tahun,” ujarnya.

Pernyataan yang paling menyita perhatian muncul ketika ia menyinggung potensi krisis lebih besar apabila pemerintah tidak segera turun tangan. Ia bahkan mengaitkannya dengan situasi krisis ekonomi 1998.

“Tahun 2025 ini kalau misalnya bapak nggak diangkat jadi menteri, nggak ikut turun tangan, ada potensi 2026-nya kayak tahun 1998. Soalnya udah lama ekonomi dicekek terus,” katanya.

Ia juga memuji kemampuan sang ayah dalam menangani sektor keuangan negara. Menurutnya, pengalaman dan intensitas kerja tinggi menjadi alasan Presiden terus memanggil Purbaya untuk membantu penanganan ekonomi nasional.

“Dia punya pengalaman juga sudah terbangnya tinggi. Saking jagonya bapak tidur cuma sehari dua jam, dipanggil presiden terus,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah 'Kena Mental'! Dolar Singapura Tembus Rp14.000, Pertama Dalam Sejarah RI

Rupiah 'Kena Mental'! Dolar Singapura Tembus Rp14.000, Pertama Dalam Sejarah RI

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:20 WIB

Gawat! Mata Uang Garuda Babak Belur, Dolar AS dan Singapura Kompak Hajar Rupiah Hari Ini

Gawat! Mata Uang Garuda Babak Belur, Dolar AS dan Singapura Kompak Hajar Rupiah Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:12 WIB

Waspada Skimpflation: Strategi Senyap Industri Digital saat Rupiah Anjlok

Waspada Skimpflation: Strategi Senyap Industri Digital saat Rupiah Anjlok

Your Say | Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:30 WIB

Terkini

Saham BBCA dan BBRI Sedang 'Cuci Gudang', Saatnya Borong?

Saham BBCA dan BBRI Sedang 'Cuci Gudang', Saatnya Borong?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 23:33 WIB

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:51 WIB

MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak

MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:49 WIB

Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah

Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:43 WIB

Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI

Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:37 WIB

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:25 WIB

Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025

Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:17 WIB

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:30 WIB

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:23 WIB

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:46 WIB