Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:47 WIB
Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?
Suasana bongkar-muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (11/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • DSI jadi pusat kendali ekonomi & instrumen koreksi struktural demi perkuat kedaulatan SDA nasional.
  • Integrasi data lintas lembaga lewat DSI mampu tutup celah 'under invoicing' & 'transfer pricing'.
  • Kontrol devisa CPO & batu bara oleh DSI akan jadi 'shock absorber' stabilisasi nilai tukar Rupiah.

Suara.com - Kehadiran PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru menandai babak baru dalam tata kelola komoditas strategis. Legitimasi dan mandat DSI lahir dari kebutuhan mendesak negara untuk memperkuat kedaulatan ekonomi di sektor sumber daya alam (SDA), sekaligus menegaskan sikap nasionalisme ekonomi pemerintah demi kemakmuran rakyat.

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita, menyatakan bahwa DSI diharapkan mampu berfungsi sebagai pusat kendali ekonomi nasional. Menurutnya, lembaga ini mengemban tugas krusial untuk memastikan negara memiliki transparansi serta kendali penuh terhadap arus devisa dari komoditas strategis.

Namun, Ronny mengingatkan bahwa kehadiran regulasi formal saja tidak cukup. Langkah ini wajib didukung oleh tata kelola yang kredibel, transparan, dan dibangun di atas prinsip profesionalisme agar fungsi pengawasan berjalan efektif.

"Kehadiran DSI bisa dipahami sebagai instrumen koreksi struktural negara agar kekayaan alam tidak berhenti sebagai angka ekspor, tetapi benar-benar menjadi sumber penguatan fiskal, stabilitas moneter, dan pembiayaan pembangunan nasional," ujar Ronny dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (29/5/2026).

Untuk mengukur efektivitas kinerja DSI dalam fase transformasi awal, Ronny memaparkan tiga indikator utama yang harus dipenuhi yakni peningkatan retensi Devisa Hasil Ekspor (DHE) di dalam negeri yang terukur, transparansi transaksi melalui integrasi data lintas lembaga dan efisiensi ekonomi yang tetap menjaga daya saing dunia usaha.

Ronny menambahkan, sistem pelacakan transaksi yang terintegrasi memiliki potensi besar untuk menutup celah manipulasi yang kerap dimanfaatkan oknum eksportir, seperti praktik under invoicing dan transfer pricing. Selama ini, fragmentasi data dan lemahnya koordinasi antar-instansi menjadi titik lemah pengawasan.

"Ketika data ekspor, kepabeanan, perpajakan, perbankan, dan lalu lintas devisa berada dalam satu ekosistem yang terkoneksi, ruang manipulasi otomatis menyempit drastis," imbuhnya.

Lebih lanjut, sistem terintegrasi ini diyakini bisa menjadi game changer jika dibarengi dengan formula insentif dan disi seperti fleksibilitas penggunaan, insentif pajak, atau kepastian regulasi maka kepatuhan pelaku usaha akan meningkat secara alami.

Dalam konteks makroekonomi, DSI dinilai berpotensi menjadi intervensi struktural paling penting dalam satu dekade terakhir untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Fenomena paradoks di mana Indonesia mengalami surplus komoditas tinggi namun Rupiah tetap tertekan diharapkan dapat segera diakhiri.

baca juga

Jika negara melalui DSI sukses memperketat kontrol arus devisa dari sektor andalan seperti kelapa sawit (CPO) dan batu bara, dampaknya akan langsung mempertebal cadangan devisa dan memperdalam pasar valas domestik.

"Dengan mekanisme retensi devisa yang lebih kuat, negara memiliki bantalan likuiditas yang lebih besar untuk menjaga stabilitas kurs, membiayai impor strategis, dan meredam kepanikan pasar. Dalam bahasa sederhana, DSI bisa menjadi shock absorber baru bagi ekonomi Indonesia," pungkas Ronny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:18 WIB

Rupiah Melemah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar, Bagaimana Nasib Harga Pertalite?

Rupiah Melemah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar, Bagaimana Nasib Harga Pertalite?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:00 WIB

Emiten-emiten Konglomerat Mulai Komentar Soal Ekspor Satu Pintu Lewat DSI

Emiten-emiten Konglomerat Mulai Komentar Soal Ekspor Satu Pintu Lewat DSI

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:10 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×