Pancasila di Era Digital: Ketika Polarisasi dan Hilangnya Adab Jadi Tantangan Bangsa

Rully Fauzi

Senin, 01 Juni 2026 | 07:45 WIB
Pancasila di Era Digital: Ketika Polarisasi dan Hilangnya Adab Jadi Tantangan Bangsa
Logo Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. [BPIP]
baca 10 detik
  • PKP menilai tantangan Pancasila kini bukan lagi konflik ideologi, melainkan pergeseran nilai akibat perubahan sosial, budaya, dan arus digital yang mengikis karakter bangsa.
  • PKP mengajak masyarakat menghidupkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui gotong royong, toleransi, musyawarah, dan penghormatan terhadap keberagaman.
  • Menurut PKP, Indonesia Emas 2045 hanya dapat tercapai dengan membangun manusia yang berkarakter Pancasilais, bukan sekadar mengandalkan pembangunan ekonomi dan teknologi.

Suara.com - Dalam memperingati Hari Lahir Pancasila, Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat kembali tantangan Pancasila dalam konteks Indonesia masa kini.

Bagi PKP, ancaman terhadap Pancasila saat ini tidak lagi terutama berupa pertarungan ideologi secara langsung sebagaimana pernah terjadi dalam sejarah bangsa, melainkan melalui perubahan sosial dan budaya yang secara perlahan menggeser cara hidup masyarakat Indonesia dari nilai-nilai yang menjadi ruh Pancasila.

Ketua Umum PKP, H. Isfan Fajar Satryo, menegaskan bahwa bangsa Indonesia tidak pernah kekurangan Pancasila dalam pidato, dokumen negara, maupun berbagai kegiatan seremonial.

Namun, yang menjadi persoalan adalah sejauh mana nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam perilaku masyarakat, penyelenggaraan negara, dan kehidupan sosial sehari-hari.

"Bagi PKP, tantangan bangsa hari ini bukan lagi menemukan Pancasila, melainkan menghidupkan Pancasila dalam manusia Indonesia. Pancasila bukan hanya dasar negara. Pancasila adalah fondasi pembangunan manusia Indonesia dan cara hidup bangsa Indonesia,” ujar Isfan.

Menurut PKP, tantangan terbesar yang dihadapi bangsa saat ini adalah perubahan sosial budaya yang berlangsung secara perlahan tetapi mendasar.

Di ruang publik, sopan santun semakin tergerus. Perbedaan pendapat semakin sering berubah menjadi permusuhan. Musyawarah digantikan oleh saling mencela. Kehidupan digital mendorong polarisasi dan kemarahan sebagai komoditas. Pada saat yang sama, berbagai pengaruh global masuk tanpa proses penyaringan yang memadai terhadap nilai-nilai yang selama ini membentuk karakter bangsa Indonesia.

PKP memandang bahwa modernitas tidak boleh dimaknai sebagai meninggalkan jati diri bangsa. Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterbukaan terhadap dunia harus tetap berpijak pada karakter Indonesia yang menjunjung gotong royong, tenggang rasa, penghormatan kepada sesama, dan keseimbangan antara hak dan tanggung jawab.

Selain itu, PKP juga melihat perlunya menjaga hubungan yang harmonis antara agama, kebudayaan, dan kebangsaan.

Indonesia dibangun di atas keberagaman agama, budaya, suku, dan tradisi yang hidup berdampingan selama berabad-abad.

Karena itu, kehidupan beragama harus menjadi sumber akhlak, persaudaraan, dan kemanusiaan, bukan menjadi alasan untuk menghilangkan penghormatan terhadap keberagaman budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia.

"Pancasila tidak lahir di ruang kosong. Pancasila lahir dari pengalaman hidup bangsa Indonesia sendiri. Karena itu, menjaga Pancasila berarti menjaga karakter bangsa Indonesia, menjaga budaya gotong royong, menjaga persatuan, menjaga penghormatan kepada sesama, dan menjaga keseimbangan antara agama, budaya, dan kebangsaan," lanjut Isfan.

PKP berpandangan bahwa pembangunan manusia Indonesia merupakan bentuk paling nyata dari pengamalan Pancasila.

Politik tidak boleh hanya berorientasi pada perebutan kekuasaan, melainkan harus diarahkan untuk membangun manusia yang berkarakter, berintegritas, produktif, berdaya saing, serta memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.

Dalam konteks tersebut, PKP menempatkan pembangunan kualitas manusia Indonesia sebagai prioritas utama perjuangan partai.

Pendidikan yang bermutu, kesehatan yang merata, kesempatan kerja yang produktif, penguatan karakter kebangsaan, komunikasi publik yang sehat, serta tata kelola pemerintahan yang berintegritas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menghidupkan nilai-nilai Pancasila.

PKP juga menilai bahwa tantangan terbesar generasi muda Indonesia bukan hanya kompetisi ekonomi global, tetapi juga menjaga identitas kebangsaan di tengah derasnya arus informasi dan perubahan budaya yang berlangsung sangat cepat.

"Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, maka kita tidak cukup membangun infrastruktur, industri, atau teknologi. Kita harus membangun manusia Indonesia yang Pancasilais: sehat, cerdas, berintegritas, berbudaya, menghormati keberagaman, dan memiliki semangat gotong royong," tegas Isfan.

Bagi PKP, sosial budaya bangsa Indonesia pada hakikatnya adalah ruang hidup Pancasila.

Ketika kehidupan sosial masih menjunjung persaudaraan, ketika perbedaan masih dapat dikelola melalui musyawarah, ketika agama menjadi sumber kebaikan bersama, ketika budaya lokal tetap dihormati, dan ketika keadilan terus diperjuangkan, maka Pancasila hidup dan bekerja dalam kehidupan bangsa.

Sebaliknya, apabila kehidupan sosial menjadi semakin terpecah, intoleran, individualistis, kehilangan adab, dan tercerabut dari akar budayanya, maka Pancasila berisiko tinggal sebagai simbol formal yang kehilangan daya hidup di tengah masyarakat.

Pada momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini, PKP mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak hanya menjaga Pancasila sebagai ideologi negara, tetapi juga menghidupkannya dalam pendidikan, kebudayaan, keluarga, ruang publik, tata kelola pemerintahan, ketahanan nasional, dan pembangunan manusia Indonesia.

"Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonominya, tetapi oleh kualitas manusianya. Dan kualitas manusia Indonesia hanya akan kokoh apabila dibangun di atas nilai-nilai Pancasila yang hidup dalam kehidupan nyata, bukan sekadar dalam dokumen dan pidato," tukas Isfan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mendagri Dorong Pemda Papua Pegunungan Laksanakan Program Perumahan Sesuai Aturan

Mendagri Dorong Pemda Papua Pegunungan Laksanakan Program Perumahan Sesuai Aturan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:54 WIB

Hercules Sentil Keras Menteri Ara Soal Lahan Tanah Abang: Jangan Pakai Otak Nakalmu Dulu!

Hercules Sentil Keras Menteri Ara Soal Lahan Tanah Abang: Jangan Pakai Otak Nakalmu Dulu!

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:08 WIB

Pengamalan Sila ke-3 dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengamalan Sila ke-3 dalam Kehidupan Sehari-hari

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Isyana Sarasvati dan Olivia Zalianty Rilis Sebuah Mahakarya di Hari Kesaktian Pancasila

Isyana Sarasvati dan Olivia Zalianty Rilis Sebuah Mahakarya di Hari Kesaktian Pancasila

Entertainment | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Jelang Uji Calon Kapolri, Listyo Masih Dampingi Prabowo dan Ngobrol dengan Gibran di Lubang Buaya

Jelang Uji Calon Kapolri, Listyo Masih Dampingi Prabowo dan Ngobrol dengan Gibran di Lubang Buaya

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Prabowo Pimpin Upacara di Lubang Buaya, Puan Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila

Prabowo Pimpin Upacara di Lubang Buaya, Puan Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Kenapa Bendera Merah Putih Dikibarkan Setengah Tiang Sebelum Hari Kesaktian Pancasila?

Kenapa Bendera Merah Putih Dikibarkan Setengah Tiang Sebelum Hari Kesaktian Pancasila?

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Susunan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Sesuai Pedoman Kementerian Kebudayaan

Susunan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Sesuai Pedoman Kementerian Kebudayaan

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Tema Hari Kesaktian Pancasila 2026, Lengkap dengan Pedoman Peringatannya

Tema Hari Kesaktian Pancasila 2026, Lengkap dengan Pedoman Peringatannya

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Terkini

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:19 WIB

×