- Indeks Harga Saham Gabungan naik 1,49 persen ke level 6.218 pada perdagangan sesi pertama, Selasa, 2 Juni 2026.
- Penguatan IHSG didorong oleh perbaikan aktivitas manufaktur domestik serta data inflasi yang tetap terjaga sesuai target.
- Pasar saham Indonesia menguat di tengah pelemahan bursa Asia akibat ketidakpastian geopolitik di wilayah Timur Tengah.
Angka tersebut masih berada dalam rentang target inflasi Bank Indonesia sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.
Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 masih mencatatkan surplus meski nilainya lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. BPS melaporkan surplus neraca perdagangan mencapai 90 juta dolar AS, dengan nilai ekspor sebesar 25,30 miliar dolar AS dan impor 25,21 miliar dolar AS.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan sesi I ini, sebanyak 16,03 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 14,81 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,52 juta kali.
Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 347 saham bergerak naik, sedangkan 338 saham mengalami penurunan, dan 274 saham tidak mengalami pergerakan.
Pada sesi pertama perdagangan hari ini, saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain NZIA, DSSA, MORE, CUAN, dan BREN.
Adapun saham yang mengalami penurunan terdalam adalah ELPI, APIC, KJEN, ANDI, dan STAR.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.