- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah kritik Dino Patti Djalal mengenai beban APBN dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo.
- Teddy menegaskan kelebihan biaya perjalanan dinas Presiden ditanggung secara pribadi dan menyindir singkatnya masa jabatan Dino sebagai Wamenlu.
- Laporan LHKPN mencatat kekayaan Teddy mencapai Rp20,1 miliar pada 2026, sementara data terakhir Dino tercatat senilai Rp10,65 miliar.
Di sisi berseberangan, data pelaporan kekayaan Dino Patti Djalal di KPK tidak terbarui dalam waktu dekat.
Kewajiban pelaporan LHKPN atas nama Dino terakhir kali terekam pada tahun 2010 saat menjabat sebagai Komisaris PT Danareksa, serta pemutakhiran singkat pada tahun 2014 ketika masuk ke jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II sebagai Wamenlu.
Merujuk pada basis data tahun 2010 tersebut, total harta kekayaan Dino berada di angka Rp10,65 miliar. Struktur kekayaan sang diplomat pada era tersebut meliputi kepemilikan tanah dan bangunan di kawasan elit Jakarta Selatan senilai Rp6,08 miar.
Untuk aset transportasi, Dino mengoleksi dua unit mobil pribadi dengan taksiran nominal Rp800 juta. Aset penunjang lainnya mencakup harta bergerak lain senilai Rp2,07 miar, investasi surat berharga sebesar Rp223 juta, serta simpanan kas dan setara kas sebesar Rp286 juta. Dino juga tercatat mengantongi piutang aktif dari pihak lain dengan jumlah Rp1,15 miliar.
Meskipun terdapat rentang waktu pelaporan yang cukup jauh, komparasi dokumen resmi negara ini setidaknya memberikan gambaran awal mengenai profil finansial dari kedua tokoh yang tengah hangat diperbincangkan oleh publik tersebut.