Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.879

Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun

Dicky Prastya

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:54 WIB
Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun
Ilustrasi neraca perdagangan. Foto: Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus 89,1 juta Dolar AS pada April 2026, melanjutkan tren positif selama 72 bulan.
  • Capaian surplus April 2026 menjadi angka terendah sejak Mei 2020 akibat adanya defisit besar pada sektor komoditas migas.
  • Amerika Serikat, India, dan Filipina menjadi negara penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia selama periode Januari hingga April 2026.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus 89,1 juta Dolar AS per April 2026. Capaian ini membuat neraca perdagangan RI surplus selama 72 bulan beruntun sejak April 2020.

Meski begitu, surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 menjadi yang terendah sejak Mei 2020 alias lima tahun lalu. Dibandingkan Maret 2026 misalnya, surplus ini jauh lebih sedikit dengan angka 3,32 miliar Dolar AS.

"Jadi surplus April 2026 ini merupakan surplus terkecil sejak Mei 2020 atau selama surplus 72 bulan berturut-turut," kata Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers yang disiarkan virtual, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, surplus neraca perdagangan pada April 2026 ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas non-migas sebesar 3,53 miliar USD. Komoditas penyumbang surplus utamanya adalah lemak dan minyak hewani atau nabati (HS15), bahan bakar mineral (HS27), serta besi dan baja (HS72).

Di saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit 3,44 miliar Dolar AS dengan komoditas penyumbang defisit adalah minyak mentah, hasil minyak, dan gas alam.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari hingga April 2026 tercatat surplus sebesar 5,64 miliar Dolar AS. Surplus selama periode itu ditopang oleh surplus komoditas non-migas yaitu sebesar 14,16 miliar USD, sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar 8,52 miliar USD.

Deputi Bidang Metodologi dan informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers yang disaksikan virtual, Selasa (2/6/2026). [Screenshot YouTube BPS]
Deputi Bidang Metodologi dan informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers yang disaksikan virtual, Selasa (2/6/2026). [Screenshot YouTube BPS]

Untuk neraca perdagangan total baik migas dan non-migas, tiga negara penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat sebesar 5,76 miliar USD, India sebesar 4,41 miliar USD, dan yang ketiga adalah Filipina sebesar 2,93 miliar USD.

Sedangkan untuk negara penyumbang defisit terdalam, pertama adalah China dengan minus 7,59 miliar USD, Australia minus 3,29 miliar USD, dan yang ketiga adalah Singapura dengan minus 2,82 miliar USD.

Khusus neraca perdagangan kelompok non-migas, tiga negara penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat dengan 6,81 miliar USD, India 4,44 miliar USD, dan Filipina 2,77 miliar USD.

Sedangkan tiga negara penyumbang defisit terdalam pada kelompok non-migas ini adalah china dengan minus 8,03 miliar USD, Australia minus 3,05 miliar USD, dan Argentina sebesar minus 0,73 miliar USD.

Terkait komoditas penyumbang surplus pada periode Januari hingga April 2026, ini didorong oleh komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati (HS15) dengan surplus sebesar 11,71 miliar USD. Kemudian bahan bakar mineral atau HS27 surplus sebesar 8,34 miliar USD, serta besi dan baja atau HS72 yaitu surplus sebesar 5,71 miliar USD.

Sementara defisit utamanya berasal dari komoditas mesin dan peralatan mekanis atau HS84 dengan defisit sebesar 9,87 miliar USD, mesin dan perlengkapan elektrik atau HS85 defisit sebesar 4,95 miliar USD, serta plastik dan barang dari plastik atau HS39 defisit sebesar 2,80 miliar USD.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%

Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:34 WIB

Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas

Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:29 WIB

Nilai Ekspor RI Naik 5,48% Jadi 92,15 Miliar USD hingga April 2026, Ditopang Sektor Non Migas

Nilai Ekspor RI Naik 5,48% Jadi 92,15 Miliar USD hingga April 2026, Ditopang Sektor Non Migas

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 17:25 WIB

BPS: Harga Beras Naik per Mei 2026, Dari Penggilingan hingga Eceran

BPS: Harga Beras Naik per Mei 2026, Dari Penggilingan hingga Eceran

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:05 WIB

BPS Ungkap Harga Emas Perhiasan per Mei 2026 Alami Deflasi Tiga Bulan Beruntun

BPS Ungkap Harga Emas Perhiasan per Mei 2026 Alami Deflasi Tiga Bulan Beruntun

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:44 WIB

Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:01 WIB

Terkini

Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%

Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:34 WIB

Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen

Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:29 WIB

Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas

Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:29 WIB

Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah

Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:22 WIB

Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ

Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:17 WIB

Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran

Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:11 WIB

Digendong GoTo dan Grab, Sayurbox dan HappyFresh Mau Merger?

Digendong GoTo dan Grab, Sayurbox dan HappyFresh Mau Merger?

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 17:26 WIB

Nilai Ekspor RI Naik 5,48% Jadi 92,15 Miliar USD hingga April 2026, Ditopang Sektor Non Migas

Nilai Ekspor RI Naik 5,48% Jadi 92,15 Miliar USD hingga April 2026, Ditopang Sektor Non Migas

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 17:25 WIB

Rupiah Ambruk, Plesiran Warga RI ke Luar Negeri Ikutan Anjlok

Rupiah Ambruk, Plesiran Warga RI ke Luar Negeri Ikutan Anjlok

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 17:04 WIB

Viral Tagihan Listrik Naik di Medsos, PLN Ungkap Penyebabnya

Viral Tagihan Listrik Naik di Medsos, PLN Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 17:03 WIB