Nilai Ekspor RI Naik 5,48% Jadi 92,15 Miliar USD hingga April 2026, Ditopang Sektor Non Migas

Dicky Prastya

Selasa, 02 Juni 2026 | 17:25 WIB
Nilai Ekspor RI Naik 5,48% Jadi 92,15 Miliar USD hingga April 2026, Ditopang Sektor Non Migas
Ilustrasi. Foto: Ekspor Lampung naik 9,64% di September 2025 menjadi 544,95 juta dolar AS. [ANTARA]
baca 10 detik
  • BPS mencatat nilai ekspor Indonesia periode Januari hingga April 2026 mencapai 92,15 miliar Dolar AS, naik 5,48 persen.
  • Peningkatan ekspor nonmigas sebesar 6,28 persen didorong oleh performa sektor industri pengolahan seperti nikel dan minyak kelapa sawit.
  • Tiongkok, Amerika Serikat, dan India menjadi negara tujuan utama yang berkontribusi 44,52 persen terhadap total ekspor nonmigas Indonesia.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan kalau nilai ekspor Indonesia mencapai 92,15 miliar Dolar AS selama periode Januari hingga April 2026. Capaian ini naik 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini merinci dari total ekspor tersebut, ekspor migas mencapai 4,41 miliar Dolar AS atau turun 8,30 persen secara tahunan (year on year atau yoy).

Sementara ekspor non migas mencapai 87,4 miliar Dolar AS atau naik 6,28 persen secara yoy. Peningkatan nilai ekspor nonmigas ini secara kumulatif terjadi di sektor industri pengolahan.

"Sektor industri pengolahan ini menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor non-migas sepanjang Januari hingga April 2026 dengan andil sebesar 7,71 persen terhadap kenaikan total ekspor," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan virtual, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar adalah produk olahan nikel, minyak kelapa sawit, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, kimia dasar anorganik lainnya, serta semikonduktor dan komponen elektronik lainnya.

Deputi Bidang Metodologi dan informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers yang disaksikan virtual, Selasa (2/6/2026). [Screenshot YouTube BPS]
Deputi Bidang Metodologi dan informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers yang disaksikan virtual, Selasa (2/6/2026). [Screenshot YouTube BPS]

Nilai ekspor RI per April 2026

Khusus periode April 2026, Pudji menyebut nilai ekspor mencapai 25,30 miliar Dolar AS atau naik 21,98 persen yoy dibandingkan April 2025.

"Nilai ekspor migas tercatat senilai 1,15 miliar Dolar AS atau turun 1,20 persen, sementara nilai ekspor non-migas tercatat naik sebesar 23,36 persen dengan nilai 24,15 miliar Dolar AS," paparnya.

Ia menjelaskan, kenaikan nilai ekspor April 2026 secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan nilai ekspor non-migas, yaitu pada komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati (HS15) yang naik 66,59 persen dengan andil 5,91 persen terhadap kenaikan total ekspor.

baca juga

Komoditas kedua adalah nikel dan barang daripadanya (HS75) naik 75,52 persen dengan andil 2,17 persen. Ketiga yakni mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya atau HS84 naik 57,90 persen dengan andil 1,47%.

Komoditas ekspor unggulan RI

Pudji juga menjelaskan soal kinerja ekspor komoditas unggulan Indonesia selama Januari hingga April 2026 yang mencakup besi dan baja, Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya, hingga batu bara.

"Total ketiganya ini memberikan share sekitar 28,30 persen dari total ekspor non-migas Indonesia pada Januari hingga April 2026," lanjutnya.

Rincinya, nilai ekspor besi dan baja naik 2,54% secara kumulatif. Kemudian nilai ekspor CPO dan turunannya naik 16,59 persen secara kumulatif, lalu nilai ekspor batu bara turun 7,27 persen secara kumulatif.

China jadi negara tujuan ekspor RI

Pudji kemudian mengungkapkan kinerja ekspor ke tiga besar negara tujuan RI seperti China, Amerika Serikat, dan India. Nilai ekspor ketiga negara ini memberikan share sekitar 44,52 persen dari total ekspor non-migas Indonesia pada Januari hingga April 2026.

Nilai ekspor non-migas ke Tiongkok tercatat sebesar 22,76 miliar USD dan didominasi oleh besi dan baja atau HS72 dengan share 25,94% dan naik 0,7% secara asitusi.

Lalu nilai ekspor non-migas ke Amerika Serikat tercatat sebesar 10,17 miliar USD dan didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya atau HS85 dengan share 16,21% dan naik 3,28% secara asitusi.

Terakhir, nilai ekspor non-migas ke India tercatat sebesar 6,14 miliar USD dan didominasi oleh bahan bakar mineral atau HS27 dengan share 32,78% dan turun 1,37% secara asitusi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPS: Harga Beras Naik per Mei 2026, Dari Penggilingan hingga Eceran

BPS: Harga Beras Naik per Mei 2026, Dari Penggilingan hingga Eceran

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:05 WIB

BPS Ungkap Harga Emas Perhiasan per Mei 2026 Alami Deflasi Tiga Bulan Beruntun

BPS Ungkap Harga Emas Perhiasan per Mei 2026 Alami Deflasi Tiga Bulan Beruntun

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:44 WIB

Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:01 WIB

Pemerintah Resmi Izinkan BUMN Impor Migas Tanpa Tender, Berlaku Saat Kondisi Darurat

Pemerintah Resmi Izinkan BUMN Impor Migas Tanpa Tender, Berlaku Saat Kondisi Darurat

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:40 WIB

Prabowo Beri Perlakuan Khusus Buat Donald Trump di Aturan Devisa Hasil Ekspor

Prabowo Beri Perlakuan Khusus Buat Donald Trump di Aturan Devisa Hasil Ekspor

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:19 WIB

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×