Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:55 WIB
Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS, jadi sorotan media asing.
  • Strait Times nilai pasar kini menunggu intervensi besar BI.
  • Pelemahan rupiah berisiko memicu arus keluar modal asing.

Suara.com - Kejatuhan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini menjadi sorotan media internasional. Media ternama asal Singapura, The Straits Times, menempatkan pelemahan rupiah sebagai salah satu berita utama setelah mata uang Garuda akhirnya menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6/2026).

Dalam laporannya, The Straits Times menyebut rupiah merosot hingga Rp18.029,5 per dolar AS atau melemah sekitar 0,35 persen dalam sehari. Sepanjang tahun 2026, pelemahan rupiah telah melampaui 7 persen dan menjadikannya sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di Asia tahun ini.

Media tersebut menyoroti bahwa level Rp18.000 bukan sekadar angka biasa. Angka tersebut dianggap sebagai batas psikologis penting yang berpotensi memicu kepanikan pasar sekaligus mempercepat arus keluar dana asing dari pasar saham maupun obligasi Indonesia.

Sejumlah lembaga keuangan global seperti BNP Paribas, MUFG Bank, dan PT Mega Capital Sekuritas memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan meningkatkan intensitas intervensi di pasar valas. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan BI kembali menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat untuk meredam tekanan terhadap rupiah.

Analis BNP Paribas, Parisha Saimbi, dalam laporan tersebut mengatakan bahwa level Rp18.000 menjadi titik yang diawasi ketat pelaku pasar. Menurutnya, otoritas moneter Indonesia kemungkinan akan berupaya keras menahan laju pelemahan agar tidak semakin dalam.

Tekanan terhadap rupiah berasal dari kombinasi faktor eksternal dan domestik. Di tingkat global, lonjakan harga minyak akibat konflik geopolitik dan tingginya suku bunga AS membuat dolar semakin perkasa. Sementara di dalam negeri, investor masih mencermati kondisi fiskal pemerintah, kebutuhan impor energi, serta derasnya arus keluar modal asing.

Rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS untuk pertama kali. Foto ist.
Rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS untuk pertama kali. Foto ist.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, telah menegaskan bahwa tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih berlangsung hingga Juni. BI juga telah melakukan berbagai langkah stabilisasi, mulai dari intervensi di pasar spot dan offshore hingga menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada Mei lalu.

Masuknya isu rupiah ke halaman utama media asing menunjukkan bahwa pelemahan mata uang Indonesia kini tidak lagi dipandang sebagai persoalan domestik semata. Pasar global mulai mengamati kemampuan pemerintah dan Bank Indonesia menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan harga minyak, gejolak geopolitik, dan kekuatan dolar AS yang terus meningkat.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Anjlok Tembus Rp18 Ribu per Dolar, Dokter Tirta Bereaksi Sarkas: Jaya Jaya Jaya!

Rupiah Anjlok Tembus Rp18 Ribu per Dolar, Dokter Tirta Bereaksi Sarkas: Jaya Jaya Jaya!

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:49 WIB

Rupiah Jebol Rp18.000, Dunia Usaha Kian Tercekik Biaya Produksi

Rupiah Jebol Rp18.000, Dunia Usaha Kian Tercekik Biaya Produksi

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:21 WIB

3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP

3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:15 WIB

Terkini

Usai OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Resmi Ditahan KPK

Usai OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Resmi Ditahan KPK

Foto | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:50 WIB

3 Rekomendasi Moisturizer untuk Mengecilkan Pori-Pori, Wajah Mulus dan Glowing

3 Rekomendasi Moisturizer untuk Mengecilkan Pori-Pori, Wajah Mulus dan Glowing

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:49 WIB

Di Balik Hibah Kapal Induk Italia, Ada Ambisi Kejar Tayang 5 Oktober yang Bisa Sedot Anggaran Jumbo

Di Balik Hibah Kapal Induk Italia, Ada Ambisi Kejar Tayang 5 Oktober yang Bisa Sedot Anggaran Jumbo

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:48 WIB

Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Lombok Barat Bungkam Soal 3 Perkara yang Menjeratnya

Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Lombok Barat Bungkam Soal 3 Perkara yang Menjeratnya

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:42 WIB

4 Hydrating Sheet Mask Ampuh Berikan Hidrasi Ekstra untuk Skin Barrier Kuat

4 Hydrating Sheet Mask Ampuh Berikan Hidrasi Ekstra untuk Skin Barrier Kuat

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:40 WIB

Keluh Kesah PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI di Balai Kota: Janji Setara ASN, Realita Jauh dari Kata

Keluh Kesah PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI di Balai Kota: Janji Setara ASN, Realita Jauh dari Kata

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:38 WIB

Pabrik Tekstil di Jepara Tumbang, 670 Orang Menganggur

Pabrik Tekstil di Jepara Tumbang, 670 Orang Menganggur

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:36 WIB

Ironi Makan Bergizi Gratis: Mengapa Daerah 3T Masih Dianaktirikan?

Ironi Makan Bergizi Gratis: Mengapa Daerah 3T Masih Dianaktirikan?

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:35 WIB

Jangan Jerat Tersangka saja, Komnas HAM Dorong Korban Dapat Pemenuhan Hak Atas Pidana Korupsi

Jangan Jerat Tersangka saja, Komnas HAM Dorong Korban Dapat Pemenuhan Hak Atas Pidana Korupsi

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:31 WIB

Gelar Sarjana vs AI: Menagih Aksi Pemerintah Atasi Krisis Kerja Gen Z

Gelar Sarjana vs AI: Menagih Aksi Pemerintah Atasi Krisis Kerja Gen Z

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:30 WIB

×