Rupiah Jebol Rp18.000, Dunia Usaha Kian Tercekik Biaya Produksi

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:21 WIB
Rupiah Jebol Rp18.000, Dunia Usaha Kian Tercekik Biaya Produksi
Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani. [Suara.com/Yaumal Adi Asri Hutasuhut].
baca 10 detik
  • Rupiah Rp18.000 picu lonjakan biaya produksi industri.
  • Impor bahan baku 70% bikin sektor riil tertekan.
  • Dunia usaha mulai tunda ekspansi dan investasi baru.

Suara.com - Pelemahan nilai tukar rupiah yang akhirnya menembus level Rp18.000 per dolar AS mulai memberikan tekanan serius terhadap dunia usaha.

Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani mengingatkan bahwa dampak pelemahan rupiah tidak hanya terlihat pada pasar keuangan, tetapi sudah merembet ke sektor riil melalui kenaikan biaya produksi, pembiayaan, hingga penurunan optimisme industri.

Menurut Shinta, tekanan terhadap rupiah sebenarnya sudah berlangsung sejak awal tahun. Dari posisi sekitar Rp16.800 per dolar AS pada Januari 2026, mata uang Garuda terus melemah hingga mendekati Rp17.000 pada akhir kuartal I dan kini menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

"Artinya, dunia usaha telah menghadapi tekanan nilai tukar ini secara bertahap selama beberapa bulan terakhir, sehingga dampaknya terhadap sektor riil semakin terasa," ujar Shinta dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).

Ketergantungan industri nasional terhadap bahan baku impor yang masih mencapai sekitar 70 persen menjadi salah satu sumber tekanan terbesar. Kondisi tersebut membuat biaya produksi atau cost of goods sold melonjak, margin usaha menyusut, dan ruang ekspansi perusahaan semakin terbatas.

Sektor yang paling merasakan dampaknya antara lain industri tekstil dan produk tekstil, kimia dan petrokimia, plastik, logam dasar, elektronik, hingga otomotif yang masih mengandalkan komponen impor dalam rantai produksinya.

Tekanan tersebut semakin berat karena pelaku usaha juga masih dibebani tingginya biaya logistik, energi, dan pembiayaan. Alhasil, dunia usaha kini menghadapi tekanan biaya berlapis yang berasal dari faktor eksternal.

Shinta menilai kondisi ini mulai tercermin dari menurunnya aktivitas industri. PMI manufaktur yang kembali masuk zona kontraksi sejak Juli 2025 serta tren pelemahan Indeks Kepercayaan Industri menjadi sinyal bahwa sektor riil sedang menghadapi masa yang tidak mudah.

"Apalagi pelemahan rupiah saat ini jauh lebih dalam dibandingkan kuartal pertama tahun ini, ketika sebagian subsektor manufaktur sudah tumbuh di bawah rata-rata ekonomi nasional dan beberapa di antaranya mengalami kontraksi," katanya.

baca juga

Untuk bertahan, banyak perusahaan mulai menerapkan langkah efisiensi seperti pembekuan rekrutmen (hiring freeze), pengendalian biaya non-esensial, penundaan investasi baru, hingga memperkuat penggunaan bahan baku lokal dan strategi lindung nilai (hedging).

Meski demikian, dunia usaha tetap berharap pemerintah dan otoritas moneter mampu menjaga kredibilitas ekonomi nasional serta kepercayaan pasar melalui koordinasi kebijakan yang kuat.

Shinta memahami keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen sebagai langkah menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan risiko inflasi. Namun, menurutnya, kebijakan stabilisasi makro perlu diimbangi dengan langkah nyata untuk menekan berbagai komponen biaya tinggi yang selama ini membebani dunia usaha.

"Dunia usaha meyakini fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Tetapi stabilitas makro harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga daya tahan sektor riil agar pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja tetap terjaga," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Melemah! Wisatawan Singapura Mulai Serbu Jakarta untuk Belanja, Mulai Kemang Hingga SCBD

Rupiah Melemah! Wisatawan Singapura Mulai Serbu Jakarta untuk Belanja, Mulai Kemang Hingga SCBD

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:05 WIB

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB

Terkini

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:52 WIB

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:12 WIB

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Banten | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×