Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?

M Nurhadi

Kamis, 04 Juni 2026 | 20:49 WIB
Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?
Unggahan viral diduga WN Israel jalankan bisnis di Bali [Ist]
  • Netizen membongkar dugaan bisnis ilegal milik WN Israel di Bali yang beroperasi menggunakan identitas palsu sejak Mei 2026.
  • Praktik tersebut melanggar regulasi imigrasi dan hukum pendirian bisnis bagi WNA yang mewajibkan pendirian badan hukum PT PMA resmi.
  • Pelanggaran izin tinggal dan operasional bisnis ilegal dapat dikenai sanksi pidana penjara, denda besar, hingga pendeportasian dari wilayah Indonesia.

Suara.com - Publik belakangan ini digegerkan oleh mencuatnya kabar mengenai keberadaan sejumlah unit usaha yang diduga berhubungan dengan Warga Negara Asing (WNA) asal Israel di Bali. Isu ini kemudian viral, terutama terkait dengan keabsahan izin tinggal dan legalitas operasional bisnis komersial yang mereka jalankan di Pulau Dewata.

Kontroversi ini pertama kali meledak di platform media sosial Threads setelah pemilik akun @aelexav pada 28 Mei 2026 mengungkapkan fakta di balik operasional sebuah restoran bernama Sababa.

Dalam unggahannya tersebut, akun @aelexav juga membubuhkan bukti tangkapan layar percakapan antara pihak manajemen restoran dengan salah satu pelanggannya.

Awalnya, pihak restoran bersikeras mengaku sebagai penyedia kuliner khas Timur Tengah, namun pelanggan tersebut mencium adanya sejumlah kejanggalan yang tidak masuk akal.

Pelanggan tersebut menuliskan pesan kritis kepada pihak restoran: "Aku merasa kamu berbohong. Restoran Lebanese seperti apa yang dimiliki oleh seseorang asal Perancis dan menyajikan roti challah? Aku nerasa kalian menyembunyikan identitas bahkan kalian dikelola oleh orang Israel atau zionis. Orang Arab akan selalu mengaku i amakannya secarabangga. Aku juga melihat kalian melabeli beberapa makanan seperti makanan Maroko dan Persia tetapi kalian tidak melabeli menu musakhan sebagai makanan Palestina,".

Kecurigaan netizen semakin diperkuat oleh arti nama restoran itu sendiri. Dalam bahasa Hebrew yang digunakan di Israel, kata 'Sababa' atau Savava memiliki arti keren, bagus, hingga mengagumkan.

Berdasarkan penelusuran digital, ditemukan pula akun LinkedIn dari sang pemilik Sababa yang bernama Eugenie Taboulet Falcoz. Di dalam profilnya, Falcoz menuliskan sosoknya sebagai co-owner Sababa yang 'menyajikan makanan Israel pada suasana ala Timur Tengah'.

Bisnis dan Travel Agency Diduga Fasilitasi WN Israel

Utas viral tersebut bak bola salju yang memicu netizen lain untuk ikut membongkar daftar restoran-restoran di Bali yang diduga kuat dimiliki oleh pendatang asal Israel.

Akun X dengan nama @joey_ardiva pada tanggal yang sama, yakni 28 Mei 2026, membeberkan beberapa nama tempat makan di Bali yang ditengarai milik warga Israel berdasarkan menu sajian maupun identitas pemiliknya. Beberapa tempat yang disebut antara lain We Love Falafel, Sababa, hingga Paradisocafe.

Tidak berhenti di sektor kuliner, akun @joey_ardiva juga membongkar adanya dugaan agensi perjalanan wisata khusus yang memfasilitasi kedatangan warga Israel ke Bali secara masif. Akun tersebut membagikan tautan yang mengarah pada akun Instagram the.bali.dream.

"Travel agency israeli: https://instagram.com/the.bali.dream" tulis akun tersebut.

Akun @joey_ardiva kemudian menambahkan: "Pantes aja rame zionist berkeliaran di Bali, oh ternyata dibantu sama sesama zionist buat menetap sama berbisnis illegal disini,".

Aturan Imigrasi RI Terhadap Warga Negara Israel

Regulasi keimigrasian Indonesia sebenarnya mencantumkan aturan yang sangat ketat bagi perlintasan warga negara dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.

Secara hukum, Warga Negara (WN) Israel tidak dapat masuk ke wilayah Indonesia dengan menggunakan visa reguler maupun fasilitas Visa on Arrival (VoA). Meski demikian, Israel adalah negara yang menganut aturan dual citizen.

Berikut adalah poin-poin penting aturan imigrasi yang berlaku untuk WN Israel:

  • Mekanisme Calling Visa: WN Israel masuk dalam daftar negara pemegang calling visa. Izin masuk bukan kewenangan Direktorat Jenderal Imigrasi semata, melainkan harus melalui persetujuan rekomendasi bersama instansi terkait.
  • Pembatasan Tujuan Kunjungan: Berdasarkan regulasi (seperti Permenkumham Nomor 2 Tahun 2024), jenis visa yang diberikan sangat dibatasi, dan tidak berlaku untuk wisata umum. Kunjungan umumnya terbatas pada keperluan bisnis dan pembelian barang.
  • Dukungan Politik Tetap Berjalan: Pemerintah RI menegaskan bahwa penerbitan visa ini merupakan instrumen kendali administrasi/keamanan dan bukan bentuk pengakuan diplomatik terhadap Israel.

Regulasi Hukum Pendirian Bisnis bagi WNA di Bali

Secara hukum, turis tidak diizinkan mendirikan atau menjalankan usaha di Bali hanya dengan visa kunjungan. Agar legal, WNA wajib mendirikan PT PMA (Perseroan Terbatas Penanaman Modal Asing), di mana beberapa bidang usaha tertentu (seperti travel) dibatasi untuk investor asing.

Berikut adalah syarat dan tahapan pendirian bisnis WNA di Bali sesuai prosedur hukum:

  1. Wajib Memiliki PT PMA: WNA tidak bisa mendirikan Usaha Dagang (UD) atau perusahaan perorangan lokal. Anda wajib membentuk badan hukum PT PMA melalui sistem Online Single Submission (OSS).
  2. Aturan Kepemilikan Saham: Persentase kepemilikan saham bergantung pada sektor bisnis yang dipilih dalam daftar KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia). Beberapa sektor terbuka penuh 100% untuk asing, namun ada juga yang mensyaratkan kemitraan dengan pemodal lokal.
  3. Pembatasan Sektor Usaha: Bidang usaha tertentu (seperti agen perjalanan wisata skala mikro/UMKM) dilindungi dan tidak boleh dimiliki atau dioperasikan oleh WNA.
  4. Izin Operasional: Selain pendirian perusahaan, Anda perlu mengurus Izin Usaha Pariwisata (TDUP) serta izin komersial lainnya.

WNA yang menggunakan visa liburan (visa kunjungan) untuk membuka atau menjalankan usaha di Bali terbukti melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Jerat hukum yang membayangi para pelanggar aturan ini tidak main-main, mulai dari hukuman kurungan hingga denda ratusan juta rupiah.

Rincian sanksi dan tindakan tegas bagi WNA yang menyalahgunakan izin tinggal untuk berbisnis meliputi:

  • Berdasarkan Pasal 122 huruf a UU Keimigrasian, WNA yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan izin tinggalnya dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 500.000.000.
  • Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK): Jika tidak diproses pidana, WNA akan dikenakan tindakan administratif berupa pembatalan izin tinggal, deportasi, dan penangkalan (larangan masuk ke Indonesia dalam jangka waktu tertentu).
  • Penertiban Gabungan: Praktik ini menjadi fokus utama dari Satgas penertiban, mengingat dampaknya yang mengancam UMKM lokal. Segala aktivitas komersial—seperti menyewakan kendaraan, menjadi fotografer, atau mengelola vila tanpa izin resmi—sangat dilarang bagi pemegang visa wisata.
  • Sanksi bagi Pihak Lain: Bukan hanya WNA, masyarakat lokal atau badan usaha yang mempekerjakan atau memfasilitasi WNA ilegal tersebut juga terancam hukuman penjara hingga 5 tahun dan denda Rp 500 juta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Jalan-Jalan Lepas Penat, Ibu di Bantul Tega Lakban Mulut dan Kaki Balitanya di Kontrakan

Demi Jalan-Jalan Lepas Penat, Ibu di Bantul Tega Lakban Mulut dan Kaki Balitanya di Kontrakan

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:45 WIB

7 Meme Dadan BGN Viral Jadi Parodi: Dapat Hukuman Netizen, Trending Lama di X

7 Meme Dadan BGN Viral Jadi Parodi: Dapat Hukuman Netizen, Trending Lama di X

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:46 WIB

Gencatan Senjata, Menhan Katz: Pasukan Israel Tetap di Lebanon

Gencatan Senjata, Menhan Katz: Pasukan Israel Tetap di Lebanon

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:14 WIB

Tegas! Perang AS-Israel vs Iran Akan Selesai Jika Militer Israel Angkat Kaki dari Lebanon

Tegas! Perang AS-Israel vs Iran Akan Selesai Jika Militer Israel Angkat Kaki dari Lebanon

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:35 WIB

Rupiah Anjlok Tembus Rp18 Ribu per Dolar, Dokter Tirta Bereaksi Sarkas: Jaya Jaya Jaya!

Rupiah Anjlok Tembus Rp18 Ribu per Dolar, Dokter Tirta Bereaksi Sarkas: Jaya Jaya Jaya!

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:49 WIB

Bikin Syok! Jerome Polin Pakai Logika Matematika Hitung Duit yang Dikorupsi Dadan Hindayana dari MBG

Bikin Syok! Jerome Polin Pakai Logika Matematika Hitung Duit yang Dikorupsi Dadan Hindayana dari MBG

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:20 WIB

Terkini

Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?

Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:16 WIB

Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda

Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:56 WIB

Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:51 WIB

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:19 WIB

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:47 WIB

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:41 WIB

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:30 WIB

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:27 WIB

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB