Gencatan Senjata, Menhan Katz: Pasukan Israel Tetap di Lebanon

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 04 Juni 2026 | 15:14 WIB
Gencatan Senjata, Menhan Katz: Pasukan Israel Tetap di Lebanon
Gencatan senjata di Lebanon memicu ketegangan internal Israel terkait kehadiran militer dan ancaman Hezbollah. (IST)
  • Israel menyepakati gencatan senjata dengan Lebanon namun tetap mempertahankan kehadiran militer di perbatasan.

  • Menteri Pertahanan Israel menilai kesepakatan ini berpotensi mewujudkan perdamaian politik jangka panjang.

  • Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir mengkritik keras gencatan senjata sebagai kesalahan besar.

Suara.com - Militer Israel memastikan tidak akan menarik pasukannya dari wilayah selatan Lebanon meskipun kesepakatan gencatan senjata telah resmi diumumkan. Langkah ini diambil guna menjamin stabilitas keamanan kawasan utara dalam jangka panjang.

Kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat ini mewajibkan penghentian serangan dari Hezbollah. Selain itu, seluruh elemen bersenjata yang disokong Iran harus mundur dari perbatasan.

Kebijakan ini memicu optimisme sekaligus gelombang protes keras di dalam kabinet pemerintahan Israel. Sebagian menteri menganggap keputusan politik tersebut justru membahayakan posisi pertahanan negara.

Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, dan Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar. (HANDOUT / Press Office of the Ministry of National Defense / AFP)
Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, dan Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar. (HANDOUT / Press Office of the Ministry of National Defense / AFP)

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa situasi ini menjadi fondasi baru bagi peta politik di Timur Tengah. Posisi tawar yang kuat dinilai mampu mengubah peta konflik geopolitik secara permanen.

“Ini mencerminkan realitas yang telah kami ciptakan di Lebanon sejauh ini. Sebuah realitas yang dapat, tergantung pada perkembangan di lapangan dan sikap tanpa kompromi kami yang berkelanjutan terhadap kepentingan Israel, mengarah pada perjanjian perdamaian politik dengan Lebanon dan, di atas semua itu, untuk mencapai keamanan yang nyata dan langgeng bagi penduduk utara untuk pertama kalinya dalam 50 tahun,” kata Katz dalam pernyataan resminya dikutip dari CNN.

Katz menegaskan bahwa status gencatan senjata tidak akan menyurutkan pergerakan taktis pasukan di lapangan. Kendali penuh atas zona keamanan tetap dipegang oleh infanteri terdepan.

Berdasarkan perjanjian bilateral tersebut, tentara resmi Lebanon nantinya akan memegang kendali eksklusif di beberapa titik percontohan. Seluruh kelompok bersenjata non-negara dilarang keras beroperasi di area steril tersebut.

Asap mengepul akibat serangan Israel di Lebanon selatan seperti yang terlihat dari sisi perbatasan Israel pada hari Minggu di tengah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Pasukan Israel mengumumkan bahwa mereka telah merebut kembali Punggungan Beaufort yang strategis di utara Sungai Litani. [Foto oleh Atef Safadi/EPA]
Asap mengepul akibat serangan Israel di Lebanon selatan seperti yang terlihat dari sisi perbatasan Israel pada hari Minggu di tengah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Pasukan Israel mengumumkan bahwa mereka telah merebut kembali Punggungan Beaufort yang strategis di utara Sungai Litani. [Foto oleh Atef Safadi/EPA]

Kendati demikian, mekanisme penyerahan wilayah dan linimasa pelaksanaannya hingga kini belum disusun secara rinci. Hal ini memicu keraguan terkait efektivitas penegakan aturan di zona konflik.

Penolakan keras terhadap pakta perdamaian ini langsung disuarakan oleh faksi sayap kanan ekstrem Israel. Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben Gvir, secara terbuka menyebut diplomasi tersebut sebagai blunder fatal.

Ben Gvir menilai kompromi ini hanya akan memberikan ruang bagi musuh untuk menghimpun kekuatan baru. Menurutnya, tekanan internasional seharusnya diabaikan demi keselamatan mutlak warga negara.

“Ada momen di mana seseorang harus tahu bagaimana mengatakan 'tidak' bahkan kepada Presiden Amerika Serikat - dan ketika kita gagal melakukannya, kita akan menghadapi Hezbollah di lain waktu ketika mereka jauh lebih kuat dan lebih berbahaya,” ujar Gvir.

Konflik bersenjata di sepanjang perbatasan Israel dan Lebanon telah memaksa puluhan ribu warga sipil mengungsi. Upaya diplomatik terus digenjot demi mencegah eskalasi perang terbuka yang lebih luas.

Ketegangan menahun ini berakar dari saling serang antara militer Israel dan milisi Hezbollah pasca-krisis regional. Kehadiran militer di zona penyangga menjadi isu krusial yang menentukan masa depan perdamaian kedua negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tegas! Perang AS-Israel vs Iran Akan Selesai Jika Militer Israel Angkat Kaki dari Lebanon

Tegas! Perang AS-Israel vs Iran Akan Selesai Jika Militer Israel Angkat Kaki dari Lebanon

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:35 WIB

Peta Kekuatan Grup D Piala Dunia 2026: Potensi Turki, dan Amerika yang Tak Mau Malu di Rumah Sendiri

Peta Kekuatan Grup D Piala Dunia 2026: Potensi Turki, dan Amerika yang Tak Mau Malu di Rumah Sendiri

Bola | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:48 WIB

Kenapa Perdamaian Perang AS - Iran Maju Mundur?

Kenapa Perdamaian Perang AS - Iran Maju Mundur?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:12 WIB

Terkini

Bawa Jasa Internasional ke Ruang Sidang, Pengacara Anggota BAIS Sebut Kliennya Bukan Kriminal Tulen

Bawa Jasa Internasional ke Ruang Sidang, Pengacara Anggota BAIS Sebut Kliennya Bukan Kriminal Tulen

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:07 WIB

Menteri Imipas Buka Akses Data untuk KPK Usut Kasus Silmy Karim Cs

Menteri Imipas Buka Akses Data untuk KPK Usut Kasus Silmy Karim Cs

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:56 WIB

Tak Punya Dealer dan Bengkel Aktif, Pengadaan Motor Listrik BGN Tidak Penuhi Syarat

Tak Punya Dealer dan Bengkel Aktif, Pengadaan Motor Listrik BGN Tidak Penuhi Syarat

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:50 WIB

Pukat UGM Desak Kejagung 'Follow The Money' Kasus MBG hingga ke SPPG: Siapa Saja yang Kecipratan?

Pukat UGM Desak Kejagung 'Follow The Money' Kasus MBG hingga ke SPPG: Siapa Saja yang Kecipratan?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:40 WIB

Tegas! Perang AS-Israel vs Iran Akan Selesai Jika Militer Israel Angkat Kaki dari Lebanon

Tegas! Perang AS-Israel vs Iran Akan Selesai Jika Militer Israel Angkat Kaki dari Lebanon

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:35 WIB

Main Mata Dadan Cs Sedot Miliaran Uang MBG per Hari, Kejagung: Mereka Bertiga Kerja Sama!

Main Mata Dadan Cs Sedot Miliaran Uang MBG per Hari, Kejagung: Mereka Bertiga Kerja Sama!

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:34 WIB

Resmi Dibuka, Seminar KAGAMA HSE 2026 di UGM Ingatkan Ancaman Bencana Sektor Industri Nasional

Resmi Dibuka, Seminar KAGAMA HSE 2026 di UGM Ingatkan Ancaman Bencana Sektor Industri Nasional

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:33 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, DPR Desak Menkeu dan BI Segera Bertindak

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, DPR Desak Menkeu dan BI Segera Bertindak

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:25 WIB

Riset UI Ungkap Fakta Pahit, Rokok Jadi Penghambat Utama Program MBG

Riset UI Ungkap Fakta Pahit, Rokok Jadi Penghambat Utama Program MBG

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:14 WIB

Jaksa Tepis Pledoi Nadiem: Kasus Chromebook Murni Hukum, Bukan Politik

Jaksa Tepis Pledoi Nadiem: Kasus Chromebook Murni Hukum, Bukan Politik

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:07 WIB