Harga Cabai Tembus Rp84 Ribu, Ini Penyebab di Balik Kenaikan Drastis

M Nurhadi

Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:05 WIB
Harga Cabai Tembus Rp84 Ribu, Ini Penyebab di Balik Kenaikan Drastis
[Antara]
baca 10 detik
  • Peneliti CORE Indonesia menyatakan anomali cuaca ekstrem menyebabkan penurunan hasil panen cabai di wilayah sentra produksi nasional.
  • Meningkatnya biaya logistik serta risiko kerusakan fisik cabai selama distribusi memicu lonjakan harga di pasar tradisional.
  • Pemerintah berupaya meredam gejolak harga pangan melalui program fasilitasi distribusi antardaerah serta kegiatan Gerakan Pangan Murah.

Suara.com - Peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, memberikan pandangan mendalam bahwa fluktuasi harga cabai yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh perpaduan antara faktor anomali cuaca ekstrem serta membengkaknya biaya logistik pada jalur distribusi hortikultura nasional.

Menurut analisisnya, intensitas curah hujan yang sangat tinggi di sejumlah wilayah sentra produksi utama telah meningkatkan tingkat kelembapan lahan secara drastis.

Kondisi lingkungan yang lembap ini pada akhirnya memicu perkembangan serta serangan hama dan penyakit tanaman secara masif.

“Kenaikan harga cabai utamanya dipicu oleh anomali cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi di berbagai wilayah sentra produksi utama,” kata Eliza kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Dampak dari cuaca buruk ini dirasakan langsung di tingkat produsen. Tingginya kadar air pada lahan pertanian menyebabkan pembusukan dini pada tanaman cabai, yang berujung pada penurunan tajam volume serta kualitas hasil panen para petani.

Berdasarkan pergerakan data di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, dinamika harga di pasar tradisional memang bergerak sangat liar.

Rata-rata harga nasional untuk komoditas cabai rawit merah sempat meroket hingga menembus angka Rp84.400 per kilogram (kg) pada Kamis (4/6) sebelum akhirnya mengalami koreksi turun ke kisaran Rp68.000 per kg pada perdagangan Jumat.

Pergeseran angka dalam waktu singkat ini merefleksikan betapa tingginya sensitivitas produk hortikultura terhadap keseimbangan pasokan pasar.

Lebih lanjut, Eliza menguraikan aspek hilir yang sering kali luput dari perhatian, yakni persoalan moda transportasi distribusi. Menariknya, tekanan harga di tingkat eceran tetap terjadi meskipun pemerintah mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi agar tidak naik.

baca juga

Tingginya kadar air akibat hujan membuat struktur fisik cabai menjadi lebih rapuh dan cepat membusuk selama proses pengiriman jarak jauh. Guna mengompensasi risiko penyusutan muatan atau kerusakan barang di jalan, para agen angkutan logistik terpaksa menaikkan tarif jasa angkut mereka.

Di samping itu, terdapat beberapa faktor non-BBM yang ikut andil dalam menggemukkan biaya operasional pengiriman ke pasar-pasar induk di kota besar:

  • Lonjakan musiman tarif sewa armada sistem borongan menjelang perayaan hari besar.
  • Kenaikan tarif tol pada sejumlah ruas jalur distribusi utama.

Serta merangkaknya harga suku cadang kendaraan angkutan barang.“Biaya logistik dan distribusi ke pasar induk ikut membengkak meskipun harga BBM solar bersubsidi tidak mengalami kenaikan,” ungkap Eliza.

Ancaman Inflasi dan Intervensi Pemerintah

Pembengkakan biaya distribusi di lapangan ini secara otomatis ditransmisikan langsung ke dalam komponen harga jual di tingkat pedagang eceran.

Eliza mengaitkan fenomena ini dengan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat kelompok transportasi memberikan andil inflasi sebesar 0,07 persen pada Mei 2026, yang menjadi indikasi kuat adanya kenaikan beban logistik komoditas pangan yang cepat rusak (perishable).

Data BPS juga mempertegas posisi cabai merah sebagai salah satu komoditas utama penyumbang inflasi pada Mei 2026 dengan andil sebesar 0,08 persen akibat lonjakan harga merata di berbagai daerah.

Selain cabai, pemerintah diminta meningkatkan kewaspadaan pada pergerakan harga bawang merah dan tomat yang memiliki karakteristik rentan rusak serupa.

“Komoditas hortikultura sangat sensitif terhadap cuaca dan gangguan distribusi,” tuturnya.

Sebagai langkah mitigasi jangka pendek untuk meredam gejolak di tingkat konsumen, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 2 Juni 2026 menyatakan terus memperkuat program fasilitasi distribusi antardaerah serta mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Sebagai catatan strategis, pelaksanaan GPM sepanjang tahun 2025 lalu telah berhasil digelar sebanyak 13.321 kali, dan skema serupa kembali didorong di seluruh tingkat provinsi maupun kabupaten/kota tahun ini demi memastikan kelancaran pasokan dari sentra produksi langsung ke pasar konsumsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahmad Luthfi Antarkan Jawa Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi dari Kemendagri

Ahmad Luthfi Antarkan Jawa Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi dari Kemendagri

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 06:47 WIB

Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya

Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:53 WIB

Bank Indonesia Optimistis Inflasi Terkendali, Apa Buktinya?

Bank Indonesia Optimistis Inflasi Terkendali, Apa Buktinya?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:54 WIB

Inflasi Mei 2026 Naik Lagi, Harga Cabai hingga Bawang Merah Tekan Daya Beli Masyarakat

Inflasi Mei 2026 Naik Lagi, Harga Cabai hingga Bawang Merah Tekan Daya Beli Masyarakat

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:31 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:39 WIB

Terkini

Fungsi Vaseline Repairing Petroleum Jelly, Apakah Bisa untuk Wajah?

Fungsi Vaseline Repairing Petroleum Jelly, Apakah Bisa untuk Wajah?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla

Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla

Sumbar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:38 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia

Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:21 WIB

×