- NASI targetkan penjualan Rp66 miliar dan laba Rp660 juta pada 2026.
- Ekspansi ke pasar tradisional, horeka, dan modern trade digenjot.
- Diversifikasi bisnis pangan disiapkan untuk sumber pertumbuhan baru.
Suara.com - PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) memasang target ambisius pada 2026 dengan membidik penjualan sebesar Rp66 miliar dan laba bersih Rp660 juta. Target tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat perseroan masih mencatat rugi bersih Rp645 juta hingga kuartal I-2026.
Komisaris Independen NASI, Toni Yoyo, mengatakan perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat kinerja usaha di tengah ketatnya persaingan industri pangan dan dinamika sektor perberasan nasional. Fokus utama perusahaan adalah memperkuat kemitraan dengan pemasok guna menjaga stabilitas pasokan bahan baku sekaligus menekan risiko gangguan operasional.
Selain menjaga pasokan, NASI juga akan menggenjot penjualan beras umum, baik premium maupun medium, yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan seiring berbagai program pemerintah dalam memperbaiki tata kelola sektor perberasan nasional.
Di saat yang sama, perseroan terus memperluas pasar produk beras khusus dan beras sehat melalui inovasi produk, penguatan pemasaran, serta pengembangan jaringan distribusi yang lebih luas.
“Perseroan berfokus memperluas basis pelanggan dengan melakukan ekspansi ke segmen General Trade dan sektor horeka yang mencakup hotel, restoran, dan kafe. Kami juga menargetkan peningkatan penetrasi di pasar modern yang selama ini menjadi salah satu kanal distribusi utama,” ujar Toni dalam Public Expose secara virtual di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Tak hanya mengejar pertumbuhan penjualan, NASI juga berupaya memperbaiki profitabilitas melalui peningkatan efisiensi produksi dan operasional. Perseroan turut memperkuat kualitas sumber daya manusia serta meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) guna meningkatkan daya saing bisnis.
Menariknya, NASI mulai menjajaki peluang bisnis baru di luar komoditas beras. Langkah diversifikasi tersebut disiapkan sebagai strategi jangka panjang untuk membuka sumber pendapatan baru dan mengurangi ketergantungan pada satu komoditas utama.
Meski optimistis menatap 2026, tantangan yang dihadapi perseroan masih cukup besar. Hingga kuartal I-2026, NASI baru membukukan penjualan Rp8,65 miliar dan masih mencatat rugi bersih Rp645 juta. Sementara itu, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp67,24 miliar dengan total ekuitas Rp55,80 miliar.
Dengan kombinasi strategi ekspansi pasar, efisiensi operasional, dan diversifikasi usaha, NASI berharap mampu membalikkan kinerja dari zona rugi menuju laba serta memperkuat posisinya di industri pangan nasional.