Cerita Minuman Herbal KWT Mentari yang Jadi Jamuan di Pesta Pernikahan Anak Jokowi

Irwan Febri

Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:11 WIB
Cerita Minuman Herbal KWT Mentari yang Jadi Jamuan di Pesta Pernikahan Anak Jokowi
Minuman seruni KWT Mentari yang pernah disajikan dalam pesta pernikahan putra Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, ppada 2022 silam. (Suara.com/Irwan Febri)
baca 10 detik
  • Minuman herbal Seruni buatan KWT Mentari Sleman berhasil terpilih sebagai sajian tamu dalam pernikahan Kaesang-Erina pada Desember 2022.
  • Kehadiran produk lokal tersebut dalam acara pernikahan putra Presiden Joko Widodo didukung oleh program CSR dari pihak BRI.
  • KWT Mentari mengolah minuman herbal dari hasil kebun sendiri yang dikelola oleh para ibu di Desa Karangploso, Sleman.

Suara.com - Di balik pesta pernikahan megah Kaesang Pangarep,  anak dari Presiden Ke-7 Indonesia, Joko Widodo, yang berlangsung pada 10 Desember 2022 silam, ada cerita kecil dari sudut kampung di Karangploso, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Bukan soal pejabat, artis, atau deretan tamu penting yang hadir di Pendopo Agung Kedaton Ambarrukmo kala itu, melainkan tentang minuman racikan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Mentari yang ikut tersaji.

Saat itu, Kaesang menikahi Erina Gudono dalam prosesi bernuansa Javanese Wedding dengan berbagai sajian khas ala Kerajaan Mataram. Menu yang dihidangkan pun beragam, mulai dari salad sayur hingga sop buntut.

Namun, di berbagai hidangan tersebut, terselip minuman seruni, minuman tradisional yang diracik ibu-ibu KWT Mentari di Sleman. Minuman seruni ini disajikan untuk tamu-tamu undangan dalam pernikahan tersebut.

Ketua KWT Mentari, Sri Harnani, masih mengingat momen ketika produk buatan kelompoknya dipercaya hadir dalam hajatan keluarga presiden.

Ia pun menyebut keterlibatan KWT Mentari tidak lepas dari dukungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, yang saat itu ikut mendorong keterlibatan potensi lokal.

Ketua KWT Mentari, Sri Harnani, membawa minuman seruni di dalam greenhouse kebun sayuran. (Suara.com/Irwan Febri)
Ketua KWT Mentari, Sri Harnani, membawa minuman seruni di dalam greenhouse kebun sayuran. (Suara.com/Irwan Febri)

"Iya Kaesang dan Erina itu, waktu acara di Ambarukmo. Pak Jokowi hajatan di sini, BUMN memberikan support. Ingin menghadirkan UMKM lokal, termasuk dari KWT Mentari," kata Sri Harnani kepada Suara.com.

"Dikarenakan waktu itu BRI merasa cocok dengan produk kami. Seruni ini dianggap layak untuk disajikan di hajatannya Pak Jokowi. Ya kami diminta untuk menyajikan minuman Seruni itu," imbuhnya.

Potret minuman seruni buatan KWT Mentari dengan kemasan botol kaca yang disajikan untuk jamuan pernikahan Kaesang Pangarep di Yogyakarta 2022 silam. (Suara.com/Irwan Febri)
Potret minuman seruni buatan KWT Mentari dengan kemasan botol kaca yang disajikan untuk jamuan pernikahan Kaesang Pangarep di Yogyakarta 2022 silam. (Suara.com/Irwan Febri)

Bagi Sri Harnani dan anggota KWT Mentari, momen tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Sebab, produk herbal yang selama ini diracik dari hasil kebun dan tanaman herbal rumahan ternyata bisa hadir di acara besar keluarga presiden.

baca juga

"Tentu kami sangat bangga sekali ya. Berusaha menyediakan yang terbaik ya untuk acaranya Pak Jokowi," wanita 60 tahun itu.

Bahan-bahan Seruni Ditanam di Kebun Sendiri

Seruni sendiri merupakan minuman herbal tradisional khas Indonesia yang bahan-bahannya memadukan kebaikan dari serai dan jeruk nipis. Minuman ini populer disajikan hangat untuk meredakan gejala flu dan menghangatkan tubuh.

Sri Harnani bercerita bahwa bahan-bahan untuk membuat Seruni juga ditanam sendiri, karena KWT Mentari memiliki kebun tanaman obat, seperti mint, serai, kunyit hitam, kunyit putih, dan kencur hitam.

Kemudian juga ada varian buah-buahan, yakni melon, markisa, jeruk nipis, hingga jeruk limo. Sehingga, minuman seruni dari KWT Mentari dibuat dari bahan-bahan segar kebun sendiri.

"Kebetulan sekarang iya, selain lahan di sini, kami juga ada di dekat Puskesmas Depok. Itu sebenarnya punya anggota. Jadi, kami juga menanam di situ," kata Sri Harnani.

"Karena di sini lahan untuk tanaman obat perlu tanah, kami kembangkan di situ. Ada serai di salah satunya. Serai, kemudian jeruk nipis," imbuh wanita kelahiran Kota Jogja itu.

Tanaman Pakcoi KWT Mentari yang terlihat sudah siap panen. (Suara.com/Irwan Febri)
Tanaman Pakcoi KWT Mentari yang terlihat sudah siap panen. (Suara.com/Irwan Febri)

Adapun selain tanaman obat dan buah, KWT Mentari juga menanam aneka sayuran. Mulai sayuran seperti selada, kangkung, pakcoi, sawi hijau, tomat, timun jepang, bayam brazil, gambas, buncis, hingga kacang panjang.

Tanaman-tanaman tersebut dikelola di greenhouse yang diberikan BRI melalui program CSR pada 2021 silam.

KWT Mentari Jadi Ajang Ibu-ibu Berkegiatan Positif

Bagi sebagian anggotanya, KWT Mentari bukan hanya tempat berkebun. Kelompok ini juga menjadi ruang bagi ibu-ibu untuk tetap aktif dan produktif setelah memasuki masa pensiun.

Salah satunya adalah Laksinto Rini yang dulunya adalah pegawai BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Semasa masih aktif sebagai pekerja, dirinya nyaris tak pernah bersinggungan dengan tanaman.

Namun, kini dirinya bisa berkebun. Merawat sayuran dari bibit hingga sudah siap panen.

Anggota KWT Mentari, Laksinto Rini, yang merupakan pensiunan BUMN. (Suara.com/Irwan Febri)
Anggota KWT Mentari, Laksinto Rini, yang merupakan pensiunan BUMN. (Suara.com/Irwan Febri)

“Saya kan pensiunan. Aku mau apa ya, terus saya ikut KWT, yang positif-positif. Dulu nggak megang ini, sekarang megang tanaman, biar bisa berkebun,” kata anggota KWT Mentari, Laksinto Rini.

Aktivitas berkebun yang awalnya sekadar mengisi waktu perlahan berkembang menjadi kegiatan bersama yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Para anggota menanam berbagai sayuran hingga tanaman herbal yang kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Rini mengatakan, banyak anggota KWT Mentari yang memiliki usaha katering rumahan. Karena itu, keberadaan kebun kelompok cukup membantu menyediakan bahan makanan segar.

“Di sini banyak lho anggotanya yang punya katering. Akhirnya nanya ada selada nggak, kan lumayan. Terus ibu-ibu juga mau masak apa bisa," ujar wanita 61 tahun itu. 

Tak hanya itu, hasil kebun juga kerap dimanfaatkan warga yang memiliki homestay di sekitar Karangploso. Saat ada tamu datang, sayuran segar dari kebun KWT bisa langsung dipetik.

Kegiatan ibu-ibu KWT Mentari yang sedang memeriksa tanaman di greenhouse. (Suara.com/Irwan Febri)
Kegiatan ibu-ibu KWT Mentari yang sedang memeriksa tanaman di greenhouse. (Suara.com/Irwan Febri)

“Terus situ ada homestay, ada tamu nih, ada sayur apa ya. Kan lumayan, segar. Ibu-ibu juga semangat,” tuturnya menambahkan.

Dari kebun sederhana di sudut kampung Karangploso itulah, ibu-ibu KWT Mentari perlahan merangkai cerita mereka sendiri. Menanam serai, memetik jeruk nipis, merawat sayuran, hingga mengolahnya menjadi minuman herbal yang akhirnya tersaji dalam pesta pernikahan anak presiden.

KWT Mentari secara perlahan menjadi ruang kebersamaan bagi ibu-ibu untuk tetap aktif, saling mendukung, sekaligus menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cuci Gudang, Persija Jakarta Sudah Lepas 7 Pemain Jelang Musim 2026/2027

Cuci Gudang, Persija Jakarta Sudah Lepas 7 Pemain Jelang Musim 2026/2027

Bola | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:35 WIB

Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?

Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 22:10 WIB

Hari ke-13 Teror Api di Sleman: Pemilik Rumah Tidur 3 Jam Sehari, Kerugian Tembus Rp70 Juta

Hari ke-13 Teror Api di Sleman: Pemilik Rumah Tidur 3 Jam Sehari, Kerugian Tembus Rp70 Juta

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:32 WIB

Cerita Mantan Pelatih NAC Breda Nikmati Musim Perdana di Liga Indonesia

Cerita Mantan Pelatih NAC Breda Nikmati Musim Perdana di Liga Indonesia

Bola | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:18 WIB

Dulu Bolak-balik Pakai Motor, Petani Desa Poncosari Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Panen

Dulu Bolak-balik Pakai Motor, Petani Desa Poncosari Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Panen

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:57 WIB

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×