- Pasar modal Indonesia mengalami tekanan jual ekstrem dan menjadi indeks terburuk dunia akibat sentimen negatif pemodal internasional.
- Fenomena ini dipicu kekhawatiran investor terhadap kebijakan anggaran Presiden Prabowo Subianto serta peningkatan intervensi regulasi pemerintah.
- Pemerintah berupaya meredam kepanikan pasar melalui penguatan transparansi data fiskal guna memulihkan kepercayaan investor terhadap ekonomi nasional.
Sebagai informasi, dinamika ini menandai fase pembalikan arah yang sangat kontras bagi Indonesia. Padahal, hanya berselang lima bulan setelah indeks harga saham gabungan (IHSG) menyentuh rekor tertinggi sejarah, posisi pasar modal Indonesia kini justru berbalik jatuh dengan laju penurunan tercepat di ranah global.
Data Bloomberg mencatat bahwa IHSG telah ambles hingga 36% dari titik puncaknya, menempatkan bursa saham Indonesia sebagai indeks dengan performa terburuk di dunia sepanjang tahun 2026 dari total sekitar 90 indeks acuan internasional yang dipantau.
Realisasi ini menghentikan predikat Indonesia yang selama ini selalu menjadi destinasi alokasi wajib dalam portofolio investasi pasar berkembang (emerging markets).
Berdasarkan analisis pasar, pemicu utama hengkangnya para pemilik modal asing adalah kecemasan terhadap arah kebijakan politik anggaran Presiden Prabowo Subianto yang dinilai cenderung populis.
Selain itu, pasar juga menggarisbawahi adanya kecenderungan peningkatan intervensi regulasi dari pemerintah pada sektor-sektor usaha strategis nasional, yang selama ini dikenal sangat ramah bagi penanaman modal asing.
"Perdagangan besar di Asia saat ini adalah 'sell Indonesia'," ujar George Boubouras selaku Head of Research di hedge fund K2 Asset Management dalam laporan resminya.
Disclaimer: Dinamika pasar modal, fluktuasi nilai saham, serta pergerakan kurs mata uang asing bersifat dinamis dan memiliki risiko investasi yang tinggi. Artikel ini disusun murni sebagai produk jurnalisme ekonomi dan penyediaan informasi publik. Segala keputusan transaksi keuangan, investasi, atau divestasi aset yang diambil oleh pembaca sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi secara mandiri.