IHSG Terus Lanjutkan Pelemahan Pagi Ini ke Level 5.486

Achmad Fauzi

Senin, 08 Juni 2026 | 09:15 WIB
IHSG Terus Lanjutkan Pelemahan Pagi Ini ke Level 5.486
IHSG masih anlok di Senin pagi. [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia melemah ke level 5.486 pada pembukaan Senin, 8 Mei 2026.
  • Sebanyak 572 saham mengalami penurunan nilai saat perdagangan berlangsung di tengah tekanan aksi jual oleh investor asing.
  • Pelemahan nilai tukar rupiah dan kekhawatiran terhadap data cadangan devisa memicu sentimen negatif bagi pergerakan pasar saham nasional.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam fase melemah atau downtren, pada pembukaan, Senin, 8 Mei 2026. IHSG masih berada di zona merah saat dibuka di level 5.486.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG makin merosot 3,26 persen ke level 5.412

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,57 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,98 triliun, serta frekuensi sebanyak 188.500 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 56 saham bergerak naik, sedangkan 572 saham mengalami penurunan, dan 331 saham tidak mengalami pergerakan.

Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Pada sesi pembukaan perdagangan Jumat (10/4) pagi, IHSG naik 44,921 poin (0,61 persen) ke level 7.352,510 pada hari pertama penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].
IHSG masih anjlok. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, GMTD, SULI, NASI, TRIN, dan CTBN.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, GPSO, SUPA, WEHA, APLI, dan BEER.

Proyeksi IHSG

Pergerakan IHSG pada perdagangan awal pekan diperkirakan masih berada dalam tekanan. Beberapa sentimen eksternal dan domestik, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah serta aksi jual investor asing yang mempengaruhi pergerakan pasar modal 

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG pada Senin (8/6) bergerak melemah secara terbatas dengan level support di 5.360 dan resistance di 5.865. 

baca juga

"Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan tren pelemahan, sementara Relative Strength Index (RSI) berada di area oversold yang mengindikasikan peluang terjadinya rebound teknikal meskipun tekanan pasar saham masih cukup kuat," katanya dalam analisis, Senin (8/6/2026).

Oktavianus menjelaskan, tekanan volume transaksi mulai berkurang di tengah aksi jual investor asing yang sepanjang pekan lalu mencapai Rp 7,39 triliun. Namun demikian, pasar masih dibayangi sejumlah sentimen yang berpotensi menahan penguatan indeks.

"Sentimen pertama berasal dari keberlanjutan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang telah menembus level Rp 18.035 per dolar AS. Kondisi tersebut terjadi seiring penguatan indeks dolar AS (DXY) yang berada di level 100,"katanya.

Menurut Oktavianus, pelaku pasar masih mengkhawatirkan pelemahan rupiah yang berpotensi memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian dan pasar keuangan apabila berlanjut dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Selain itu, investor juga menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia periode Mei 2026. Jika tren penurunan cadangan devisa yang terjadi sejak awal tahun masih berlanjut, kondisi tersebut berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pasar saham domestik.

Di sisi lain, kenaikan harga sejumlah komoditas dinilai dapat memberikan sentimen positif bagi emiten terkait. Harga batu bara tercatat berada di level 148,7 dolar AS per ton, sedangkan harga nikel mencapai 18.575 dolar AS per ton, yang berpotensi mendukung kinerja saham sektor pertambangan dan komoditas.

Berdasarkan analisis teknikal, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan strategi speculative buy pada area support 458 dan target resistance 585. Selain itu, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (EMAS) juga direkomendasikan speculative buy dengan support 6.950 dan resistance 8.250.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan

Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:18 WIB

Rupiah Tembus Rp18 Ribu dan IHSG Anjlok, Denny Sumargo Curhat Lewat AI

Rupiah Tembus Rp18 Ribu dan IHSG Anjlok, Denny Sumargo Curhat Lewat AI

Entertainment | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:10 WIB

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:38 WIB

Terkini

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Transformasi Digital Buka Peluang Investasi Baru, Ini yang Perlu Dipahami Mahasiswa

Transformasi Digital Buka Peluang Investasi Baru, Ini yang Perlu Dipahami Mahasiswa

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Tren Wellness Meningkat, Kolam Renang dan Sauna Jadi Bagian Gaya Hidup Modern

Tren Wellness Meningkat, Kolam Renang dan Sauna Jadi Bagian Gaya Hidup Modern

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Lomba Nglinting Tembakau Jadi Upaya Temanggung Angkat Ekonomi Lokal

Lomba Nglinting Tembakau Jadi Upaya Temanggung Angkat Ekonomi Lokal

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan

Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan

Banten | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:13 WIB

Mendikti Brian Nilai Program Pelatihan Rektor PTS Bisa Jadi Contoh bagi Kampus Negeri

Mendikti Brian Nilai Program Pelatihan Rektor PTS Bisa Jadi Contoh bagi Kampus Negeri

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:09 WIB

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Sales Mission Kadis Parekraf Andhika Permata Bawa Jakarta ke Kancah Dunia

Sales Mission Kadis Parekraf Andhika Permata Bawa Jakarta ke Kancah Dunia

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Mahasiswi di Makassar Meninggal Usai Diduga Aborsi, Kekasih Jadi Tersangka

Mahasiswi di Makassar Meninggal Usai Diduga Aborsi, Kekasih Jadi Tersangka

Sulsel | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:50 WIB

×