Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 08 Juni 2026 | 11:50 WIB
Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?
Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak terkapar pada awal perdagangan Senin (8/6/2026), meski Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru saja mengumumkan penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi. Foto Suara.com
baca 10 detik
  • Rupiah tembus Rp18.110 per dolar AS, melemah 0,58% pada perdagangan pagi.
  • IHSG anjlok 3,23%, sebanyak 532 saham bergerak di zona merah.
  • Pasar tunggu bukti nyata jurus BI-Kemenkeu, bukan sekadar koordinasi.

Suara.com - Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak jebol pada awal perdagangan Senin (8/6/2026), meski Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru saja mengumumkan penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi akhir pekan lalu.

Rupiah tercatat melemah ke level Rp18.110 per dolar AS pada perdagangan pagi ini. Mata uang Garuda turun 104 poin atau 0,58% dibandingkan penutupan sebelumnya, sekaligus menandai tekanan yang masih kuat di pasar keuangan domestik.

Tak hanya rupiah, IHSG juga dibuka anjlok 3,23% atau 180,89 poin ke level 5.413. Data RTI Business menunjukkan indeks sempat menyentuh level tertinggi harian 5.490 sebelum terjun bebas hingga menyentuh posisi 5.370.

Tekanan jual terlihat sangat dominan. Sebanyak 532 saham bergerak di zona merah, hanya 53 saham yang menguat, sementara 114 saham lainnya stagnan.

Kondisi ini terjadi hanya dua hari setelah Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan kesepakatan memperkuat sinergi fiskal dan moneter guna menahan pelemahan rupiah serta menarik kembali dana asing yang keluar dari Indonesia.

Perry menjelaskan terdapat dua langkah utama yang akan ditempuh. Pertama, meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik agar investor asing kembali masuk ke pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN), maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Menurut Perry, kenaikan suku bunga global telah memicu arus modal keluar dari berbagai instrumen investasi Indonesia sehingga menekan nilai tukar rupiah.

"Fiskal dan moneter sepakat untuk sama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil supaya inflows ini kembali masuk besar dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," ujar Perry.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan dua kebijakan yang baru disepakati pemerintah dan BI lebih tepat dipandang sebagai upaya menahan pelemahan rupiah ketimbang menjadi jaminan penguatan yang berkelanjutan.

baca juga

Adapun dua langkah yang ditempuh adalah meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen rupiah guna menarik kembali dana asing, serta menjaga kecukupan likuiditas di pasar keuangan dan perbankan.

"Menurut saya, dua langkah BI dan Kemenkeu tersebut bisa membantu menahan tekanan rupiah, tetapi belum otomatis membuat rupiah menguat secara berkelanjutan," kata Josua kepada Suara.com.

Menurutnya, peningkatan imbal hasil aset berdenominasi rupiah dapat menarik kembali aliran modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), terutama ketika investor global sedang berburu instrumen dengan tingkat pengembalian lebih tinggi.

Dalam jangka pendek, strategi tersebut berpotensi mengurangi tekanan jual terhadap rupiah sekaligus menunjukkan komitmen otoritas dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Namun, efektivitasnya tetap sangat bergantung pada tingkat kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi domestik.

"Jika pemodal masih melihat risiko kebijakan domestik tinggi, kenaikan imbal hasil hanya akan menjadi kompensasi risiko, bukan pemulihan kepercayaan," ujarnya.

Selain itu, Josua menilai kecukupan likuiditas di pasar keuangan dan sektor perbankan juga menjadi faktor penting. Pasalnya, tekanan terhadap rupiah sering kali meningkat ketika pelaku pasar berebut likuiditas dan perbankan menjadi lebih konservatif dalam menyalurkan dana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Anjlok Parah Saat Rupiah Melemah Rp18.126, Analis Sebut Bisa Lebih Parah

IHSG Anjlok Parah Saat Rupiah Melemah Rp18.126, Analis Sebut Bisa Lebih Parah

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:37 WIB

Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah

Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:03 WIB

Saat Rupiah Kian Tertinggal, Jangan Keliru Membaca Ramainya Wisata Belanja

Saat Rupiah Kian Tertinggal, Jangan Keliru Membaca Ramainya Wisata Belanja

Your Say | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Terkini

Teknologi RAM DDR5 Makin Kencang, Latensi Rendah Jadi Andalan

Teknologi RAM DDR5 Makin Kencang, Latensi Rendah Jadi Andalan

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Sempat Menguat, IHSG Langsung Melemah ke Level 5.300

Sempat Menguat, IHSG Langsung Melemah ke Level 5.300

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:18 WIB

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:39 WIB

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:35 WIB

×