IHSG Anjlok Parah Saat Rupiah Melemah Rp18.126, Analis Sebut Bisa Lebih Parah

M Nurhadi

Senin, 08 Juni 2026 | 11:37 WIB
IHSG Anjlok Parah Saat Rupiah Melemah Rp18.126, Analis Sebut Bisa Lebih Parah
IHSG melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07 pada Rabu (3/6/2026). [Antara]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp18.126 per dolar AS pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026.
  • Cadangan devisa nasional per akhir Mei 2026 turun menjadi 144,9 miliar dolar AS akibat pembayaran utang.
  • Pelemahan rupiah memicu koreksi tajam pada IHSG dan indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia hari ini.

Suara.com - Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar AS makin terpuruk. Setelah melewati nilai psikologis di level Rp18.000, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau terus melanjutkan tren pelemahannya.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, nilai tukar Rupiah berada di Rp18.126 per dolar AS. Mengutip data kompilasi dari Bloomberg pada Senin (8/6/2026), nilai tukar rupiah tercatat merosot sebanyak 90 poin atau setara dengan 0,50% apabila disandingkan dengan posisi penutupan pada akhir pekan lalu yang berada di level Rp18.036 per dolar AS.

Depresiasi ini memaksa rupiah kembali tertahan di zona merah, beriringan dengan indeks dolar AS yang sedang mengalami penguatan secara global.

Di tengah fluktuasi mata uang yang tajam, Bank Indonesia (BI) merilis laporan mengenai posisi cadangan devisa (cadev) nasional per akhir Mei 2026.

Jumlah alat pembayaran luar negeri yang dimiliki riil oleh negara tercatat berada di angka 144,9 miliar dolar AS. Angka tersebut memperlihatkan adanya penurunan sebesar 1,3 miliar dolar AS jika dibandingkan dengan pencapaian pada akhir April 2026 yang sempat mengamankan posisi 146,2 miliar dolar AS.

Otoritas moneter menjelaskan bahwa penurunan cadangan devisa ini disebabkan oleh adanya pengeluaran rutin negara untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Efek Domino: IHSG dan Indeks LQ45 Ikut Terkoreksi Tajam

Sentimen negatif dari pelemahan nilai tukar ini langsung memberikan dampak linier ke pasar ekuitas domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka ambles secara signifikan pada awal perdagangan pagi ini.

Indeks acuan tersebut terpangkas sebesar 108,46 poin atau anjlok 1,94% menuju posisi 5.486,31.

baca juga

Kondisi serupa juga menimpa portofolio saham-saham dengan likuiditas tinggi. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 dilaporkan ikut terseret ke zona merah dengan penurunan sebesar 12,06 poin atau melemah 2,16% ke level 545,69. Fenomena ini mengindikasikan adanya aksi lepas portofolio secara massal oleh para pengelola dana.

Melihat fenomena kejatuhan ganda pada rupiah dan pasar saham ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa kondisi ini merupakan akibat dari kombinasi tekanan faktor eksternal dan internal. Ketersediaan data makro dari negeri paman sam yang kokoh memicu kembalinya arus modal ke aset berbasis dolar.

"Rupiah melemah terhadap dolar AS yang menguat tajam setelah data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan dan sentimen domestik menekan rupiah," kata Lukman.

Lebih lanjut, Lukman menambahkan bahwa penguatan dolar AS di pasar global mendapatkan bahan bakar tambahan dari meningkatnya tensi geopolitik yang melibatkan kekuatan militer di kawasan Timur Tengah.

Situasi konflik yang memanas secara otomatis memicu perilaku pelaku pasar internasional untuk mengamankan modalnya ke dalam instrumen aset aman (safe haven), seperti mata uang dolar AS dan emas.

Dampak dari pengalihan dana global ini memicu tekanan seketika pada mata uang negara-negara berkembang (emerging markets), termasuk rupiah.

Untuk proyeksi pergerakan kurs hingga penutupan pasar sore nanti, rupiah dinilai masih berpotensi bergerak fluktuatif di zona pelemahan. Lukman memprediksi nilai tukar mata uang domestik akan bergerak pada kisaran rentang harga Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS.

Disclaimer: Fluktuasi nilai tukar valuta asing dan pergerakan indeks harga saham memiliki tingkat risiko finansial yang sangat tinggi dan dapat berubah dalam hitungan detik. Artikel ini disajikan murni sebagai produk jurnalisme ekonomi untuk pemenuhan hak informasi publik. Seluruh keputusan finansial, transaksi valas, maupun aktivitas investasi yang dilakukan oleh pembaca merupakan tanggung jawab pribadi secara penuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah

Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:03 WIB

Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan

Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 10:36 WIB

Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126

Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 10:25 WIB

IHSG Terus Lanjutkan Pelemahan Pagi Ini ke Level 5.486

IHSG Terus Lanjutkan Pelemahan Pagi Ini ke Level 5.486

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 09:15 WIB

Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan

Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:18 WIB

Saat Rupiah Kian Tertinggal, Jangan Keliru Membaca Ramainya Wisata Belanja

Saat Rupiah Kian Tertinggal, Jangan Keliru Membaca Ramainya Wisata Belanja

Your Say | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×