AS Siapkan Tarif Baru 10 Persen, Mendag Optimis Ekspor Indonesia Meroket

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 08 Juni 2026 | 14:24 WIB
AS Siapkan Tarif Baru 10 Persen, Mendag Optimis Ekspor Indonesia Meroket
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Pemerintah Amerika Serikat akan menerapkan tarif dagang 10% terhadap komoditas ekspor Indonesia mulai Juli 2026 mendatang.
  • Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut hasil investigasi USTR mengenai praktik kerja paksa dan kapasitas produksi manufaktur.
  • Indonesia berhasil mendapatkan tarif minimum karena memiliki komitmen regulasi ketenagakerjaan yang kuat sesuai standar internasional.

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan bakal menerapkan kembali kebijakan tarif dagang definitif sebesar 10% terhadap berbagai komoditas ekspor asal Indonesia mulai bulan depan.

Langkah regulasi terbaru dari Washington ini diproyeksikan akan langsung menggantikan skema tarif darurat sementara (interim) yang saat ini tengah berjalan dengan besaran angka yang sama, yaitu 10%.

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, memberikan penjelasan bahwa pengenaan biaya masuk baru ini merupakan implementasi lanjutan dari hasil investigasi mendalam yang dirilis oleh Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (United States Trade Representative/USTR).

Penyelidikan tersebut berfokus pada pengawasan isu praktik kerja paksa (forced labor) serta indikasi kelebihan kapasitas produksi (overcapacity) pada sektor manufaktur di negara-negara berkembang.

Meskipun menghadapi hambatan tarif, posisi tawar Indonesia dinilai jauh lebih kokoh dibandingkan dengan mayoritas negara lain yang ikut terseret dalam objek investigasi jilid ini. Dari puluhan negara lintas benua yang diaudit, Indonesia berhasil masuk ke dalam klaster negara yang direkomendasikan untuk menerima beban tarif pada batas minimum, yakni di level 10%.

"Jadi seperti temen-temen ketahui bahwa resiprokal tarif Amerika dibatalkan oleh Mahkamah Agung, ya. Kemudian pemerintah Amerika menetapkan tarif 10 persen untuk semua negara selama 150 hari," jelas Budi Santoso saat ditemui awak media di Kantor Kementerian Perdagangan, Senin (8/6/2026).

Mendag memaparkan bahwa masa berlaku kebijakan tarif sementara sepihak tersebut dijadwalkan bakal kedaluwarsa pada 24 Juli 2026 mendatang.

Pasca-tanggal pembatasan tersebut, Gedung Putih dipastikan akan langsung mengaktifkan arsitektur tarif baru yang basis aturannya berpijak pada hasil akhir penyelidikan Section 301 undang-undang perdagangan mereka.

Secara kronologis, pada tanggal 2 Juni 2026 kemarin, pihak USTR telah mempublikasikan rangkuman draf awal hasil investigasi forced labor. Dalam pengumuman resmi tersebut, otoritas dagang AS mengusulkan dua klaster batasan tarif komersial bagi negara-negara mitra dagangnya, yakni skala tarif 10% dan skala tarif 12,5%.

baca juga

"Indonesia termasuk yang mendapatkan atau diusulkan tarif 10 persen. Jadi dari 65 negara itu, 15 (negara) mendapatkan tarif 10 persen dan 45 (negara dikenakan tarif) 12,5 persen. Indonesia masuk ke dalam kelompok 15 negara tersebut," kata Budi.

Keberhasilan Indonesia mengamankan usulan tarif di batas bawah ini dikarenakan faktor penguatan regulasi domestik. Tim auditor bentukan AS menilai Indonesia telah memiliki komitmen politik serta perangkat hukum formal yang kuat dalam memitigasi dan mencegah eksploitasi ketenagakerjaan di sektor industri. Selain itu, kepatuhan dunia usaha nasional juga dinilai telah memenuhi standar pengawasan ketenagakerjaan internasional yang diakui.

Kendati demikian, Kementerian Perdagangan menegaskan bahwa besaran angka tarif yang dirilis USTR tersebut statusnya masih berupa rancangan awal dan belum mengikat secara mutlak (final). Ruang negosiasi bilateral masih terbuka lebar, dan pemerintah Indonesia saat ini tengah mengoptimalkan jalur diplomasi untuk melobi otoritas Washington.

"Dan pemerintah Indonesia terus melakukan pendekatan dengan Amerika untuk mendapatkan, tentunya tarif yang lebih baik," tuturnya.

Merespons adanya kekhawatiran dari pelaku pasar modal dan kalangan industri lokal mengenai risiko penurunan daya saing produk ekspor unggulan nasional di pasar AS, Mendag mengimbau publik untuk tidak menyikapi situasi geopolitik dagang ini secara reaktif atau berlebihan.

Ia memberikan catatan penting bahwa Amerika Serikat tetap memegang posisi sebagai salah satu jangkar mitra dagang paling strategis bagi perekonomian nasional, yang secara konsisten menyumbang surplus neraca perdagangan luar negeri dalam jumlah yang sangat besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transjabodetabek Tak Mungkin Bertahan di Tarif Rp 3.500

Transjabodetabek Tak Mungkin Bertahan di Tarif Rp 3.500

News | Senin, 08 Juni 2026 | 13:47 WIB

Ekspor Sampah Plastik Disebut Solusi Daur Ulang, Penelitian Ungkap Dampak Kesehatannya

Ekspor Sampah Plastik Disebut Solusi Daur Ulang, Penelitian Ungkap Dampak Kesehatannya

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:39 WIB

Tok! Ekspor Batu Bara hingga Sawit Kini Wajib Lewat Danantara

Tok! Ekspor Batu Bara hingga Sawit Kini Wajib Lewat Danantara

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 06:28 WIB

Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain

Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:38 WIB

Perhatian Pengusaha! DSI Bisa Atur Harga Ekspor Komoditas

Perhatian Pengusaha! DSI Bisa Atur Harga Ekspor Komoditas

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:23 WIB

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:10 WIB

Terkini

OJK Ungkap Kelanjutan Kasus Gagal Bayar DSI

OJK Ungkap Kelanjutan Kasus Gagal Bayar DSI

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:16 WIB

JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda

JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Tayang 4 November, Intip Sinopsis Drakor Fantasi The Remarried Empress

Tayang 4 November, Intip Sinopsis Drakor Fantasi The Remarried Empress

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Tiga Pelanggaran dengan Denda Tilang Terbesar di Operasi Patuh Jaya 2026

Tiga Pelanggaran dengan Denda Tilang Terbesar di Operasi Patuh Jaya 2026

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

The Lament of Autumn: Drama Republik dalam Vibes Love Hate yang Bikin Baper

The Lament of Autumn: Drama Republik dalam Vibes Love Hate yang Bikin Baper

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T

Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:09 WIB

Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia

Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:06 WIB

Kepala BGN Sudaryono Curhat Didemo Setiap Hari: Senin - Jumat Kok Nggak Ada yang Dukung MBG?

Kepala BGN Sudaryono Curhat Didemo Setiap Hari: Senin - Jumat Kok Nggak Ada yang Dukung MBG?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:01 WIB

4 Milky Toner Korea Bikin Wajah Auto Kenyal, Terhidrasi, dan Cerah Seketika

4 Milky Toner Korea Bikin Wajah Auto Kenyal, Terhidrasi, dan Cerah Seketika

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:52 WIB

Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi

Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:50 WIB

×