Harga Telur Ayam Turun Drastis, Pemerintah Malah Bingung

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 08 Juni 2026 | 19:07 WIB
Harga Telur Ayam Turun Drastis, Pemerintah Malah Bingung
Pedagang menata telur ayam yang akan dijual di Pasar Tebet. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pemerintah menugaskan Badan Gizi Nasional dan Bapanas menyerap telur ayam ras saat harga turun di bawah acuan.
  • Langkah intervensi bertujuan melindungi pendapatan peternak serta menjaga keseimbangan harga pangan bagi konsumen di seluruh Indonesia.
  • Menteri Perdagangan menegaskan kesiapan pemerintah menyerap komoditas pangan lain jika harga jatuh di bawah tingkat yang menguntungkan.

Suara.com - Pemerintah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyerap telur ayam ras ketika harga di tingkat peternak mengalami penurunan di bawah harga acuan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan harga sekaligus melindungi pendapatan peternak.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang tersebar di ratusan kabupaten dan kota di Indonesia.

Menurut dia, pemerintah tidak hanya berupaya menekan harga ketika terjadi kenaikan, tetapi juga melakukan intervensi saat harga komoditas jatuh terlalu rendah sehingga merugikan produsen.

Menteri Perdagangan, Budi Susanto. [Suara.com/Achmad Fauzi.
Menteri Perdagangan, Budi Susanto. [Suara.com/Achmad Fauzi].

"Nah, apa yang harus kita lakukan? Yang di atas HET tentu terus kita melakukan pengawasan, ya, kemudian distribusi, dan bagaimana kita menjaga pasokan tetap ada," ujar Budi di Kantor Kemendag, Senin (8/6/2026).

Ia menjelaskan, ketika harga pangan berada di bawah harga acuan, pemerintah akan berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk melakukan penyerapan.

Salah satu komoditas yang sempat mengalami kondisi tersebut adalah telur ayam ras.

"Untuk harga yang di bawah HET, kemarin misalnya telur, ya, telur sempat harganya turun, kita langsung berkoordinasi dengan NFA (Bapanas), sehingga telur yang harganya di bawah HET bisa diserap, ya, di SPHP di daerah setempat dan itu sudah dilakukan oleh NFA," kata Budi.

Menurut dia, mekanisme penyerapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan nasional.

Pemerintah tidak menginginkan harga pangan melonjak tinggi karena membebani konsumen. Namun di sisi lain, harga yang terlalu rendah juga dinilai dapat merugikan petani maupun peternak.

baca juga

"Jadi eh, kita ingin harga tetap stabil. Ya, tidak ada yang naik, tapi juga tidak ada yang turun, ya. Jadi masyarakat dapat menjangkau semua harga tersebut," ujarnya.

Budi mengatakan koordinasi antara Kementerian Perdagangan, Bapanas, dan lembaga terkait kini semakin mudah dilakukan ketika terjadi gejolak harga di lapangan.

Karena itu, pemerintah juga membuka peluang penyerapan untuk komoditas pangan lain yang mengalami penurunan harga tajam.

Selain telur ayam ras, komoditas seperti ayam hidup juga dapat diserap melalui program pemerintah apabila harga pasar berada di bawah tingkat yang menguntungkan peternak.

Pedagang menata telur ayam yang akan dijual di Pasar Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (9/6/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pedagang menata telur ayam yang akan dijual di Pasar Tebet, Jakarta Selatan, Jumat. [Suara.com/Alfian Winanto]

"Bantuan pangan pun bisa juga nanti bervariasi, ya. Misalnya telur lagi turun, bisa aja telur untuk bantuan pangan. Kemudian juga yang tadi kerja sama dengan NFA. Ya, tidak hanya telur, kebutuhan pokok yang nanti turun, misalnya ayam, ya, ayam kalau harga turun juga bisa diserap NFA," tutur Budi.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen di sektor pangan.

"Jadi sekarang ekosistemnya sudah berjalan dengan baik. Ya, kita terus koordinasi ketika terjadi gejolak harga, kita mudah-mudahan bisa mengatasi dengan baik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permendag 31/2023 Resmi Direvisi: Jualan Online Wajib Punya Izin Usaha

Permendag 31/2023 Resmi Direvisi: Jualan Online Wajib Punya Izin Usaha

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:14 WIB

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:20 WIB

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:15 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 22:00 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:56 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Sumsel | Kamis, 10 September 2026 | 21:46 WIB

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:43 WIB

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 21:29 WIB

×