Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.315,311
LQ45 627,116
Srikehati 305,365
JII 382,284
USD/IDR 17.910

Harga Telur Ayam Turun Drastis, Pemerintah Malah Bingung

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 08 Juni 2026 | 19:07 WIB
Harga Telur Ayam Turun Drastis, Pemerintah Malah Bingung
Pedagang menata telur ayam yang akan dijual di Pasar Tebet. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pemerintah menugaskan Badan Gizi Nasional dan Bapanas menyerap telur ayam ras saat harga turun di bawah acuan.
  • Langkah intervensi bertujuan melindungi pendapatan peternak serta menjaga keseimbangan harga pangan bagi konsumen di seluruh Indonesia.
  • Menteri Perdagangan menegaskan kesiapan pemerintah menyerap komoditas pangan lain jika harga jatuh di bawah tingkat yang menguntungkan.

Suara.com - Pemerintah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyerap telur ayam ras ketika harga di tingkat peternak mengalami penurunan di bawah harga acuan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan harga sekaligus melindungi pendapatan peternak.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang tersebar di ratusan kabupaten dan kota di Indonesia.

Menurut dia, pemerintah tidak hanya berupaya menekan harga ketika terjadi kenaikan, tetapi juga melakukan intervensi saat harga komoditas jatuh terlalu rendah sehingga merugikan produsen.

Menteri Perdagangan, Budi Susanto. [Suara.com/Achmad Fauzi.
Menteri Perdagangan, Budi Susanto. [Suara.com/Achmad Fauzi].

"Nah, apa yang harus kita lakukan? Yang di atas HET tentu terus kita melakukan pengawasan, ya, kemudian distribusi, dan bagaimana kita menjaga pasokan tetap ada," ujar Budi di Kantor Kemendag, Senin (8/6/2026).

Ia menjelaskan, ketika harga pangan berada di bawah harga acuan, pemerintah akan berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk melakukan penyerapan.

Salah satu komoditas yang sempat mengalami kondisi tersebut adalah telur ayam ras.

"Untuk harga yang di bawah HET, kemarin misalnya telur, ya, telur sempat harganya turun, kita langsung berkoordinasi dengan NFA (Bapanas), sehingga telur yang harganya di bawah HET bisa diserap, ya, di SPHP di daerah setempat dan itu sudah dilakukan oleh NFA," kata Budi.

Menurut dia, mekanisme penyerapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan nasional.

Pemerintah tidak menginginkan harga pangan melonjak tinggi karena membebani konsumen. Namun di sisi lain, harga yang terlalu rendah juga dinilai dapat merugikan petani maupun peternak.

baca juga

"Jadi eh, kita ingin harga tetap stabil. Ya, tidak ada yang naik, tapi juga tidak ada yang turun, ya. Jadi masyarakat dapat menjangkau semua harga tersebut," ujarnya.

Budi mengatakan koordinasi antara Kementerian Perdagangan, Bapanas, dan lembaga terkait kini semakin mudah dilakukan ketika terjadi gejolak harga di lapangan.

Karena itu, pemerintah juga membuka peluang penyerapan untuk komoditas pangan lain yang mengalami penurunan harga tajam.

Selain telur ayam ras, komoditas seperti ayam hidup juga dapat diserap melalui program pemerintah apabila harga pasar berada di bawah tingkat yang menguntungkan peternak.

Pedagang menata telur ayam yang akan dijual di Pasar Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (9/6/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pedagang menata telur ayam yang akan dijual di Pasar Tebet, Jakarta Selatan, Jumat. [Suara.com/Alfian Winanto]

"Bantuan pangan pun bisa juga nanti bervariasi, ya. Misalnya telur lagi turun, bisa aja telur untuk bantuan pangan. Kemudian juga yang tadi kerja sama dengan NFA. Ya, tidak hanya telur, kebutuhan pokok yang nanti turun, misalnya ayam, ya, ayam kalau harga turun juga bisa diserap NFA," tutur Budi.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen di sektor pangan.

"Jadi sekarang ekosistemnya sudah berjalan dengan baik. Ya, kita terus koordinasi ketika terjadi gejolak harga, kita mudah-mudahan bisa mengatasi dengan baik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permendag 31/2023 Resmi Direvisi: Jualan Online Wajib Punya Izin Usaha

Permendag 31/2023 Resmi Direvisi: Jualan Online Wajib Punya Izin Usaha

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:14 WIB

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:20 WIB

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:15 WIB

Terkini

11 Orang Selamat dalam Kecelakaan Pesawat di Washington

11 Orang Selamat dalam Kecelakaan Pesawat di Washington

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:02 WIB

Lamine Yamal dan Erling Haaland: Wajah Baru Pemain Termahal Dunia

Lamine Yamal dan Erling Haaland: Wajah Baru Pemain Termahal Dunia

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:00 WIB

Sarwendah Sekarang Kerja Apa? Tahan Tangis Ungkap Perjuangan Nafkahi Anak

Sarwendah Sekarang Kerja Apa? Tahan Tangis Ungkap Perjuangan Nafkahi Anak

Entertainment | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:57 WIB

Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Dewa! Satu Cangkir Kopi Modalnya Berapa?

Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Dewa! Satu Cangkir Kopi Modalnya Berapa?

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:53 WIB

Apa Itu INSP Prancis? Jadi Inspirasi Universitas Republik Indonesia Dibentuk

Apa Itu INSP Prancis? Jadi Inspirasi Universitas Republik Indonesia Dibentuk

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:51 WIB

Dapat dari Camat hingga Petani, Bupati Kuansing Diduga Beri Menhut Raja Juli 46.500 Dolar Singapura

Dapat dari Camat hingga Petani, Bupati Kuansing Diduga Beri Menhut Raja Juli 46.500 Dolar Singapura

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:51 WIB

Sunscreen Purbasari untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan Kandungan dan Review Pembeli

Sunscreen Purbasari untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan Kandungan dan Review Pembeli

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:48 WIB

BRI x REI Expo Semarang 2026 Tawarkan Promo KPR Bunga Mulai 1,75%, Wujudkan Rumah Impian

BRI x REI Expo Semarang 2026 Tawarkan Promo KPR Bunga Mulai 1,75%, Wujudkan Rumah Impian

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:44 WIB

Pramono Anung Bela Satpam Vicol, Minta Pengendara Alphard Arogan Disanksi Tegas

Pramono Anung Bela Satpam Vicol, Minta Pengendara Alphard Arogan Disanksi Tegas

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:38 WIB

Apa Merek Cushion yang Populer dan Mudah Ditemukan di Indonesia? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review

Apa Merek Cushion yang Populer dan Mudah Ditemukan di Indonesia? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:35 WIB

×