Pemerintah Santai Tanggapi Penurunan Cadangan Devisa RI

Dicky Prastya

Selasa, 09 Juni 2026 | 16:16 WIB
Pemerintah Santai Tanggapi Penurunan Cadangan Devisa RI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/6/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia turun menjadi US$144,9 miliar pada akhir Mei 2026 akibat pembayaran utang pemerintah.
  • Penurunan cadangan devisa dipengaruhi kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah untuk merespons ketidakpastian pasar keuangan global yang terjadi.
  • Pemerintah menargetkan penambahan devisa melalui kebijakan DHE SDA meski saat ini masih berada dalam masa tahap transisi.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi santai soal penurunan cadangan devisa RI pada Mei 2026.

Menko Perekonomian mengatakan kalau Pemerintah masih bisa mencari cadangan devisa yang saat ini mengalami penurunan.

"Nanti kita cari lagi cadev (cadangan devisa)," kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, dikutip Selasa (9/6/2026).

Airlangga juga menjelaskan kebijakan baru Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) bisa menambah cadangan devisa RI karena disimpan di Himpunan Bank Negara (Himbara) alias Bank BUMN. 

Hanya saja dampak kebijakan tersebut masih belum terlihat lantaran aturan DHE SDA asih dalam tahap transisi.

"Belum, ini kan masih periode transisi," lanjutnya.

Diketahui Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026 turun menjadi US$144,9 miliar atau sekitar Rp2.622 triliun.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan posisi akhir April 2026 yang mencapai US$146,2 miliar. Dengan demikian, dalam sebulan cadangan devisa Indonesia berkurang sekitar US$1,3 miliar atau setara Rp23 triliun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menjelaskan penurunan cadangan devisa dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari pembayaran utang luar negeri pemerintah hingga langkah BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak pasar global.

baca juga

"Perkembangan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global serta permintaan valuta asing musiman dari domestik," ujar Ramdan dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Meski mengalami penurunan, BI menegaskan posisi cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang aman. Cadangan devisa saat ini setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Level tersebut juga jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor.

Bank sentral menilai cadangan devisa yang dimiliki saat ini masih mampu menopang ketahanan sektor eksternal nasional sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

BI juga memastikan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah guna menjaga ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ke depan, BI optimistis ketahanan eksternal Indonesia tetap solid. Optimisme tersebut didukung posisi cadangan devisa yang dinilai memadai serta potensi masuknya modal asing seiring masih positifnya persepsi investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Selain itu, daya tarik imbal hasil investasi di dalam negeri juga diyakini tetap menjadi magnet bagi investor global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gegara BI-Rate Rupiah Bernasib Baik Hari Ini, Tapi Masih Rp 18.000

Gegara BI-Rate Rupiah Bernasib Baik Hari Ini, Tapi Masih Rp 18.000

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:53 WIB

Cadev Turun 1,3 Miliar Dolar AS, Gubernur BI Singgung IMF

Cadev Turun 1,3 Miliar Dolar AS, Gubernur BI Singgung IMF

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:49 WIB

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:02 WIB

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:57 WIB

Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat

Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:31 WIB

Uang Tunai dan Dana Perbankan Tetap Melimpah, BI Catat Uang Primer Tumbuh 14,2%

Uang Tunai dan Dana Perbankan Tetap Melimpah, BI Catat Uang Primer Tumbuh 14,2%

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:07 WIB

Terkini

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:44 WIB

×