Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Benarkah Rumor Reshuffle Menkeu Purbaya Buat IHSG dan Rupiah Kompak Rebound?

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 09 Juni 2026 | 17:32 WIB
Benarkah Rumor Reshuffle Menkeu Purbaya Buat IHSG dan Rupiah Kompak Rebound?
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menggelar pertemuan dengan lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings pada Rabu (3/6/2026). Dalam pertemuan itu ia memaparkan kondisi fundamental ekonomi dan fiskal Indonesia yang diklaimnya masih kokoh. [Antara]
baca 10 detik
  • IHSG & Rupiah rebound berkat redanya rumor reshuffle Menkeu.
  • Investor buru saham murah lewat aksi buy on weakness.
  • Stabilitas kebijakan & kepastian hukum kunci pikat modal asing.

Suara.com - Pasar keuangan dalam negeri bergerak bergairah pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terpantau kompak menguat tajam.

Usut punya usut, meroketnya performa pasar hari ini disebut-sebut erat kaitannya dengan meredanya isu politik panas, yakni spekulasi perombakan (reshuffle) kabinet, khususnya rumor pencopotan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Ekonom STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko menuturkan, pelaku pasar langsung merespons positif begitu muncul penegasan resmi bahwa rumor pergantian Nakhoda Lapangan Banteng tersebut tidak benar alias hoaks. Berkurangnya ketidakpastian politik ini menjadi bahan bakar utama yang memulihkan sentimen investor.

"Pasar keuangan pada umumnya alergi terhadap ketidakpastian, terutama yang berkaitan dengan arah kebijakan ekonomi pemerintah," ujar Aditya, Selasa (9/6/2026).

Menurut Aditya, isu liar mengenai pergantian menteri keuangan sempat membuat investor ketar-ketir dan bertanya-tanya arah kebijakan fiskal ke depan.

"Ketika isu itu dibantah, sebagian investor kembali percaya bahwa tidak akan ada perubahan mendadak pada kebijakan ekonomi," tuturnya.

Lebih lanjut, Aditya menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan ekonomi nasional. Menjaga stabilitas rupiah dan pasar obligasi sangat bergantung pada eratnya koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Dengan tidak adanya bongkar pasang mendadak di posisi strategis tersebut, pasar optimistis roda ekonomi berjalan lebih konsisten.

Selain faktor 'ademnya' suhu politik domestik, penguatan hari ini juga didorong oleh aksi buy on weakness (aksi beli saat harga turun). Diketahui pada perdagangan sehari sebelumnya, IHSG dan rupiah babak belur dihantam tekanan jual. Begitu sentimen negatif mereda, investor langsung memanfaatkan momentum harga saham yang sudah murah untuk berburu aset.

Namun, Aditya mengingatkan pelaku pasar agar tidak jemawa. Penguatan pasar modal hari ini tidak bisa diklaim murni hanya karena redanya isu reshuffle.

baca juga

"Pergerakan pasar keuangan itu multirival. Dipengaruhi banyak faktor seperti arus modal asing (foreign inflow), kebijakan suku bunga, kondisi ekonomi global, keperkasaan dolar AS, hingga ekspektasi kebijakan pemerintah dan BI ke depan. Isu reshuffle ini hanya salah satu katalis positif penahan kepanikan," urainya.

Disisi lain Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti menilai, stabilitas di level kementerian memang memberikan sinyal positif jangka pendek yang krusial bagi investor. Kendati demikian, untuk menjaga rupiah agar tidak gampang terdepresiasi (melemah), kuncinya adalah aliran modal asing yang masif dan cadangan devisa yang kuat.

Untuk memikat modal raksasa global tersebut masuk secara berkelanjutan, Esther membeberkan 7 syarat mendasar yang wajib dipenuhi Indonesia:

  1. Kepastian hukum yang menjamin keamanan berbisnis.
  2. Prospek ekonomi pasar yang menjanjikan.
  3. Ketersediaan bahan baku yang memadai.
  4. Ekosistem bisnis yang mendukung.
  5. Integrasi rantai pasok global (global supply chain).
  6. Infrastruktur prima (energi, listrik, air bersih, dll).
  7. Harmonisasi regulasi yang sinkron antara instansi pusat dan daerah.

"Jika ketujuh faktor fundamental tersebut bisa konsisten dipenuhi pemerintah, maka aliran modal asing akan jauh lebih mudah mengalir deras. Dampaknya, nilai tukar rupiah dan pasar modal domestik kita akan punya otot yang kuat," pungkas Esther.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kewalahan Rupiah Terus Loyo, BI Keluarkan 5 Jurus

Kewalahan Rupiah Terus Loyo, BI Keluarkan 5 Jurus

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:26 WIB

IHSG Terlalu Perkasa Hari Ini Naik 7%, Saham BBCA dan BBRI Jadi Buruan

IHSG Terlalu Perkasa Hari Ini Naik 7%, Saham BBCA dan BBRI Jadi Buruan

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:52 WIB

Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana

Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:26 WIB

Terkini

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:55 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:30 WIB

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

Jakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:00 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

×