Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

MBG Sukses Ciptakan Ekosistem Rantai Pasok Baru di Daerah

Liberty Jemadu, Novian Ardiansyah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:56 WIB
MBG Sukses Ciptakan Ekosistem Rantai Pasok Baru di Daerah
Survei Dewan Ekonomi Nasional menemukan bahwa program Makan Bergizi Gratis berhasil membentuk ekosistem rantai pasok baru di berbagai daerah Indonesia. [Antara]
baca 10 detik
  • Dewan Ekonomi Nasional melaporkan program Makan Bergizi Gratis berhasil membentuk ekosistem rantai pasok baru di berbagai daerah Indonesia.
  • Sebanyak 86,9 persen dapur Makan Bergizi Gratis telah bermitra dengan UMKM lokal sebagai pemasok utama bahan baku pangan.
  • Survei menunjukkan program tersebut berhasil menyerap tenaga kerja lokal dan mendapatkan tingkat kepuasan publik mencapai 70 persen.

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis atau MBG, salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, sukses menciptakan ekosistem rantai pasok baru di daerah, demikian hasil temuan survei yang dilakukan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan hasil survei yang menunjukkan keberhasilan MBG itu sudah disampaikan pihaknya kepada Prabowo dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (6/9/2026).

"Tadi saya jelaskan mengenai makan bergizi, karena MBG ini memang program yang sangat baik. Hanya pengelolaannya memang perlu ditata dengan rapi," terang Luhut usai bertemu Prabowo bersama ekonom Chatib Basri.

Sementara anggota (DEN) Septian Hario Seto, dalam kesempatan yang sama menguraikan lebih rinci hasil survei yang dibiayai sendiri oleh DEN tersebut. Ia mengatakan survei digelar di 800 titik - dari Nias hingga Papua - yang dipilih dengan metode random sampling.

"Kami ingin melihat apakah ada ekosistem supply chain baru yang terbentuk ketika program ini dijalankan" jelas dia.

Hasilnya ditemukan, ada 86,9 persen SPPG atau dapur MBG yang memiliki setidaknya satu supplier atau pemasok bahan baku lokal yang merupakan UMKM setempat.

Rata-ratanya, lanjut Seto, setiap SPPG yang disurvei menggandeng tiga UMKM sebagai pemasok untuk dapur mereka.

Survei Dewan Ekonomi Nasional menemukan bahwa program Makan Bergizi Gratis berhasil membentuk ekosistem rantai pasok baru di berbagai daerah Indonesia. Foto: Peternakan ayam ras di Palu, Sulawesi Tengah memproduksi telur untuk kebutuhan program MBG. [Antara]
Survei Dewan Ekonomi Nasional menemukan bahwa program Makan Bergizi Gratis berhasil membentuk ekosistem rantai pasok baru di berbagai daerah Indonesia. Foto: Peternakan ayam ras di Palu, Sulawesi Tengah memproduksi telur untuk kebutuhan program MBG. [Antara]

"Jadi ini membuktikan bahwa program MBGB ini, selain mencapai tujuan Bapak Presiden untuk perbaikan gizi dari anak-anak Indonesia, juga menciptakan ekosistem supply chain yang baru," tegas Seto.

Lebih lanjut ia menyampaikan ada sekitar 65 UMKM yang memasok bahan baku berada di satu kabupaten dengan dapur atau SPPG yang mereka pasok. Seto menyimpulkan, data ini menunjukkan bahwa UMKM-UMKM tersebut bukan perusahaan besar dari luar yang tetapi bisnis lokal yang diberdayakan.

baca juga

"Yang ketiga temuan kita adalah tenaga kerja (UMKM) itu hampir 99 persen memang dari warga sekitar," ia membeberkan.

Terakhir, survei DEN menemukan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap program MBG mencapai 70 persen.

Dari survei itu, DEN juga menghasilkan usulan untuk perbaikan ke depannya. Salah satunya, kata Seto, adalah dibutuhkan bantuan modal untuk UMKM pemasok bahan baku SPPG. Modal diperlukan agar mereka bisa mengembangkan bisnis lebih besar dan akhirnya bisa lebih banyak memasok bahan baku untuk dapur MBG.

Seto menilai, hasil survei ini juga mengonfirmasi laporan Badan Pusat Statistik atau BPS tentang sumbangsih atau kontribusi program MBG yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada Kuartal I kemarin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah

Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 19:57 WIB

Luhut Menghadap Prabowo, Respons Kenaikan Suku Bunga BI Curi Perhatian

Luhut Menghadap Prabowo, Respons Kenaikan Suku Bunga BI Curi Perhatian

Video | Selasa, 09 Juni 2026 | 19:00 WIB

Afiliasi Politik di Dapur MBG Jadi Sorotan, YLKI Desak BGN Buka Data Pengelola SPPG

Afiliasi Politik di Dapur MBG Jadi Sorotan, YLKI Desak BGN Buka Data Pengelola SPPG

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:27 WIB

MBG Sampai ke Raja Ampat, tapi Siapa yang Mau Bayar?

MBG Sampai ke Raja Ampat, tapi Siapa yang Mau Bayar?

Your Say | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:23 WIB

Kasus di BGN dan Ancaman Korupsi MBG: Di Mana Celahnya?

Kasus di BGN dan Ancaman Korupsi MBG: Di Mana Celahnya?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:52 WIB

Terkini

BRI Sesuaikan Status Rekening Mulai 10 Mei 2026, Dorong Keamanan dan Perlindungan Nasabah

BRI Sesuaikan Status Rekening Mulai 10 Mei 2026, Dorong Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:03 WIB

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:42 WIB

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:30 WIB

Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?

Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:12 WIB

Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik

Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:10 WIB

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:24 WIB

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:47 WIB

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:41 WIB

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:29 WIB

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:49 WIB

×