MBG Sukses Ciptakan Ekosistem Rantai Pasok Baru di Daerah

Liberty Jemadu, Novian Ardiansyah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:56 WIB
MBG Sukses Ciptakan Ekosistem Rantai Pasok Baru di Daerah
Survei Dewan Ekonomi Nasional menemukan bahwa program Makan Bergizi Gratis berhasil membentuk ekosistem rantai pasok baru di berbagai daerah Indonesia. [Antara]
baca 10 detik
  • Dewan Ekonomi Nasional melaporkan program Makan Bergizi Gratis berhasil membentuk ekosistem rantai pasok baru di berbagai daerah Indonesia.
  • Sebanyak 86,9 persen dapur Makan Bergizi Gratis telah bermitra dengan UMKM lokal sebagai pemasok utama bahan baku pangan.
  • Survei menunjukkan program tersebut berhasil menyerap tenaga kerja lokal dan mendapatkan tingkat kepuasan publik mencapai 70 persen.

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis atau MBG, salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, sukses menciptakan ekosistem rantai pasok baru di daerah, demikian hasil temuan survei yang dilakukan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan hasil survei yang menunjukkan keberhasilan MBG itu sudah disampaikan pihaknya kepada Prabowo dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (6/9/2026).

"Tadi saya jelaskan mengenai makan bergizi, karena MBG ini memang program yang sangat baik. Hanya pengelolaannya memang perlu ditata dengan rapi," terang Luhut usai bertemu Prabowo bersama ekonom Chatib Basri.

Sementara anggota (DEN) Septian Hario Seto, dalam kesempatan yang sama menguraikan lebih rinci hasil survei yang dibiayai sendiri oleh DEN tersebut. Ia mengatakan survei digelar di 800 titik - dari Nias hingga Papua - yang dipilih dengan metode random sampling.

"Kami ingin melihat apakah ada ekosistem supply chain baru yang terbentuk ketika program ini dijalankan" jelas dia.

Hasilnya ditemukan, ada 86,9 persen SPPG atau dapur MBG yang memiliki setidaknya satu supplier atau pemasok bahan baku lokal yang merupakan UMKM setempat.

Rata-ratanya, lanjut Seto, setiap SPPG yang disurvei menggandeng tiga UMKM sebagai pemasok untuk dapur mereka.

Survei Dewan Ekonomi Nasional menemukan bahwa program Makan Bergizi Gratis berhasil membentuk ekosistem rantai pasok baru di berbagai daerah Indonesia. Foto: Peternakan ayam ras di Palu, Sulawesi Tengah memproduksi telur untuk kebutuhan program MBG. [Antara]
Survei Dewan Ekonomi Nasional menemukan bahwa program Makan Bergizi Gratis berhasil membentuk ekosistem rantai pasok baru di berbagai daerah Indonesia. Foto: Peternakan ayam ras di Palu, Sulawesi Tengah memproduksi telur untuk kebutuhan program MBG. [Antara]

"Jadi ini membuktikan bahwa program MBGB ini, selain mencapai tujuan Bapak Presiden untuk perbaikan gizi dari anak-anak Indonesia, juga menciptakan ekosistem supply chain yang baru," tegas Seto.

Lebih lanjut ia menyampaikan ada sekitar 65 UMKM yang memasok bahan baku berada di satu kabupaten dengan dapur atau SPPG yang mereka pasok. Seto menyimpulkan, data ini menunjukkan bahwa UMKM-UMKM tersebut bukan perusahaan besar dari luar yang tetapi bisnis lokal yang diberdayakan.

baca juga

"Yang ketiga temuan kita adalah tenaga kerja (UMKM) itu hampir 99 persen memang dari warga sekitar," ia membeberkan.

Terakhir, survei DEN menemukan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap program MBG mencapai 70 persen.

Dari survei itu, DEN juga menghasilkan usulan untuk perbaikan ke depannya. Salah satunya, kata Seto, adalah dibutuhkan bantuan modal untuk UMKM pemasok bahan baku SPPG. Modal diperlukan agar mereka bisa mengembangkan bisnis lebih besar dan akhirnya bisa lebih banyak memasok bahan baku untuk dapur MBG.

Seto menilai, hasil survei ini juga mengonfirmasi laporan Badan Pusat Statistik atau BPS tentang sumbangsih atau kontribusi program MBG yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada Kuartal I kemarin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah

Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 19:57 WIB

Luhut Menghadap Prabowo, Respons Kenaikan Suku Bunga BI Curi Perhatian

Luhut Menghadap Prabowo, Respons Kenaikan Suku Bunga BI Curi Perhatian

Video | Selasa, 09 Juni 2026 | 19:00 WIB

Afiliasi Politik di Dapur MBG Jadi Sorotan, YLKI Desak BGN Buka Data Pengelola SPPG

Afiliasi Politik di Dapur MBG Jadi Sorotan, YLKI Desak BGN Buka Data Pengelola SPPG

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:27 WIB

MBG Sampai ke Raja Ampat, tapi Siapa yang Mau Bayar?

MBG Sampai ke Raja Ampat, tapi Siapa yang Mau Bayar?

Your Say | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:23 WIB

Kasus di BGN dan Ancaman Korupsi MBG: Di Mana Celahnya?

Kasus di BGN dan Ancaman Korupsi MBG: Di Mana Celahnya?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:52 WIB

Terkini

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

Lamine Yamal Jadi Favorit, 10 Pemain Berebut Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon dOr 2026

Lamine Yamal Jadi Favorit, 10 Pemain Berebut Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon dOr 2026

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 22:05 WIB

Seberapa Berbahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh?

Seberapa Berbahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh?

Video | Selasa, 08 September 2026 | 22:05 WIB

24 Jam Hilang di Selat Sunda, 8 Penumpang Kapal Termasuk Lima Jurnalis Belum Ditemukan

24 Jam Hilang di Selat Sunda, 8 Penumpang Kapal Termasuk Lima Jurnalis Belum Ditemukan

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:55 WIB

Akbar Firmansyah Antusias Kembali Bermain di Stadion Gelora 10 November

Akbar Firmansyah Antusias Kembali Bermain di Stadion Gelora 10 November

Jawa Tengah | Selasa, 08 September 2026 | 21:41 WIB

Modus TPPO Makin Canggih, Pemerintah Dorong Deteksi Korban Sejak Perekrutan

Modus TPPO Makin Canggih, Pemerintah Dorong Deteksi Korban Sejak Perekrutan

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:41 WIB

Berawal dari Toko Sembako, Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi

Berawal dari Toko Sembako, Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 21:38 WIB

×