- IHSG di Bursa Efek Indonesia sempat merosot saat pembukaan perdagangan Rabu, 8 Mei 2026, namun berhasil melonjak kembali.
- Indeks menguat 0,88 persen ke level 5.797 dengan total transaksi mencapai Rp2,35 triliun dari 2,73 miliar saham.
- BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG akan melanjutkan fase penguatan jangka pendek akibat membaiknya sentimen domestik dan kebijakan moneter.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik merah saat pembukaan perdagangan, Rabu, 8 Mei 2026. IHSG dibuka merosot ke level 5.744.
Namun pelemahan itu hanya sementara, sebab IHSG mulai kembali melonjak. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG justru menghijau 0,88 pers ke level 5.797.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,73 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,35 triliun, serta frekuensi sebanyak 216.000 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 385 saham bergerak naik, sedangkan 187 saham mengalami penurunan, dan 387 saham tidak mengalami pergerakan.
![Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/09/23026-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, BABY, FORU, ROCK, TIFA, PART dan BOGA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, GRIA, STAR, PDES, FLMC, RAAM, EURO.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini setelah mencatat lonjakan signifikan pada sesi sebelumnya.
Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menilai, ruang rebound IHSG masih terbuka seiring membaiknya sentimen domestik pasca keputusan Bank Indonesia (BI) yang secara tak terduga menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.
Selain faktor suku bunga, sentimen positif juga datang dari wacana dukungan likuiditas melalui dorongan program buyback saham perusahaan pelat merah. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan minat beli investor di pasar saham.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berada dalam fase pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam. Posisi indeks yang sempat berada pada area oversold membuka peluang terjadinya penguatan lanjutan dalam jangka pendek.
"Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan fase rebound dalam jangka pendek dengan support di 5.630 dan resistance di 5.850," tulis riset tersebut.
BRI Danareksa Sekuritas menilai peluang penguatan akan semakin besar apabila stabilisasi rupiah terus terjaga dan sentimen positif domestik tetap berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Sementara itu, dari pasar global, pergerakan indeks utama Wall Street pada perdagangan sebelumnya ditutup bervariasi. Dow Jones Industrial Average menguat 0,17 persen ke level 50.872,11.
Namun, S&P 500 terkoreksi 0,26 persen dan Nasdaq Composite melemah 0,97 persen akibat aksi ambil untung pada saham-saham teknologi.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan yang layak dicermati investor, yakni RATU, BMRI, dan HRTA.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.