Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun Per Bulan, Terancam Gagal Bayar

M Nurhadi

Rabu, 10 Juni 2026 | 14:45 WIB
BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun Per Bulan, Terancam Gagal Bayar
Ilustrasi BPJS Kesehatan (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Direktur Utama BPJS Kesehatan melaporkan defisit operasional Rp2 triliun setiap bulan akibat besarnya beban klaim medis peserta.
  • Pemerintah menyiapkan dana talangan Rp20 triliun dari APBN untuk mengatasi risiko kegagalan pembayaran pada Juli 2027 mendatang.
  • Pelemahan nilai tukar rupiah menyebabkan kenaikan harga obat impor yang meningkatkan beban klaim biaya medis bagi BPJS.

Suara.com - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito, membeberkan kondisi keuangan lembaga yang dipimpinnya dalam forum Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Prihati mengungkapkan bahwa Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini tengah mengalami defisit operasional yang cukup masif, yakni menyentuh angka Rp2 triliun pada setiap bulannya.

Ketimpangan neraca keuangan ini terjadi lantaran volume pembiayaan klaim medis yang wajib disalurkan oleh BPJS Kesehatan jauh lebih besar dibandingkan dengan total penerimaan iuran yang masuk dari para peserta secara bulanan.

"Kita melakukan transaksi kesehatan itu sehari 2 juta transaksi. Ini menghasilkan pembayaran Rp 500 miliar sehari dan sebulan sebesar Rp 16 triliun, kurang lebih Rp 16,5 triliun. Dan iuran yang masuk sebesar Rp 14 triliun. Jadi setiap bulan kita defisit Rp 2 triliun," urai Prihati.

Meskipun laju pengeluaran terus membengkak, Prihati menjamin bahwa situasi fiskal saat ini belum mengganggu kualitas pelayanan medis di kota-kota besar maupun daerah.

BPJS Kesehatan tercatat masih mengantongi cadangan dana yang memadai untuk melunasi klaim operasional rumah sakit hingga periode awal tahun 2027.

Kendati demikian, manajemen memberikan peringatan keras kepada pembuat kebijakan bahwa struktur ketahanan keuangan tersebut tidak akan bertahan lama jika tidak segera dilakukan intervensi regulasi.

Jika draf skema pendanaan saat ini dibiarkan berjalan tanpa evaluasi, BPJS Kesehatan diproyeksikan bakal mengalami kelangkaan likuiditas akut hingga memicu kegagalan pembayaran pada pertengahan tahun depan.

"Dan kita akan gagal bayar di Juli 2027 bila tidak ada intervensi Bapak/Ibu sekalian," tegas Prihati.

baca juga

Guna mengantisipasi risiko sistemik tersebut, pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian telah merancang bauran solusi. BPJS Kesehatan dijadwalkan menerima suntikan dana segar senilai Rp20 triliun yang dialokasikan dari anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Tambahan likuiditas ini diproyeksikan mulai cair pada Juli 2026, dengan catatan seluruh draf regulasi pelengkap termasuk Peraturan Pemerintah (PP) terkait telah ditandatangani oleh Presiden.

Di samping mengandalkan dana talangan, pihak BPJS Kesehatan kini mulai mendorong penguatan strategi keberlanjutan fiskal jangka panjang.

Alokasi Anggaran dan Kebijakan Fiskal Pemutihan Tunggakan

Secara makro, pemerintah sebenarnya telah mematok alokasi belanja kesehatan dalam APBN di angka Rp247,3 triliun, di mana porsi kebutuhan subsidi untuk mengover seluruh kepesertaan BPJS Kesehatan ditaksir memerlukan dana sekitar Rp113 triliun per tahun.

Terkait dukungan penyehatan kas tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meluruskan bahwa pemerintah sejak jauh hari telah menyiapkan instrumen fiskal pendukung. Menkeu Purbaya memastikan anggaran sebesar Rp20 triliun dalam APBN 2026 memang telah dicadangkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luhut-Chatib Basri soal MBG: Jangan Bertengkar-Ini Masalah Kepercayaan!

Luhut-Chatib Basri soal MBG: Jangan Bertengkar-Ini Masalah Kepercayaan!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:55 WIB

Efisiensi Anggaran tapi Gaji Tetap: Apakah Masyarakat Merasakan Manfaatnya?

Efisiensi Anggaran tapi Gaji Tetap: Apakah Masyarakat Merasakan Manfaatnya?

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:45 WIB

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:36 WIB

Pertamax Naik Rp16.250: Pos Anggaran Mana Lagi yang Harus Dikorbankan?

Pertamax Naik Rp16.250: Pos Anggaran Mana Lagi yang Harus Dikorbankan?

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:00 WIB

Purbaya Target Defisit APBN 1,8-2,4 Persen di 2027

Purbaya Target Defisit APBN 1,8-2,4 Persen di 2027

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:43 WIB

BPJS Kesehatan Beri Kepastian Jaminan Kesehatan Para Petugas SPPG

BPJS Kesehatan Beri Kepastian Jaminan Kesehatan Para Petugas SPPG

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:20 WIB

Terkini

Film Istimewa Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama

Film Istimewa Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama

Entertainment | Sabtu, 25 Juli 2026 | 05:00 WIB

Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat

Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat

Surakarta | Sabtu, 25 Juli 2026 | 05:00 WIB

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:55 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:30 WIB

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

Jakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:00 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

×