Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 5.746,648
LQ45 569,322
Srikehati 278,381
JII 347,610
USD/IDR 18.136

BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun Per Bulan, Terancam Gagal Bayar

M Nurhadi

Rabu, 10 Juni 2026 | 14:45 WIB
BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun Per Bulan, Terancam Gagal Bayar
Ilustrasi BPJS Kesehatan (Shutterstock)
  • Direktur Utama BPJS Kesehatan melaporkan defisit operasional Rp2 triliun setiap bulan akibat besarnya beban klaim medis peserta.
  • Pemerintah menyiapkan dana talangan Rp20 triliun dari APBN untuk mengatasi risiko kegagalan pembayaran pada Juli 2027 mendatang.
  • Pelemahan nilai tukar rupiah menyebabkan kenaikan harga obat impor yang meningkatkan beban klaim biaya medis bagi BPJS.

Suara.com - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito, membeberkan kondisi keuangan lembaga yang dipimpinnya dalam forum Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Prihati mengungkapkan bahwa Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini tengah mengalami defisit operasional yang cukup masif, yakni menyentuh angka Rp2 triliun pada setiap bulannya.

Ketimpangan neraca keuangan ini terjadi lantaran volume pembiayaan klaim medis yang wajib disalurkan oleh BPJS Kesehatan jauh lebih besar dibandingkan dengan total penerimaan iuran yang masuk dari para peserta secara bulanan.

"Kita melakukan transaksi kesehatan itu sehari 2 juta transaksi. Ini menghasilkan pembayaran Rp 500 miliar sehari dan sebulan sebesar Rp 16 triliun, kurang lebih Rp 16,5 triliun. Dan iuran yang masuk sebesar Rp 14 triliun. Jadi setiap bulan kita defisit Rp 2 triliun," urai Prihati.

Meskipun laju pengeluaran terus membengkak, Prihati menjamin bahwa situasi fiskal saat ini belum mengganggu kualitas pelayanan medis di kota-kota besar maupun daerah.

BPJS Kesehatan tercatat masih mengantongi cadangan dana yang memadai untuk melunasi klaim operasional rumah sakit hingga periode awal tahun 2027.

Kendati demikian, manajemen memberikan peringatan keras kepada pembuat kebijakan bahwa struktur ketahanan keuangan tersebut tidak akan bertahan lama jika tidak segera dilakukan intervensi regulasi.

Jika draf skema pendanaan saat ini dibiarkan berjalan tanpa evaluasi, BPJS Kesehatan diproyeksikan bakal mengalami kelangkaan likuiditas akut hingga memicu kegagalan pembayaran pada pertengahan tahun depan.

"Dan kita akan gagal bayar di Juli 2027 bila tidak ada intervensi Bapak/Ibu sekalian," tegas Prihati.

Guna mengantisipasi risiko sistemik tersebut, pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian telah merancang bauran solusi. BPJS Kesehatan dijadwalkan menerima suntikan dana segar senilai Rp20 triliun yang dialokasikan dari anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Tambahan likuiditas ini diproyeksikan mulai cair pada Juli 2026, dengan catatan seluruh draf regulasi pelengkap termasuk Peraturan Pemerintah (PP) terkait telah ditandatangani oleh Presiden.

Di samping mengandalkan dana talangan, pihak BPJS Kesehatan kini mulai mendorong penguatan strategi keberlanjutan fiskal jangka panjang.

Alokasi Anggaran dan Kebijakan Fiskal Pemutihan Tunggakan

Secara makro, pemerintah sebenarnya telah mematok alokasi belanja kesehatan dalam APBN di angka Rp247,3 triliun, di mana porsi kebutuhan subsidi untuk mengover seluruh kepesertaan BPJS Kesehatan ditaksir memerlukan dana sekitar Rp113 triliun per tahun.

Terkait dukungan penyehatan kas tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meluruskan bahwa pemerintah sejak jauh hari telah menyiapkan instrumen fiskal pendukung. Menkeu Purbaya memastikan anggaran sebesar Rp20 triliun dalam APBN 2026 memang telah dicadangkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luhut-Chatib Basri soal MBG: Jangan Bertengkar-Ini Masalah Kepercayaan!

Luhut-Chatib Basri soal MBG: Jangan Bertengkar-Ini Masalah Kepercayaan!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:55 WIB

Efisiensi Anggaran tapi Gaji Tetap: Apakah Masyarakat Merasakan Manfaatnya?

Efisiensi Anggaran tapi Gaji Tetap: Apakah Masyarakat Merasakan Manfaatnya?

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:45 WIB

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:36 WIB

Pertamax Naik Rp16.250: Pos Anggaran Mana Lagi yang Harus Dikorbankan?

Pertamax Naik Rp16.250: Pos Anggaran Mana Lagi yang Harus Dikorbankan?

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:00 WIB

Purbaya Target Defisit APBN 1,8-2,4 Persen di 2027

Purbaya Target Defisit APBN 1,8-2,4 Persen di 2027

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:43 WIB

BPJS Kesehatan Beri Kepastian Jaminan Kesehatan Para Petugas SPPG

BPJS Kesehatan Beri Kepastian Jaminan Kesehatan Para Petugas SPPG

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:20 WIB

Terkini

Indonesia-Singapura Umumkan Kerja sama Ekonomi, Dari Investasi hingga Rute Pesawat

Indonesia-Singapura Umumkan Kerja sama Ekonomi, Dari Investasi hingga Rute Pesawat

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:06 WIB

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Grup Salim (SIMP), Kejaksaan Agung Periksa Maybank

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Grup Salim (SIMP), Kejaksaan Agung Periksa Maybank

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:58 WIB

Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun

Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:56 WIB

BBM Naik-Rupiah Jebol, Budget Hiburan Kelas Menengah Hilang

BBM Naik-Rupiah Jebol, Budget Hiburan Kelas Menengah Hilang

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:05 WIB

Luhut-Chatib Basri soal MBG: Jangan Bertengkar-Ini Masalah Kepercayaan!

Luhut-Chatib Basri soal MBG: Jangan Bertengkar-Ini Masalah Kepercayaan!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:55 WIB

Rhenald Khasali Duga Ada Pihak Luar Recoki Pemilihan Ketua Umum Hipmi

Rhenald Khasali Duga Ada Pihak Luar Recoki Pemilihan Ketua Umum Hipmi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:47 WIB

Tak Cukup Melek Digital, Gen Z Harus Kuasai AI untuk Investasi Saham

Tak Cukup Melek Digital, Gen Z Harus Kuasai AI untuk Investasi Saham

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:43 WIB

Siap-siap! Rokok Ilegal Bakal Merajalela Setelah Kebijakan Kemasan Polos

Siap-siap! Rokok Ilegal Bakal Merajalela Setelah Kebijakan Kemasan Polos

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:39 WIB

IHSG Sesi I Melonjak 2,34% ke Level 5.881, BBCA Jadi Bintang

IHSG Sesi I Melonjak 2,34% ke Level 5.881, BBCA Jadi Bintang

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:30 WIB

Pengusaha Logistik Curhat Harga BBM Naik: Tambahan Biaya Makin Menekan

Pengusaha Logistik Curhat Harga BBM Naik: Tambahan Biaya Makin Menekan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:12 WIB