Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB
Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung
PT KAI berupaya mengoperasikan rangkaian 12 kereta pada jalur Green Line guna meningkatkan kapasitas angkut penumpang harian yang melonjak. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • PT KAI berupaya mengoperasikan rangkaian 12 kereta pada jalur Green Line guna meningkatkan kapasitas angkut penumpang harian yang melonjak.
  • Pihak KAI bersama DJKA saat ini sedang menyiapkan infrastruktur pendukung berupa penguatan gardu listrik untuk menunjang operasional kereta panjang.
  • Proses realisasi penambahan rangkaian kereta masih menunggu hasil uji coba infrastruktur kelistrikan demi memastikan aspek keselamatan terpenuhi secara optimal.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengupayakan layanan KRL jalur Green Line atau Tanah Abang - Rangkasbitung dapat mengoperasikan rangkaian 12 kereta (SF-12) guna menambah kapasitas angkut penumpang yang terus meningkat.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, saat ini perseroan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) masih menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung, termasuk kesiapan gardu listrik yang dibutuhkan untuk mendukung operasional rangkaian yang lebih panjang.

"Untuk Green Line itu kan kita bekerja sama sama DJKA, karena ada prasarana juga. Kita sih berharap ini segera," kata Anne di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Menurut Anne, sejumlah tahapan masih harus dilalui sebelum rangkaian 12 kereta dapat dioperasikan secara penuh. Salah satunya adalah pengujian terhadap infrastruktur kelistrikan yang akan menopang operasional KRL.

"Di dalam pelaksanaan penyiapan infrastrukturnya pun, kita kan ada uji coba kemarin ya. SF-12 kita uji coba sampai nanti kita update ke teman-teman ketika gardu-gardu tersebut memang sudah bisa men-support," ujarnya.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]
Vice President Public Relations KAI Anne Purba. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

Ia menuturkan, penguatan sistem kelistrikan tidak hanya dilakukan untuk Green Line, tetapi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas layanan kereta komuter secara keseluruhan.

Menurut Anne, pertumbuhan jumlah pengguna KRL Jabodetabek saat ini sangat tinggi. Bahkan, jumlah penumpang harian sudah konsisten berada di atas satu juta orang.

"Saat ini memang pertumbuhannya Green Line itu luar biasa teman-teman. Dan untuk KRL Jabodetabek itu sudah tidak pernah lagi di bawah 1 juta, 1 harinya ya," katanya.

Tak hanya pada hari kerja, lonjakan penumpang juga terjadi saat akhir pekan. KAI mencatat jumlah pengguna KRL pada Sabtu dan Minggu kini kerap melampaui 800 ribu orang per hari.

baca juga

"Untuk weekend itu yang biasanya dulu 600.000, ini sudah sering itu 800.000 lebih untuk yang weekend-nya," ucap Anne.

Karena itu, KAI menilai peningkatan kapasitas layanan menjadi kebutuhan mendesak. Selain menyiapkan infrastruktur kelistrikan, perusahaan juga menambah sarana untuk mengakomodasi pertumbuhan penumpang.

Anne menjelaskan terdapat dua opsi untuk meningkatkan kapasitas angkut KRL. Pertama dengan menambah panjang rangkaian dari delapan kereta menjadi 10 atau 12 kereta. Kedua dengan memperpendek waktu tunggu antar kereta atau headway.

"Untuk menambah kapasitas itu pertama memang kita bisa menambah SF-nya dari 8 ke 10 menjadi 12, atau memperpendek headway. Tapi ini kan ada yang namanya beberapa kajian yang harus disiapkan termasuk tadi, support dari kelistrikannya," jelasnya.

Meski belum dapat memastikan kapan rangkaian 12 kereta mulai beroperasi secara penuh di Green Line, Anne menegaskan KAI berupaya agar program tersebut dapat direalisasikan secepat mungkin setelah seluruh aspek keselamatan dan kesiapan infrastruktur terpenuhi.

"Kita upayakan ya. Diuji coba, itu tadi proses. Kalau misalkan memang gardunya sudah mencukupi, misalkan berapa kereta SF-12 yang bisa kita jalankan, atau mungkin headway," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KAI Pajang Aset Siap Bisnis, dari Stasiun hingga Lahan Komersial

KAI Pajang Aset Siap Bisnis, dari Stasiun hingga Lahan Komersial

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:40 WIB

KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap

KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:04 WIB

KAI Operasikan 391 Kereta Stainless Steel New Generation di Berbagai Relasi

KAI Operasikan 391 Kereta Stainless Steel New Generation di Berbagai Relasi

Foto | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:10 WIB

Mau ke Garut? Ini 4 Tips Naik Kereta Lokal yang Jarang Diketahui Penumpang

Mau ke Garut? Ini 4 Tips Naik Kereta Lokal yang Jarang Diketahui Penumpang

Your Say | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:15 WIB

KAI Daop 1 Jakarta: 19 Kereta Dilempari dalam 5 Bulan, Pelaku Mayoritas Remaja

KAI Daop 1 Jakarta: 19 Kereta Dilempari dalam 5 Bulan, Pelaku Mayoritas Remaja

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 13:52 WIB

Jumlah Penumpang Tembus 155 Juta, KAI Percepat Modernisasi Stasiun Bogor

Jumlah Penumpang Tembus 155 Juta, KAI Percepat Modernisasi Stasiun Bogor

Foto | Senin, 01 Juni 2026 | 15:00 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×