Potensi Chaos di Depan Mata? Sosiolog UGM Soroti Krisis Kepercayaan pada Negara

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:39 WIB
Potensi Chaos di Depan Mata? Sosiolog UGM Soroti Krisis Kepercayaan pada Negara
Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sujito. (Kontributor SuaraJogja.id/Putu)
baca 10 detik
  • Sosiolog UGM, Arie Sujito, memperingatkan potensi kekacauan sosial akibat tekanan ekonomi dan penurunan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
  • Pemerintah didesak segera mengambil langkah strategis untuk mengatasi pelemahan rupiah, kenaikan harga kebutuhan, serta masalah layanan publik.
  • Kasus korupsi di Badan Gizi Nasional menjadi momentum evaluasi sistemik guna mencegah ketidakstabilan politik dan sosial yang meluas.

Suara.com - Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sujito, mengingatkan potensi chaos apabila negara tidak cepat dan tepat menangani berbagai persoalan yang kini berkembang di masyarakat.

Ia menilai tekanan ekonomi yang terus terjadi berisiko memicu krisis yang lebih luas bila pemerintah tidak memiliki langkah strategis.

Menurut Arie, situasi saat ini tidak bisa dianggap ringan. Pelemahan nilai rupiah, kenaikan harga kebutuhan, hingga persoalan layanan publik menjadi rangkaian masalah yang perlahan menumpuk dan memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap negara.

"Ya, chaos dan tidak kan sebetulnya tergantung negara memperlakukan masalah ini. Jadi yang paling penting itu krisis ini terjadi harus diatasi," kata Arie, dikutip Jumat (12/6/2026).

"Kalau negara tidak peka atau memiliki langkah-langkah strategis dalam jangka pendek maupun jangka menengah apapun bisa terjadi," imbuhnya.

Negara didesak untuk menunjukkan kredibilitas dalam menjawab keresahan publik. Sebab, kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat dengan cepat berkembang menjadi persoalan politik apabila dibiarkan tanpa solusi yang jelas.

Arie menilai tanda-tanda tekanan tersebut mulai terlihat dari berbagai sektor. Mulai dari nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga biaya kebutuhan masyarakat yang dinilai diam-diam mengalami kenaikan.

"Tapi saya rasa kalau kita bisa lihat di dalam tren misalnya penurunan nilai rupiah ke dolar. Terus kemudian misalnya soal listrik dan sebagainya diam-diam juga dinilai naik dan seterusnya. Itu PR yang sebenarnya tidak bisa dianggap ringan," ujarnya.

Arie menyebut, pemerintah tidak cukup hanya meredam gejolak di permukaan. Ia mengatakan negara perlu membangun respons yang konkret agar situasi tidak berkembang menjadi ketidakstabilan sosial dan politik.

baca juga

"Negara harus kredibel untuk menjawab problem ini," tandasnya.

Ia turut menyoroti kasus dugaan korupsi yang ada di Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya temuan itu perlu dijadikan momentum evaluasi menyeluruh di tubuh pemerintah.

Persoalan yang muncul tidak cukup diselesaikan hanya dengan pergantian pimpinan semata. Apalagi kritik publik terhadap BGN selama ini menunjukkan persoalan sistemik yang sudah lama dirasakan masyarakat.

"Jangan sampai penggantian kepala BGN ini dan pimpinan ini hanya simbolik saja. Tapi yang paling penting itu harus diikuti perombakan-perombakan ke bawah," tegasnya.

Saat disinggung soal potensi gerakan mahasiswa seperti 1998, Arie menilai hal tersebut sangat bergantung pada kondisi krisis yang berkembang.

Ia mengatakan situasi ekonomi yang tidak terkendali dapat memunculkan berbagai spekulasi dan respons sosial di tengah masyarakat.

"Kalau krisis ini tidak terkendali misalnya soal rupiah. Terus kemudian harga-harga naik. Terus kesulitan ini itu, ya orang bisa berspekulasi apapun," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Krisis Iklim Tak Selesai Saat Dunia Capai Net-Zero Emission? Studi Ungkap Penjelasannya

Mengapa Krisis Iklim Tak Selesai Saat Dunia Capai Net-Zero Emission? Studi Ungkap Penjelasannya

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:59 WIB

Lawan Krisis Iklim, Pemuda Lereng Merapi Boyolali Sulap Peternakan Domba Jadi Nol Limbah

Lawan Krisis Iklim, Pemuda Lereng Merapi Boyolali Sulap Peternakan Domba Jadi Nol Limbah

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:50 WIB

Menyelamatkan Bumi Tanpa Menunggu Pahlawan: 'Less Waste' dari Diri Sendiri

Menyelamatkan Bumi Tanpa Menunggu Pahlawan: 'Less Waste' dari Diri Sendiri

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:08 WIB

Chatib Basri, Menkeu Spesialis Krisis Ekonomi, Temui Prabowo di Istana, Luhut Jadi Pendamping

Chatib Basri, Menkeu Spesialis Krisis Ekonomi, Temui Prabowo di Istana, Luhut Jadi Pendamping

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:15 WIB

Krisis Iklim Bikin Ruang Kelas Makin Panas: Ngaruh ke Konsentrasi Siswa?

Krisis Iklim Bikin Ruang Kelas Makin Panas: Ngaruh ke Konsentrasi Siswa?

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:12 WIB

Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis

Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:35 WIB

Wacana '98 Jilid 2' Mengemuka, Pakar Sebut Situasi Belum Selevel Reformasi

Wacana '98 Jilid 2' Mengemuka, Pakar Sebut Situasi Belum Selevel Reformasi

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:50 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×