Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Free Float Seret, FPNI Belum Kantongi Strategi Pasti Penuhi Ketentuan BEI

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:40 WIB
Free Float Seret, FPNI Belum Kantongi Strategi Pasti Penuhi Ketentuan BEI
Free Float Seret, FPNI Belum Kantongi Strategi Pasti Penuhi Ketentuan BEI. Foto Rina-Suara.com
  • FPNI optimistis penuhi ketentuan free float 15% sebelum tenggat Maret 2029.
  • Porsi saham publik FPNI masih 7,5%, jauh di bawah batas minimum BEI dan OJK.
  • Manajemen belum putuskan aksi korporasi, masih menunggu arahan pemegang saham.

Suara.com - PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) menyatakan optimistis dapat memenuhi ketentuan porsi saham publik (free float) sebesar 15 persen sesuai regulasi yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saat ini, porsi saham publik FPNI masih berada di level 7,5 persen. Namun manajemen menilai masih memiliki waktu yang cukup panjang untuk memenuhi ketentuan tersebut karena tenggat pemenuhan baru jatuh pada Maret 2029.

Direktur Lotte Chemical Titan, Calvin Wiryapranata, mengatakan perseroan masuk dalam kategori emiten dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp5 triliun per 31 Maret 2026. Dengan status tersebut, perusahaan memperoleh waktu lebih panjang untuk menyesuaikan struktur kepemilikan sahamnya.

"Per 31 Maret kami masuk kategori emiten dengan market cap di bawah Rp5 triliun. Karena itu kami memiliki waktu hingga Maret 2029 untuk meningkatkan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen," kata Calvin di Gedung Mangkuluhur Artotel, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, rentang waktu yang masih cukup panjang memberikan keleluasaan bagi manajemen untuk mengkaji berbagai opsi strategis guna meningkatkan porsi saham publik di pasar modal.

Meski demikian, Calvin menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan apa pun dari pemegang saham pengendali terkait langkah korporasi yang akan ditempuh. Perseroan masih menunggu arahan dan keputusan resmi dari pemegang saham utama.

"Kami akan pelajari berbagai kemungkinan. Sampai saat ini belum ada keputusan dari pemegang saham apakah akan tetap melanjutkan status sebagai perusahaan tercatat, melakukan aksi korporasi tertentu, atau bahkan opsi lainnya. Belum ada pembicaraan ke arah itu," ujarnya.

Berdasarkan data perseroan, porsi saham publik FPNI saat ini mencapai 7,5 persen atau sekitar 417,51 juta lembar saham dari total 5,56 miliar saham yang beredar. Sementara itu, pemegang saham pengendali, Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd., masih menguasai sekitar 92,5 persen saham atau setara 5,14 miliar lembar saham.

Ke depan, pasar akan mencermati strategi yang akan dipilih perseroan untuk meningkatkan jumlah saham beredar di publik. Langkah tersebut dinilai penting tidak hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan saham FPNI di Bursa Efek Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heri Gunawan dan Istri Kompak Mangkir dari Pemeriksaan Kasus CSR BI-OJK, KPK Bakal Panggil Paksa?

Heri Gunawan dan Istri Kompak Mangkir dari Pemeriksaan Kasus CSR BI-OJK, KPK Bakal Panggil Paksa?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:48 WIB

IHSG Ambruk Ditinggal Investor Asing, Mengapa Masalah Utama Ada di Dalam Negeri?

IHSG Ambruk Ditinggal Investor Asing, Mengapa Masalah Utama Ada di Dalam Negeri?

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 19:08 WIB

Satgas PASTI Bongkar Investasi Ilegal Koperasi BLN, Tawarkan Bunga 4,17% per Bulan

Satgas PASTI Bongkar Investasi Ilegal Koperasi BLN, Tawarkan Bunga 4,17% per Bulan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:49 WIB

Terkini

Purbaya Tunggu Keputusan Prabowo soal Potong Anggaran MBG

Purbaya Tunggu Keputusan Prabowo soal Potong Anggaran MBG

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:39 WIB

Usut Pemadaman Listrik di Jawa, ESDM Panggil PLN

Usut Pemadaman Listrik di Jawa, ESDM Panggil PLN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:30 WIB

Tren Lari Melejit, Kesadaran Asuransi di Kalangan Pelari Ikut Meningkat

Tren Lari Melejit, Kesadaran Asuransi di Kalangan Pelari Ikut Meningkat

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:23 WIB

Penyebab Investor Asing Malas Masuk ke Pasar Saham RI, Karena Judi Bola Piala Dunia?

Penyebab Investor Asing Malas Masuk ke Pasar Saham RI, Karena Judi Bola Piala Dunia?

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:09 WIB

Demonstrasi Mahasiswa Bikin Rupiah Kembali Menguat

Demonstrasi Mahasiswa Bikin Rupiah Kembali Menguat

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:49 WIB

Harga BBM Naik, Purbaya Pede Tak Semua Warga Pindah ke Pertalite

Harga BBM Naik, Purbaya Pede Tak Semua Warga Pindah ke Pertalite

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:35 WIB

Sinyal Cuan Piala Dunia 2026: 7 Saham Indonesia yang Berpotensi Cetak Gol untuk Investor

Sinyal Cuan Piala Dunia 2026: 7 Saham Indonesia yang Berpotensi Cetak Gol untuk Investor

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:34 WIB

Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk

Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:14 WIB

Terbitkan Obligasi USD 1,5 Milar, Danantara Spill Siapa Pembelinya

Terbitkan Obligasi USD 1,5 Milar, Danantara Spill Siapa Pembelinya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:10 WIB

Tak Hanya Saham, Kripto Mulai Jadi Koleksi Warga RI untuk Investasi

Tak Hanya Saham, Kripto Mulai Jadi Koleksi Warga RI untuk Investasi

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:01 WIB