Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.130,588
LQ45 608,029
Srikehati 297,628
JII 364,421
USD/IDR 18.083

Harga Minyak Dunia Diprediksi Segera Turun, Goldman Sachs Ungkap Alasannya

M Nurhadi

Senin, 15 Juni 2026 | 07:06 WIB
Harga Minyak Dunia Diprediksi Segera Turun, Goldman Sachs Ungkap Alasannya
Goldman Sachs
baca 10 detik
  • Goldman Sachs menurunkan proyeksi rata-rata harga minyak Brent tahun 2027 menjadi 80 dolar AS per barel.
  • Penyebabnya adalah lonjakan produksi minyak global di luar Timur Tengah serta penurunan permintaan dari Tiongkok.
  • Peralihan masif ke kendaraan listrik di Tiongkok secara permanen menekan pertumbuhan permintaan minyak mentah di dunia.

Suara.com - Goldman Sachs, resmi merevisi ke bawah draf proyeksi rata-rata harga minyak mentah jenis Brent untuk periode tahun 2027.

Nilai perkiraan jangka panjang tersebut kini dipatok pada angka 80 dolar AS per barel, mengalami penyusutan dari draf estimasi awal yang bertengger di level 85 dolar AS per barel.

Langkah pemangkasan ini didasarkan pada draf perhitungan makroekonomi yang matang, di mana fokus utamanya menyoroti dua faktor fundamental: akselerasi pertumbuhan pasokan komoditas energi di tingkat global yang melimpah serta tren perlambatan penyerapan pasar (demand) yang diproyeksikan masih akan terus berlanjut.

Berikut adalah rincian draf alasan mendasar di balik keputusan Goldman Sachs menurunkan proyeksi harga minyak dunia:

1. Ledakan Produksi dari Negara-Negara Produsen Utama

Mengutip draf laporan yang dipublikasikan Reuters, institusi finansial asal New York ini melihat adanya potensi banjir pasokan minyak mentah di pasar internasional dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi kelebihan pasokan (oversupply) tersebut dipicu oleh lonjakan kapasitas produksi yang masif di luar negara-negara tradisional Timur Tengah.

Goldman Sachs mencatat lima wilayah utama yang pergerakan investasinya sangat agresif dalam mendongkrak keran ekspor minyak, antara lain:

  • Amerika Serikat dan Brasil
  • Guyana dan Venezuela
  • Uni Emirat Arab (UEA)

Ekspansi hulu migas di kelima wilayah strategis tersebut dinilai akan menjadi jangkar penopang ketersediaan energi global, sekaligus meminimalisir risiko kelangkaan stok dalam jangka panjang.

2. Perubahan Struktural Energi di China

baca juga

Faktor krusial lain yang menjadi motor utama penurunan draf proyeksi ini adalah pergeseran pola konsumsi energi di Republik Rakyat China (RRC). Sebagai salah satu negara importir minyak mentah terbesar di dunia, dinamika domestik China memegang kendali besar terhadap pembentukan harga global.

Goldman Sachs mendeteksi adanya perubahan struktural yang fundamental di China, di mana Negeri Tirai Bambu tersebut tengah mempercepat draf transisi energi dari bahan bakar fosil menuju pemanfaatan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

“Kami mengasumsikan bahwa lebih dari 10% kelemahan permintaan akan tetap ada seiring percepatan peralihan Tiongkok ke alternatif (misalnya kendaraan listrik),” jelas tim analis Goldman Sachs dalam draf dokumen resminya.
Masifnya penetrasi pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di sektor transportasi China dinilai menjadi faktor permanen yang secara konsisten akan menekan kurva pertumbuhan permintaan minyak mentah dunia di masa mendatang.

Proyeksi Jangka Pendek dan Skenario Volatilitas Geopolitik
Meskipun memotong draf estimasi untuk jangka panjang, Goldman Sachs memilih untuk tetap mempertahankan asumsi harga minyak Brent di kisaran rata-rata 90 dolar AS per barel untuk kuartal IV-2026. Penahanan angka jangka pendek ini disebabkan oleh dampak gangguan logistik akibat konflik bersenjata di Timur Tengah yang saat ini dinilai masih mampu diimbangi oleh kondisi kelebihan pasokan global yang sudah terbentuk sebelumnya.

Meskipun ketegangan di Selat Hormuz sempat melumpuhkan aktivitas pengapalan cairan energi dari negara-negara Teluk secara masif, defisit pasokan riil pada kuartal II-2026 diperkirakan hanya menyentuh angka 5 hingga 6 juta barel per hari. Hal ini terjadi karena perlambatan konsumsi global secara tidak langsung berfungsi sebagai peredam guncangan di pasar spot.

Bank investasi tersebut memperkirakan alur ekspor dari Teluk Persia baru akan kembali normal sepenuhnya pada akhir Agustus 2026, seiring pemulihan arus lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang mulai menyentuh angka 70 persen dari kapasitas sebelum konflik. Di tengah situasi tersebut, Goldman Sachs merilis dua draf skenario arah pergerakan harga ke depan:

  • Skenario Risiko Geopolitik Terburuk: Jika hambatan logistik maritim di Selat Hormuz akibat konflik bersenjata antara AS dan Iran berlangsung berkepanjangan sepanjang tahun, harga Brent berpeluang merangkak naik ke rata-rata 110 dolar AS per barel pada akhir 2026, dan berpotensi menembus 140 dolar AS per barel pada 2027.
  • Skenario Normalisasi Cepat: Apabila rekonsiliasi pasokan berjalan lebih cepat dari draf estimasi dan disertai oleh pelemahan ekonomi global yang berkelanjutan, harga Brent diprediksi akan terperosok ke koridor 70 dolar AS per barel pada akhir 2026, dan merosot ke kisaran 60 dolar AS per barel pada 2027.

Melalui draf pemetaan tersebut, Goldman Sachs memberikan sinyal bahwa walaupun risiko volatilitas akibat konflik bersenjata jangka pendek masih nyata, fondasi utama untuk lonjakan harga komoditas dalam jangka panjang dipastikan telah melemah secara signifikan akibat faktor melimpahnya pasokan global dan masifnya era kendaraan listrik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokumen Bermasalah, Perjalanan Uruguay ke AS untuk Piala Dunia 2026 Tertunda

Dokumen Bermasalah, Perjalanan Uruguay ke AS untuk Piala Dunia 2026 Tertunda

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 07:00 WIB

AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata, Donald Trump: Biarkan Minyak Mengalir!

AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata, Donald Trump: Biarkan Minyak Mengalir!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 06:56 WIB

Tinggalkan Tijuana, Timnas Iran Dilepas Ribuan Suporter Meksiko: Kalian Tak Sendirian

Tinggalkan Tijuana, Timnas Iran Dilepas Ribuan Suporter Meksiko: Kalian Tak Sendirian

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 06:33 WIB

Mexico City Semarakkan Piala Dunia 2026 Lewat Parade Budaya Raksasa

Mexico City Semarakkan Piala Dunia 2026 Lewat Parade Budaya Raksasa

Foto | Senin, 15 Juni 2026 | 07:00 WIB

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIB

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:30 WIB

Terkini

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:20 WIB

Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi

Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:18 WIB

Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia

Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:13 WIB

×