Harga Minyak Dunia Diprediksi Segera Turun, Goldman Sachs Ungkap Alasannya

M Nurhadi

Senin, 15 Juni 2026 | 07:06 WIB
Harga Minyak Dunia Diprediksi Segera Turun, Goldman Sachs Ungkap Alasannya
Goldman Sachs
baca 10 detik
  • Goldman Sachs menurunkan proyeksi rata-rata harga minyak Brent tahun 2027 menjadi 80 dolar AS per barel.
  • Penyebabnya adalah lonjakan produksi minyak global di luar Timur Tengah serta penurunan permintaan dari Tiongkok.
  • Peralihan masif ke kendaraan listrik di Tiongkok secara permanen menekan pertumbuhan permintaan minyak mentah di dunia.

Suara.com - Goldman Sachs, resmi merevisi ke bawah draf proyeksi rata-rata harga minyak mentah jenis Brent untuk periode tahun 2027.

Nilai perkiraan jangka panjang tersebut kini dipatok pada angka 80 dolar AS per barel, mengalami penyusutan dari draf estimasi awal yang bertengger di level 85 dolar AS per barel.

Langkah pemangkasan ini didasarkan pada draf perhitungan makroekonomi yang matang, di mana fokus utamanya menyoroti dua faktor fundamental: akselerasi pertumbuhan pasokan komoditas energi di tingkat global yang melimpah serta tren perlambatan penyerapan pasar (demand) yang diproyeksikan masih akan terus berlanjut.

Berikut adalah rincian draf alasan mendasar di balik keputusan Goldman Sachs menurunkan proyeksi harga minyak dunia:

1. Ledakan Produksi dari Negara-Negara Produsen Utama

Mengutip draf laporan yang dipublikasikan Reuters, institusi finansial asal New York ini melihat adanya potensi banjir pasokan minyak mentah di pasar internasional dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi kelebihan pasokan (oversupply) tersebut dipicu oleh lonjakan kapasitas produksi yang masif di luar negara-negara tradisional Timur Tengah.

Goldman Sachs mencatat lima wilayah utama yang pergerakan investasinya sangat agresif dalam mendongkrak keran ekspor minyak, antara lain:

  • Amerika Serikat dan Brasil
  • Guyana dan Venezuela
  • Uni Emirat Arab (UEA)

Ekspansi hulu migas di kelima wilayah strategis tersebut dinilai akan menjadi jangkar penopang ketersediaan energi global, sekaligus meminimalisir risiko kelangkaan stok dalam jangka panjang.

2. Perubahan Struktural Energi di China

baca juga

Faktor krusial lain yang menjadi motor utama penurunan draf proyeksi ini adalah pergeseran pola konsumsi energi di Republik Rakyat China (RRC). Sebagai salah satu negara importir minyak mentah terbesar di dunia, dinamika domestik China memegang kendali besar terhadap pembentukan harga global.

Goldman Sachs mendeteksi adanya perubahan struktural yang fundamental di China, di mana Negeri Tirai Bambu tersebut tengah mempercepat draf transisi energi dari bahan bakar fosil menuju pemanfaatan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

“Kami mengasumsikan bahwa lebih dari 10% kelemahan permintaan akan tetap ada seiring percepatan peralihan Tiongkok ke alternatif (misalnya kendaraan listrik),” jelas tim analis Goldman Sachs dalam draf dokumen resminya.
Masifnya penetrasi pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di sektor transportasi China dinilai menjadi faktor permanen yang secara konsisten akan menekan kurva pertumbuhan permintaan minyak mentah dunia di masa mendatang.

Proyeksi Jangka Pendek dan Skenario Volatilitas Geopolitik
Meskipun memotong draf estimasi untuk jangka panjang, Goldman Sachs memilih untuk tetap mempertahankan asumsi harga minyak Brent di kisaran rata-rata 90 dolar AS per barel untuk kuartal IV-2026. Penahanan angka jangka pendek ini disebabkan oleh dampak gangguan logistik akibat konflik bersenjata di Timur Tengah yang saat ini dinilai masih mampu diimbangi oleh kondisi kelebihan pasokan global yang sudah terbentuk sebelumnya.

Meskipun ketegangan di Selat Hormuz sempat melumpuhkan aktivitas pengapalan cairan energi dari negara-negara Teluk secara masif, defisit pasokan riil pada kuartal II-2026 diperkirakan hanya menyentuh angka 5 hingga 6 juta barel per hari. Hal ini terjadi karena perlambatan konsumsi global secara tidak langsung berfungsi sebagai peredam guncangan di pasar spot.

Bank investasi tersebut memperkirakan alur ekspor dari Teluk Persia baru akan kembali normal sepenuhnya pada akhir Agustus 2026, seiring pemulihan arus lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang mulai menyentuh angka 70 persen dari kapasitas sebelum konflik. Di tengah situasi tersebut, Goldman Sachs merilis dua draf skenario arah pergerakan harga ke depan:

  • Skenario Risiko Geopolitik Terburuk: Jika hambatan logistik maritim di Selat Hormuz akibat konflik bersenjata antara AS dan Iran berlangsung berkepanjangan sepanjang tahun, harga Brent berpeluang merangkak naik ke rata-rata 110 dolar AS per barel pada akhir 2026, dan berpotensi menembus 140 dolar AS per barel pada 2027.
  • Skenario Normalisasi Cepat: Apabila rekonsiliasi pasokan berjalan lebih cepat dari draf estimasi dan disertai oleh pelemahan ekonomi global yang berkelanjutan, harga Brent diprediksi akan terperosok ke koridor 70 dolar AS per barel pada akhir 2026, dan merosot ke kisaran 60 dolar AS per barel pada 2027.

Melalui draf pemetaan tersebut, Goldman Sachs memberikan sinyal bahwa walaupun risiko volatilitas akibat konflik bersenjata jangka pendek masih nyata, fondasi utama untuk lonjakan harga komoditas dalam jangka panjang dipastikan telah melemah secara signifikan akibat faktor melimpahnya pasokan global dan masifnya era kendaraan listrik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokumen Bermasalah, Perjalanan Uruguay ke AS untuk Piala Dunia 2026 Tertunda

Dokumen Bermasalah, Perjalanan Uruguay ke AS untuk Piala Dunia 2026 Tertunda

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 07:00 WIB

AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata, Donald Trump: Biarkan Minyak Mengalir!

AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata, Donald Trump: Biarkan Minyak Mengalir!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 06:56 WIB

Tinggalkan Tijuana, Timnas Iran Dilepas Ribuan Suporter Meksiko: Kalian Tak Sendirian

Tinggalkan Tijuana, Timnas Iran Dilepas Ribuan Suporter Meksiko: Kalian Tak Sendirian

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 06:33 WIB

Mexico City Semarakkan Piala Dunia 2026 Lewat Parade Budaya Raksasa

Mexico City Semarakkan Piala Dunia 2026 Lewat Parade Budaya Raksasa

Foto | Senin, 15 Juni 2026 | 07:00 WIB

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIB

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:30 WIB

Terkini

Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah

Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 16:20 WIB

Purbaya Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN 2 Tahun

Purbaya Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN 2 Tahun

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 16:17 WIB

Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes

Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 16:14 WIB

Sunscreen Skin Aqua Tutup Putih Bisa Bikin Cerah? Cek Klaim dan Ulasan Penggunanya

Sunscreen Skin Aqua Tutup Putih Bisa Bikin Cerah? Cek Klaim dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 16:05 WIB

2 Polisi Gadungan Diduga Aniaya Warga hingga Tewas Ditangkap

2 Polisi Gadungan Diduga Aniaya Warga hingga Tewas Ditangkap

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 15:59 WIB

Basarnas Palu Siagakan KN SAR Baladewa Cari Kapal Virgo Transport Hilang

Basarnas Palu Siagakan KN SAR Baladewa Cari Kapal Virgo Transport Hilang

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:54 WIB

Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?

Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 15:50 WIB

Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang

Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang

Jatim | Minggu, 13 September 2026 | 15:47 WIB

Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana

Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 15:31 WIB

6 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Meninggal usai Hilang Kontak di Laut Jawa

6 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Meninggal usai Hilang Kontak di Laut Jawa

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:26 WIB

×