Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Harga Minyak Dunia Diprediksi Segera Turun, Goldman Sachs Ungkap Alasannya

M Nurhadi

Senin, 15 Juni 2026 | 07:06 WIB
Harga Minyak Dunia Diprediksi Segera Turun, Goldman Sachs Ungkap Alasannya
Goldman Sachs
  • Goldman Sachs menurunkan proyeksi rata-rata harga minyak Brent tahun 2027 menjadi 80 dolar AS per barel.
  • Penyebabnya adalah lonjakan produksi minyak global di luar Timur Tengah serta penurunan permintaan dari Tiongkok.
  • Peralihan masif ke kendaraan listrik di Tiongkok secara permanen menekan pertumbuhan permintaan minyak mentah di dunia.

Suara.com - Goldman Sachs, resmi merevisi ke bawah draf proyeksi rata-rata harga minyak mentah jenis Brent untuk periode tahun 2027.

Nilai perkiraan jangka panjang tersebut kini dipatok pada angka 80 dolar AS per barel, mengalami penyusutan dari draf estimasi awal yang bertengger di level 85 dolar AS per barel.

Langkah pemangkasan ini didasarkan pada draf perhitungan makroekonomi yang matang, di mana fokus utamanya menyoroti dua faktor fundamental: akselerasi pertumbuhan pasokan komoditas energi di tingkat global yang melimpah serta tren perlambatan penyerapan pasar (demand) yang diproyeksikan masih akan terus berlanjut.

Berikut adalah rincian draf alasan mendasar di balik keputusan Goldman Sachs menurunkan proyeksi harga minyak dunia:

1. Ledakan Produksi dari Negara-Negara Produsen Utama

Mengutip draf laporan yang dipublikasikan Reuters, institusi finansial asal New York ini melihat adanya potensi banjir pasokan minyak mentah di pasar internasional dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi kelebihan pasokan (oversupply) tersebut dipicu oleh lonjakan kapasitas produksi yang masif di luar negara-negara tradisional Timur Tengah.

Goldman Sachs mencatat lima wilayah utama yang pergerakan investasinya sangat agresif dalam mendongkrak keran ekspor minyak, antara lain:

  • Amerika Serikat dan Brasil
  • Guyana dan Venezuela
  • Uni Emirat Arab (UEA)

Ekspansi hulu migas di kelima wilayah strategis tersebut dinilai akan menjadi jangkar penopang ketersediaan energi global, sekaligus meminimalisir risiko kelangkaan stok dalam jangka panjang.

2. Perubahan Struktural Energi di China

Faktor krusial lain yang menjadi motor utama penurunan draf proyeksi ini adalah pergeseran pola konsumsi energi di Republik Rakyat China (RRC). Sebagai salah satu negara importir minyak mentah terbesar di dunia, dinamika domestik China memegang kendali besar terhadap pembentukan harga global.

Goldman Sachs mendeteksi adanya perubahan struktural yang fundamental di China, di mana Negeri Tirai Bambu tersebut tengah mempercepat draf transisi energi dari bahan bakar fosil menuju pemanfaatan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

“Kami mengasumsikan bahwa lebih dari 10% kelemahan permintaan akan tetap ada seiring percepatan peralihan Tiongkok ke alternatif (misalnya kendaraan listrik),” jelas tim analis Goldman Sachs dalam draf dokumen resminya.
Masifnya penetrasi pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di sektor transportasi China dinilai menjadi faktor permanen yang secara konsisten akan menekan kurva pertumbuhan permintaan minyak mentah dunia di masa mendatang.

Proyeksi Jangka Pendek dan Skenario Volatilitas Geopolitik
Meskipun memotong draf estimasi untuk jangka panjang, Goldman Sachs memilih untuk tetap mempertahankan asumsi harga minyak Brent di kisaran rata-rata 90 dolar AS per barel untuk kuartal IV-2026. Penahanan angka jangka pendek ini disebabkan oleh dampak gangguan logistik akibat konflik bersenjata di Timur Tengah yang saat ini dinilai masih mampu diimbangi oleh kondisi kelebihan pasokan global yang sudah terbentuk sebelumnya.

Meskipun ketegangan di Selat Hormuz sempat melumpuhkan aktivitas pengapalan cairan energi dari negara-negara Teluk secara masif, defisit pasokan riil pada kuartal II-2026 diperkirakan hanya menyentuh angka 5 hingga 6 juta barel per hari. Hal ini terjadi karena perlambatan konsumsi global secara tidak langsung berfungsi sebagai peredam guncangan di pasar spot.

Bank investasi tersebut memperkirakan alur ekspor dari Teluk Persia baru akan kembali normal sepenuhnya pada akhir Agustus 2026, seiring pemulihan arus lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang mulai menyentuh angka 70 persen dari kapasitas sebelum konflik. Di tengah situasi tersebut, Goldman Sachs merilis dua draf skenario arah pergerakan harga ke depan:

  • Skenario Risiko Geopolitik Terburuk: Jika hambatan logistik maritim di Selat Hormuz akibat konflik bersenjata antara AS dan Iran berlangsung berkepanjangan sepanjang tahun, harga Brent berpeluang merangkak naik ke rata-rata 110 dolar AS per barel pada akhir 2026, dan berpotensi menembus 140 dolar AS per barel pada 2027.
  • Skenario Normalisasi Cepat: Apabila rekonsiliasi pasokan berjalan lebih cepat dari draf estimasi dan disertai oleh pelemahan ekonomi global yang berkelanjutan, harga Brent diprediksi akan terperosok ke koridor 70 dolar AS per barel pada akhir 2026, dan merosot ke kisaran 60 dolar AS per barel pada 2027.

Melalui draf pemetaan tersebut, Goldman Sachs memberikan sinyal bahwa walaupun risiko volatilitas akibat konflik bersenjata jangka pendek masih nyata, fondasi utama untuk lonjakan harga komoditas dalam jangka panjang dipastikan telah melemah secara signifikan akibat faktor melimpahnya pasokan global dan masifnya era kendaraan listrik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokumen Bermasalah, Perjalanan Uruguay ke AS untuk Piala Dunia 2026 Tertunda

Dokumen Bermasalah, Perjalanan Uruguay ke AS untuk Piala Dunia 2026 Tertunda

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 07:00 WIB

AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata, Donald Trump: Biarkan Minyak Mengalir!

AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata, Donald Trump: Biarkan Minyak Mengalir!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 06:56 WIB

Tinggalkan Tijuana, Timnas Iran Dilepas Ribuan Suporter Meksiko: Kalian Tak Sendirian

Tinggalkan Tijuana, Timnas Iran Dilepas Ribuan Suporter Meksiko: Kalian Tak Sendirian

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 06:33 WIB

Mexico City Semarakkan Piala Dunia 2026 Lewat Parade Budaya Raksasa

Mexico City Semarakkan Piala Dunia 2026 Lewat Parade Budaya Raksasa

Foto | Senin, 15 Juni 2026 | 07:00 WIB

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIB

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:30 WIB

Terkini

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:37 WIB

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIB

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:49 WIB

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:33 WIB

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:23 WIB

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:11 WIB

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:07 WIB

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:33 WIB

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:25 WIB

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:49 WIB