- PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk mencatatkan laba bersih Rp578 miliar pada kuartal pertama tahun 2026.
- Kinerja positif PANI ditopang oleh tingginya permintaan penjualan kaveling tanah komersial di kawasan PIK2, Jakarta.
- Perusahaan membagikan dividen Rp90,6 miliar serta terus mengembangkan infrastruktur pendukung untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Suara.com - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membukukan kinerja positif pada kuartal I 2026. Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp1,1 triliun dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp578 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja itu ditopang oleh penjualan kaveling tanah komersial di kawasan pusat bisnis atau Central Business District (CBD) PIK2.
Berdasarkan paparan manajemen dalam Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI), permintaan terhadap lahan komersial di kawasan tersebut masih terjaga, terutama dari investor strategis dan pelaku usaha.
Seiring pertumbuhan kinerja perusahaan, pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp5 per saham atau sekitar Rp90,6 miliar.
Presiden Direktur PANI Sugianto Kusuma mengatakan hasil yang diraih perusahaan merupakan bagian dari proses pengembangan kawasan yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami melihat fondasi yang dibangun secara konsisten selama bertahun-tahun kini semakin memperkuat peran PIK2 sebagai pusat aktivitas ekonomi baru dengan prospek pertumbuhan jangka panjang yang kuat,” kata Sugianto dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

Menurut dia, perusahaan akan tetap fokus mengembangkan infrastruktur, konektivitas, serta berbagai fasilitas pendukung di kawasan PIK2 guna menunjang aktivitas ekonomi dan bisnis.
Salah satu fasilitas yang telah beroperasi adalah Nusantara International Convention Exhibition (NICE). Pusat kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) tersebut disebut telah mengamankan puluhan agenda berskala nasional maupun internasional.
Selain itu, perseroan juga menilai pembukaan bertahap Jalan Tol KATARAJA berpotensi meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan PIK2. Infrastruktur tersebut akan memperkuat konektivitas dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta jaringan jalan tol utama di wilayah Jabodetabek.
- CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
Baca Juga
Dari sisi fundamental, PANI tercatat memiliki total aset sekitar Rp50 triliun. Perseroan juga mengelola cadangan lahan atau land bank seluas kurang lebih 1.825 hektare yang akan menjadi basis pengembangan proyek pada masa mendatang.
Manajemen menilai ketersediaan lahan dan pengembangan infrastruktur menjadi faktor pendukung bagi pertumbuhan kawasan sekaligus menopang prospek bisnis perseroan dalam jangka panjang.