Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.714

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 16 Juni 2026 | 07:56 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat
Ilustrasi pasar modal. [Antara]
  • Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai pada Selasa (16/6/2026) untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz.
  • Harga minyak dunia turun tajam hingga 4,8 persen karena pelaku pasar merespons positif pemulihan pasokan energi global tersebut.
  • Pasar saham global, termasuk S&P 500 dan Nasdaq, melonjak signifikan dipicu oleh optimisme pemulihan ekonomi dan penurunan tekanan inflasi.

Suara.com - Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam pada hari ini, Selasa (16/6/2026). Sedangkan, pasar saham global menguat setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz. 

Kesepakatan tersebut disambut positif oleh pelaku pasar karena dinilai mampu mengurangi gangguan pasokan energi global dan meredakan ketidakpastian ekonomi dunia. 

Perkembangan harga minyak dunia, perdamaian AS-Iran, dan Selat Hormuz menjadi perhatian utama investor pada awal pekan ini.

Dilansir NBC News, harga minyak mentah AS ditutup turun sebesar 4,8 persen menjadi US$80,75 per barel. 

Sementara itu, minyak mentah Brent yang menjadi acuan internasional melemah 4,7 persen ke level 83,17 dolar AS per barel. 

Harga penutupan kedua kontrak tersebut menjadi yang terendah sejak pekan pertama Maret 2026, hanya beberapa hari setelah pecahnya perang dengan Iran. 

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengeluarkan pernyataan resmi terkait eskalasi konflik terbaru di kawasan Timur Tengah. [Istimewa]
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengeluarkan pernyataan resmi terkait eskalasi konflik terbaru di kawasan Timur Tengah. [Istimewa]

Penurunan juga terjadi pada harga minyak pemanas yang menjadi indikator bahan bakar pesawat, yang terkoreksi lebih dari 3,5 persen, sedangkan harga bensin grosir turun lebih dari 2,5 persen. 

Kondisi ini memperkuat sentimen positif terhadap prospek pasar energi global dan harga minyak dunia.

Sebelum pengumuman resmi kesepakatan, harga minyak sebenarnya telah turun lebih dari enam persen dalam sepekan terakhir karena pasar mulai mengantisipasi adanya penyelesaian konflik. Di sisi lain, pasar saham di berbagai negara merespons positif kabar tersebut.

Indeks Stoxx 600 Eropa sempat menyentuh rekor tertinggi baru setelah menguat hampir satu persen, meskipun akhirnya ditutup relatif datar. 

Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 melonjak 1,6 persen, Nasdaq Composite naik tiga persen, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 470 poin dan mencatatkan rekor penutupan tertinggi baru.

Saham-saham sektor perjalanan menjadi salah satu pendorong utama penguatan pasar. Investor menilai meredanya konflik di Timur Tengah dapat mendukung pemulihan aktivitas transportasi dan pariwisata. 

Selain itu, saham teknologi yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) juga mencatat kenaikan karena pasar berharap tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi akan berkurang.

Meski demikian, harga minyak masih berada sekitar 40 persen lebih tinggi dibandingkan awal tahun. 

Harga bensin eceran juga tetap tinggi dengan rata-rata mencapai 4,07 dolar AS per galon atau sekitar 36 persen lebih tinggi dibandingkan posisi pada 28 Februari 2026.

Analis ING menyatakan, pasar keuangan kembali optimistis terhadap potensi perdamaian di Timur Tengah dan kemungkinan normalisasi arus energi dari kawasan Teluk. 

Ilustrasi harga minyak bertahan di atas USD 100 meskipun AS tambah pasokan minyaknya [Suara.com/HD]
Ilustrasi harga minyak. [Suara.com/HD]

Namun, mereka menilai belum ada jaminan bahwa harga energi akan turun secara signifikan dalam jangka panjang.

"Pasar keuangan kembali antusias terhadap potensi kesepakatan damai di Timur Tengah dan kemungkinan kembalinya aliran energi dari kawasan Teluk. Namun, apakah hal itu akan menghasilkan harga energi yang jauh lebih rendah masih menjadi pertanyaan besar," tulis analis ING dalam catatan risetnya.

ING juga memperingatkan bahwa tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi sebelumnya telah menyebar ke berbagai sektor ekonomi sehingga bank sentral di sejumlah negara akan menghadapi tantangan yang lebih besar dalam menjaga stabilitas harga.

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, mengungkapkan bahwa kenaikan harga energi mulai memberikan dampak terhadap sektor ekonomi lainnya. 

Menurutnya, efek tidak langsung inflasi kini terlihat di berbagai negara dalam beberapa pekan terakhir.

Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu aspek paling penting dalam kesepakatan tersebut. Jalur pelayaran strategis itu selama ini menjadi rute utama distribusi minyak dunia sehingga setiap gangguan dapat memicu gejolak harga energi global.

Strategis Société Générale, Kit Juckes, mengatakan pasar masih menunjukkan kekhawatiran terhadap kecepatan pemulihan pasokan minyak ke level sebelum perang. 

Meski harga minyak telah kembali mendekati posisi awal tahun, investor menilai proses normalisasi pasokan kemungkinan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Kekhawatiran tersebut tercermin dari kontrak berjangka Brent untuk pengiriman hingga Februari 2027 yang masih bertahan di kisaran 80 dolar AS per barel, bahkan setelah pengumuman kesepakatan damai. 

Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].
Ilustrasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].

Situasi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar tetap berhati-hati dalam menilai prospek harga minyak dunia, pasar energi global, dan stabilitas ekonomi setelah tercapainya kesepakatan damai AS-Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Melonjak saat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah

Harga Minyak Dunia Melonjak saat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:49 WIB

Perundingan AS-Iran Alot, Harga Minyak Mentah Global Tertahan di Level Tinggi

Perundingan AS-Iran Alot, Harga Minyak Mentah Global Tertahan di Level Tinggi

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:23 WIB

Harga Minyak Dunia Tertahan di Tengah Drama AS-Iran, Nasib Selat Hormuz Jadi Penentu

Harga Minyak Dunia Tertahan di Tengah Drama AS-Iran, Nasib Selat Hormuz Jadi Penentu

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58 WIB

Iran Stop Komunikasi dengan AS dan Ancam Blokade, Harga Minyak Langsung Naik!

Iran Stop Komunikasi dengan AS dan Ancam Blokade, Harga Minyak Langsung Naik!

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:04 WIB

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:23 WIB

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:24 WIB

Terkini

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:44 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB

Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?

Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:06 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:02 WIB

Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG

Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:59 WIB

BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo

BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:51 WIB

Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel

Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:36 WIB

Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi

Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:28 WIB

Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M

Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:22 WIB

Tembus Rp1,4 Triiun, Gaji ke-13 untuk TNI-Polri Telah Cair

Tembus Rp1,4 Triiun, Gaji ke-13 untuk TNI-Polri Telah Cair

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:17 WIB