Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.714

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:32 WIB
Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026
Ilustrasi wine. (Freepik)
  • PT Hatten Bali Tbk mencatatkan laba bersih Rp40 miliar dan pendapatan Rp286 miliar selama tahun buku 2025.
  • Manajemen menggelar RUPST di Denpasar untuk mengesahkan laporan keuangan serta pembagian dividen sebesar Rp3,5 per saham.
  • Perseroan menargetkan pertumbuhan lima persen pada 2026 melalui ekspansi gerai di Jakarta serta peluncuran produk premium baru.

Suara.com - PT Hatten Bali Tbk (WINE), emiten produsen wine lokal yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Annual Public Expose di Denpasar.

Dalam agenda tersebut, manajemen memaparkan kinerja keuangan perseroan sepanjang 2025, strategi ekspansi bisnis, serta prospek pertumbuhan Hatten Bali pada 2026.

Kinerja Hatten Bali, saham WINE, dan prospek industri wine Indonesia menjadi fokus utama dalam paparan kepada pemegang saham.

Perseroan mencatatkan kinerja yang solid sepanjang tahun buku 2025 meskipun menghadapi tantangan operasional yang semakin kompleks.

WINE membukukan pendapatan sebesar Rp286 miliar dengan laba bersih mencapai Rp40 miliar.

Pertumbuhan bisnis Hatten Bali didukung oleh pemulihan sektor pariwisata Indonesia, khususnya Bali yang masih menjadi pasar utama bagi produk wine lokal perseroan.

Direktur Utama PT Hatten Bali Tbk, Ida Bagus Rai Budarsa, mengatakan perseroan kini memasuki fase pertumbuhan baru setelah lebih dari tiga dekade membangun industri wine berbasis lokal di Indonesia.

“Melalui peluncuran merek-merek premium baru, pembukaan Cellardoor Jakarta, dan ekspansi jaringan distribusi yang terus berlanjut, kami membawa wine Indonesia lebih dekat kepada konsumen di seluruh penjuru negeri sekaligus memperkuat fondasi bisnis kami untuk jangka panjang,” jelas Ida Bagus Rai Budarsa dalam siaran pers yang diterima, Selasa (16/6/2026).

Ia menambahkan, kondisi neraca keuangan yang sehat, pengakuan terhadap merek perseroan di tingkat nasional maupun internasional, serta prospek pariwisata dan konsumsi minuman premium yang terus berkembang menjadi modal penting bagi pertumbuhan Hatten Bali.

Perseroan akan tetap berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan, keunggulan operasional, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Prospek saham WINE, ekspansi Hatten Bali, dan pertumbuhan industri wine Indonesia diyakini masih menjanjikan seiring meningkatnya aktivitas pariwisata dan konsumsi premium di dalam negeri.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, Indonesia menerima sekitar 15,38 juta wisatawan mancanegara sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, Bali menyumbang 6,94 juta kunjungan atau lebih dari 45 persen total kedatangan wisatawan asing ke Indonesia.

Pemerintah menargetkan jumlah wisatawan mancanegara mencapai 16 juta hingga 17,6 juta orang pada 2026. Manajemen meyakini tren positif sektor pariwisata tersebut akan terus mendorong permintaan dari segmen hotel, restoran, dan kafe (HoReCa), yang menyumbang 54 persen dari total pendapatan perseroan pada tahun buku 2025.

Dari sisi fundamental, kondisi keuangan perseroan tetap kuat. Hingga akhir 2025, total ekuitas tercatat sebesar Rp338 miliar.

Rasio utang terhadap ekuitas membaik menjadi 34 persen, sementara rasio lancar berada di level sehat sebesar 255 persen. Kondisi tersebut memberikan ruang yang cukup bagi perseroan untuk menangkap peluang ekspansi bisnis pada tahun ini.

Untuk 2026, manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar lima persen. Target tersebut akan didukung oleh sejumlah inisiatif strategis, mulai dari perluasan jangkauan geografis, penguatan portofolio merek, hingga peningkatan hubungan dengan pelanggan.

Ilustrasi wine (Hermes Rivera/Unsplash)
Ilustrasi wine (Hermes Rivera/Unsplash)

Salah satu langkah ekspansi yang menjadi fokus utama adalah pembukaan Cellardoor pertama di Jakarta yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Juni 2026.

Kehadiran fasilitas tersebut akan menjadi kanal direct-to-consumer pertama WINE di luar Bali dan diharapkan mampu meningkatkan visibilitas merek di pasar konsumen Jakarta.

Selain itu, perseroan juga menyiapkan peluncuran sejumlah merek premium baru, antara lain Avara dan Ekko.

Menariknya, kedua produk tersebut telah meraih berbagai penghargaan internasional dalam ajang AWC Vienna 2025 sebelum resmi dipasarkan.

Perseroan optimistis peluncuran produk baru tersebut akan memperkuat posisi premium merek WINE sekaligus memperluas basis konsumennya.

Di sisi distribusi, WINE kini melayani lebih dari 1.500 restoran, lebih dari 900 hotel, ratusan gerai ritel, serta jaringan subdistributor yang terus berkembang di berbagai wilayah Indonesia.

Jaringan distribusi yang luas ini diyakini menjadi fondasi penting bagi ekspansi bisnis di luar Bali dan mendukung ambisi perseroan menjadi merek wine lokal terkemuka di Indonesia.

Dalam RUPST, para pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan manajemen.

Agenda tersebut mencakup pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, penggunaan laba bersih, penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi untuk tahun buku 2026, serta penunjukan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.

Terkait penggunaan laba bersih tahun buku 2025, perseroan menetapkan dividen tunai sebesar Rp9,485 miliar atau setara Rp3,5 per saham.

Ilustrasi saham. (Pexels/energepic.com)
Ilustrasi saham. (Pexels/energepic.com)

Nilai tersebut mencerminkan 24 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp39,52 miliar. Sementara itu, sebesar 76 persen atau Rp30,04 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha perseroan ke depan.

Berdasarkan harga penutupan saham WINE di level Rp146 per saham, dividen yang dibagikan tersebut mencerminkan dividend yield sekitar 2,4 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float

Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:11 WIB

Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya

Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:36 WIB

Emiten Ini Ramai-Ramai Serbu BEI Usai Ditendang Indeks Global

Emiten Ini Ramai-Ramai Serbu BEI Usai Ditendang Indeks Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:36 WIB

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 13:33 WIB

Laba Melesat 317%, Emiten Ini Ungkap Strategi Monetisasi Kawasan

Laba Melesat 317%, Emiten Ini Ungkap Strategi Monetisasi Kawasan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:01 WIB

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:25 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:56 WIB

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:44 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB

Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?

Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:06 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:02 WIB

Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG

Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:59 WIB

BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo

BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:51 WIB

Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel

Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:36 WIB

Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi

Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:28 WIB

Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M

Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:22 WIB