Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.465.000
IHSG 5.912,442
LQ45 587,370
Srikehati 290,628
JII 345,613
USD/IDR 18.085

Rupiah Terkapar ke Rp17.762 per Dolar AS, Investor Tunggu Putusan The Fed dan BI

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:53 WIB
Rupiah Terkapar ke Rp17.762 per Dolar AS, Investor Tunggu Putusan The Fed dan BI
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah melemah 37 poin ke Rp17.762 per dolar AS pada penutupan perdagangan.
  • Investor wait and see jelang keputusan suku bunga The Fed dan BI.
  • BI Rate berpotensi jadi penentu rupiah bertahan di bawah Rp18.000.

Suara.com - Pergerakan rupiah kembali kehilangan tenaga pada penutupan perdagangan Rabu (17/6/2026). Mata uang Garuda ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang menanti keputusan suku bunga bank sentral AS dan Indonesia.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp17.762 per dolar AS atau melemah 37 poin (0,21 persen) dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang berada di Rp17.708 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah lebih banyak dipengaruhi sentimen eksternal. Setelah mencatat penguatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, pasar mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) yang menekan nilai tukar domestik.

“Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS oleh aksi profit taking setelah penguatan besar belakangan ini,” kata Lukman.

Menurutnya, investor saat ini memilih menahan diri dan mencermati hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar malam ini. Selain itu, pasar juga menunggu keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait arah suku bunga acuan (BI Rate).

Lukman memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih relatif terkendali. Bahkan, peluang rupiah bertahan di bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS tetap terbuka apabila Bank Indonesia mengambil langkah pengetatan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga.

“Rupiah diperkirakan masih akan bertahan di bawah Rp18.000 apabila sesuai perkiraan BI menaikkan suku bunga besok,” ujarnya.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang berlangsung bervariasi. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,26 persen terhadap dolar AS. Tekanan juga dialami peso Filipina yang terkoreksi 0,13 persen dan baht Thailand yang melemah 0,06 persen.

Sementara itu, dolar Taiwan turun 0,02 persen, yuan China terdepresiasi 0,01 persen, sedangkan dolar Hong Kong melemah tipis sebesar 0,006 persen.

baca juga

Di sisi lain, rupee India tampil sebagai mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,25 persen. Yen Jepang menguat 0,16 persen, disusul ringgit Malaysia yang naik 0,10 persen. Dolar Singapura juga mencatat penguatan tipis sebesar 0,02 persen terhadap dolar AS.

Pelaku pasar kini menunggu dua agenda penting yang berpotensi menentukan arah rupiah dalam jangka pendek, yakni keputusan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia. Hasil dari kedua pertemuan tersebut akan menjadi penentu apakah rupiah mampu menjaga jarak dari level Rp18.000 per dolar AS atau justru kembali tertekan dalam beberapa hari ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 10:07 WIB

Rupiah Kembali Lesu, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.738

Rupiah Kembali Lesu, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.738

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:31 WIB

BBM di Indonesia Lebih Murah dari Singapura, tapi Apakah Lebih Terjangkau?

BBM di Indonesia Lebih Murah dari Singapura, tapi Apakah Lebih Terjangkau?

Your Say | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:35 WIB

Terkini

BRI Hadirkan ORI030 untuk Investasi ORI dengan Kupon Tetap Bulanan

BRI Hadirkan ORI030 untuk Investasi ORI dengan Kupon Tetap Bulanan

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:13 WIB

Jembatan Enang-enang Hasil Patungan Rakyat Aceh Rp1 M Ditutup, Menteri PU Nilai Struktur Belum Kuat

Jembatan Enang-enang Hasil Patungan Rakyat Aceh Rp1 M Ditutup, Menteri PU Nilai Struktur Belum Kuat

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:59 WIB

Purbaya Akan Minta Penjelasan Kemenhan soal Anggaran Rudal Brahmos India

Purbaya Akan Minta Penjelasan Kemenhan soal Anggaran Rudal Brahmos India

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:42 WIB

LNG Murah Industri hanya Berlaku hingga 31 Desember

LNG Murah Industri hanya Berlaku hingga 31 Desember

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:38 WIB

BBM Shell Masih Kosong Hingga Saat Ini, Anak Buah Bahlil: Cerita Lama!

BBM Shell Masih Kosong Hingga Saat Ini, Anak Buah Bahlil: Cerita Lama!

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:33 WIB

Mitra Binaan Batik BNI Meriahkan Pameran Puspa Nuswantara 2026

Mitra Binaan Batik BNI Meriahkan Pameran Puspa Nuswantara 2026

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:12 WIB

Airlangga Ungkap Biang Kerok Neraca Dagang Sempat Defisit, Impor BBM Jadi Pemicu

Airlangga Ungkap Biang Kerok Neraca Dagang Sempat Defisit, Impor BBM Jadi Pemicu

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:38 WIB

Emas Anjlok, Dolar Perkasa! Investor Disarankan Pantau Rasio Emas Sebelum Ambil Keputusan

Emas Anjlok, Dolar Perkasa! Investor Disarankan Pantau Rasio Emas Sebelum Ambil Keputusan

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:04 WIB

Emiten RANS Dirumorkan Jadi Perusahaan Pencucian Uang, Apa Kata Raffi dan Nagita Slavina?

Emiten RANS Dirumorkan Jadi Perusahaan Pencucian Uang, Apa Kata Raffi dan Nagita Slavina?

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:33 WIB

Butuh 2,5 Juta Ton Per Tahun untuk B50, Pemerintah Bangun Pabrik Metanol

Butuh 2,5 Juta Ton Per Tahun untuk B50, Pemerintah Bangun Pabrik Metanol

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:14 WIB

×