- Investor asing mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp1,39 triliun pada pasar saham Indonesia selama sesi pertama, Jumat 19 Juni 2026.
- Aksi jual besar-besaran tersebut menyasar saham berkapitalisasi besar dan sektor sumber daya alam, khususnya saham PT Bumi Resources Tbk.
- Meski terjadi tekanan jual, sejumlah saham seperti PT Merdeka Battery Materials Tbk dan BBCA tetap menjadi incaran beli asing.
Suara.com - Investor asing tetap melakukan aksi jual atau net foreign sell hingga sesi I Jumat, 19 Juni 2026, meski MSCI tidak menurunkan kelas Pasar Saham RI tetap pada emerging market
Berdasarkan data CGS International Sekuritas, investor asing membukukan net sell sebesar Rp1,39 triliun di seluruh pasar.
Nilai jual bersih tersebut berasal dari total pembelian asing senilai Rp1,90 triliun, sementara nilai penjualan mencapai Rp3,30 triliun.
Dari sisi volume, investor asing mencatatkan pembelian sebanyak 1,59 miliar saham dan penjualan 3,38 miliar saham, sehingga terjadi net sell sebesar 1,79 miliar saham.
![Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/21/14541-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-saham.jpg)
Aksi jual asing kali ini banyak menyasar saham-saham berkapitalisasi besar maupun saham sektor sumber daya alam.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing dengan volume jual bersih mencapai 422,67 juta saham.
Di posisi berikutnya terdapat PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sebanyak 152,38 juta saham dan PT Dewata Freightinternational Tbk (DEWA) sebanyak 145,10 juta saham.
Selain itu, investor asing juga melakukan penjualan pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar 93,15 juta saham, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) sebanyak 83,91 juta saham, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebanyak 75,65 juta saham.
Daftar saham yang masuk top foreign sell sesi I juga diisi oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebanyak 72,14 juta saham, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebesar 67,77 juta saham, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar 67,52 juta saham, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebanyak 56,64 juta saham.
Di tengah derasnya aksi jual, sejumlah saham masih menjadi incaran investor asing. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MSIN) menjadi saham dengan pembelian bersih terbesar mencapai 13 juta saham.
Selanjutnya, investor asing juga memborong PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak 12,98 juta saham dan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) sebanyak 12,40 juta saham.
Saham lain yang masuk daftar top foreign buy antara lain PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar 8,91 juta saham, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (NPGF) sebanyak 8,83 juta saham, PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NAYZ) sebesar 5,55 juta saham, serta PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) sebanyak 4,94 juta saham.
Investor asing juga mencatatkan pembelian bersih pada saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) sebesar 4,57 juta saham, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sebanyak 4,42 juta saham, dan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI) sebesar 4,25 juta saham.
Berikut daftar saham yang paling banyak dibeli dan dijual investor asing pada sesi I:
Top Foreign Buy
- MSIN: 13 juta saham
- BBCA: 12,98 juta saham
- PACK: 12,40 juta saham
- MDKA: 8,91 juta saham
- NPGF: 8,83 juta saham
- NAYZ: 5,55 juta saham
- CPRO: 4,94 juta saham
- BWPT: 4,57 juta saham
- AKRA: 4,42 juta saham
- JATI: 4,25 juta saham
Top Foreign Sell
- BUMI: 422,67 juta saham
- BUKA: 152,38 juta saham
- DEWA: 145,10 juta saham
- TPIA: 93,15 juta saham
- BIPI: 83,91 juta saham
- DSSA: 75,65 juta saham
- BRMS: 72,14 juta saham
- BNBR: 67,77 juta saham
- TLKM: 67,52 juta saham
- CUAN: 56,64 juta saham.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.