- Kejaksaan menangkap pengusaha Richard Muljadi di Bandara Soekarno-Hatta pada 20 Juni 2026 setelah menjadi buron kasus penipuan.
- Richard diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan bisnis batu bara yang merugikan pihak lain sebesar Rp7 miliar.
- Terdakwa kini menjalani proses hukum sesuai Pasal 378 dan 372 KUHP terkait keterlibatannya dalam dugaan kasus penipuan tersebut.
Suara.com - Richard Arief Muljadi jadi sorotan publik setelah kasus penipuan batu bara yang menjeratnya. Pria berusia 38 tahun yang dikenal sebagai pengusaha sekaligus sosialita papan atas ini diringkus oleh petugas kejaksaan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu (20/6/2026).
Penangkapan dilakukan sesaat setelah Richard mendarat dari Singapura menyusul statusnya sebagai buron dalam kasus dugaan penipuan bisnis batu bara senilai Rp7 miliar.
"Saat diamankan, terdakwa bersikap kooperatif sehingga pengamanan berjalan lancar," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, dalam keterangan tertulisnya.
Di balik kasus hukum terbaru yang menjeratnya, Richard Muljadi memiliki latar belakang profil yang lekat dengan lingkaran konglomerasi dan gaya hidup mewah yang kerap ia pamerkan melalui akun Instagram pribadinya, @richardmuljadi.
Latar Belakang Keluarga Konglomerat dan Pendidikan
Richard Muljadi lahir di Singapura pada 19 Januari 1988 dan memegang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dengan domisili di kawasan elite Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Ia tumbuh dalam ekosistem keluarga konglomerat terpandang di Indonesia.
Richard merupakan cucu dari pengacara senior sekaligus pengusaha legendaris, Kartini Muljadi, yang sempat masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes berkat imperium bisnis farmasi yang dibangunnya.
Sementara itu, ayah Richard, Sujipto Husodo Muljadi, merupakan pemilik dari PT Mulia Graha Abadi, sebuah perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi (migas).
Dari latar belakang akademis, Richard menempuh studi di Monash University, Australia. Ia mengambil spesialisasi di jurusan ekonomi dan pemasaran, dan resmi menyandang gelar sarjana pada tahun 2009.
Karier Richard Muljadi
Setelah menyelesaikan studinya di Australia, Richard kembali ke Indonesia untuk memulai karier profesionalnya di dunia bisnis dan keuangan.
Langkah awalnya dimulai di sektor finansial dengan menjabat sebagai fund manager di Ciptadana Sekuritas. Pengalaman mengelola dana investasi ini menjadi pijakan awal bagi Richard sebelum terjun lebih dalam ke dunia korporasi yang lebih luas.
Ia kemudian dipercaya untuk masuk ke dalam struktur perusahaan keluarga dan menjabat sebagai direktur di PT Mulia Graha Abadi.
Selain mengelola bisnis keluarga di bidang migas, Richard juga ikut melebarkan sayapnya ke sektor industri digital dengan turut mendirikan sebuah perusahaan teknologi bernama PT Dua Teknologi Global atau yang dikenal sebagai Duatech.
Kontroversi