Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:34 WIB
Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya
MinyaKita ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
baca 10 detik
  • Peneliti CORE Indonesia, Eliza Mardian, mendesak pemerintah memperkuat peran PTPN untuk meningkatkan produksi minyak goreng menjadi 1,8 juta ton.
  • Pemerintah perlu memprioritaskan alokasi CPO BUMN guna menjaga stabilitas pasokan serta keterjangkauan harga Minyakita bagi seluruh masyarakat Indonesia.
  • Pemerintah disarankan melibatkan koperasi petani dan pelaku usaha kecil untuk mengurangi dominasi swasta dalam rantai distribusi minyak goreng.

Suara.com - Persoalan tersendatnya pasokan minyak goreng Minyakita, di berbagai daerah di Indonesia memerlukan solusi konkret dari hulu ke hilir.

Peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, meminta pemerintah untuk segera memperkuat peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya PT Perkebunan Nusantara (PTPN), guna mengatasi carut-marut rantai distribusi tersebut.

Menurut Eliza, menggenjot kapasitas produksi minyak goreng oleh perusahaan negara merupakan langkah paling rasional untuk menjaga stabilitas ketersediaan barang. Langkah ini sekaligus dpt meningkatkan keterjangkauan harga bagi masyarakat luas di tengah fluktuasi pasar komoditas.

Eliza menilai pemerintah wajib memberikan dukungan penuh terhadap target PTPN untuk menaikkan volume produksi minyak goreng hingga menyentuh angka 1,8 juta ton per tahun.

Tidak hanya itu, ia juga mendorong adanya regulasi ketat agar alokasi bahan baku berupa Crude Palm Oil (CPO) milik PTPN diprioritaskan demi memenuhi konsumsi dalam negeri.

"Perlunya memperkuat peranan BUMN pengolahan minyak kelapa sawit seperti mendukung target PTPN menaikkan produksi minyak goreng menjadi 1,8 juta ton per tahun," ujar Eliza saat memberikan keterangan pada Selasa (23/6/2026).

"Selain itu, beri prioritas alokasi CPO PTPN untuk Minyakita atau kebutuhan domestik. Karena ini memang sudah tugasnya BUMN," lanjutnya menegaskan fungsi sosial perusahaan negara.

Lebih dalam, Eliza memaparkan bahwa posisi BUMN sangat strategis untuk tampil sebagai penyeimbang (stabilizer) ketika pasokan minyak goreng di pasar tradisional mengalami tekanan atau kelangkaan.

Peningkatan kapasitas di sisi internal PTPN diyakini mampu mengamankan pasokan minyak goreng subsidi di tengah tingginya ketergantungan industri sawit nasional terhadap pasar ekspor.

baca juga

"Terus jadikan PTPN sebagai penyeimbang yang bisa menyeimbangkan harga agar lebih kompetitif dan menyediakan minyak yang terjangkau bagi masyarakat," tuturnya.

Berdasarkan analisisnya, dominasi korporasi swasta yang terlampau besar dalam sektor pengolahan kelapa sawit menjadi tantangan struktural yang pelik bagi pemerintah.

Di sisi lain, negara dinilai belum memiliki infrastruktur hilirisasi komoditas sawit yang cukup kuat untuk mengimbangi dominasi tersebut.

"Besarnya penguasaan swasta dalam pengolahan CPO dan pemerintah belum punya hilirisasi kelapa sawit yang memadai. Jadinya keinginan pemerintah menyediakan minyak murah bertabrakan dengan keinginan swasta yang memaksimalkan profit dengan mengekspor," paparnya.

Eliza memaklumi bahwa secara prinsip bisnis, perusahaan swasta akan selalu memilih pasar yang menawarkan keuntungan paling tinggi.

Dengan demikian, pemenuhan kewajiban pasar domestik atau Domestic Market Obligation (DMO) sering kali dikesampingkan jika dibandingkan dengan potensi cuan dari jalur ekspor global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:46 WIB

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran

Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 12:36 WIB

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:53 WIB

Tak Hanya Kelola Kebun, Emiten TAPG Juga Investasi SDM

Tak Hanya Kelola Kebun, Emiten TAPG Juga Investasi SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:36 WIB

GAPKI: Jika Danantara Pegang Ekspor Sawit, Kewajiban Minyakita Bisa Dialihkan

GAPKI: Jika Danantara Pegang Ekspor Sawit, Kewajiban Minyakita Bisa Dialihkan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:14 WIB

Terkini

Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika

Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika

Jatim | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:39 WIB

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:34 WIB

Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan

Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:30 WIB

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:29 WIB

Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun

Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:28 WIB

DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik

DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:26 WIB

Parfum Apa yang Aromanya Maskulin? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dari Brand Lokal

Parfum Apa yang Aromanya Maskulin? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dari Brand Lokal

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:25 WIB

Muara Baru Paling Dalam, Muka Tanah Jakarta Terus Turun 3-4 Sentimeter Per Tahun

Muara Baru Paling Dalam, Muka Tanah Jakarta Terus Turun 3-4 Sentimeter Per Tahun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:24 WIB

Ambisi Besar Changan Gempur Pasar Otomotif Indonesia Lewat Belasan Model Baru

Ambisi Besar Changan Gempur Pasar Otomotif Indonesia Lewat Belasan Model Baru

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:17 WIB

Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas

Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:15 WIB

×